
ya setelah muncul ya udin maka celah intayan kini di kuasa oleh udin sendi. begitu juga ica dan leha yang berada di dekat udin yang hanya berjarak sekitar tiga meteran saja beeada di belakang udin, yang siap siaga menunggu dengan kedua tangan mereka.
ya kerena mereka berdua ica dan leha khawatir kalu mereka mehadapi lagi pengulangan adegan sebelum ya, yang di mana udin tiba-tiba saja berteriak begitu ketakutan ya dan lalu jatuh pingsan.
Akhirya ica pun mencoba mulai mendekati udin yang setelah di beri isyarat oleh leha, begitu juga leha sendiri pun terlihat bersuara. eh, tapi kok mengapa udin tidak kunjung juga berteriak? malah tubuh ya udin seperti terlihat semakin merapati di celah pintu itu. apa mungkin udin saking mehayatinya, dia dengan rayuan dan curhatan ipul yang agak terasa aneh dan menggelikan di dengar.
"Oyyy, din, gimana sih lu? " tanya ipul dengan suara yang sangat amat keras.
"Aku sudah selesai merayu nih, eh tapi kok elu belum juga berteriak sih? " tanya ya lagi dengan perasaan yang sangat tak sabar lagi.
udin pun muali mundur selangkah dan udin pun menoleh kepada guru yanto ya untuk mempertanyakan apa tindakan yang harus di lakukan udin selanjut ya. udin pun mulai menggelengkan kepala ya, menandakan bahwa iya tidak ada melihat apa pun atau hal yang mencurigakan.
"Gimana nih apa perlu kita ulangi lagi, pak yanti?" tanya dari ipul
"sudah tidak perlu kita ulang lagi" jawab pak yanto
"cukup kita sudahi saja sampai di sini, " jawab keputusan dari pak yanto.
dan juga di ikuti oleh ipul yang beranjak pergi ke luar dari dalam leb Biologi itu dengan wajah ya yang di liputi begitu banyak tanda tanya.
ipul pun menatap mata ya udin.
__ADS_1
"Jadi tadi itu gimana din? " tanya ipul yang menuntut penjelasan dari udin
"emmm...ya mung..kin emang aku yang salah lihat barusan tadi, ya mungkin barusan tengkorak tadi itu bergerak karna ada ya angin," jawab udin yang berbata-bata.
"Aah, elo din. cuam bisa nakut-nakutin aja, kan gue kira elo beneran bisa melihat makhluk halus kek gitu," kata ica yang begitu agak kecewa.
"makaya jadi cowo itu jangan penaku seperti itu, belum apa-apa aja udah pingsan, " ucap leha kepada udin.
"ya sudah kalu begitu. kita kan sudah buktikan sendiri bahwa tidak ada apa-apa pun barusan kan? dan sekarang kalian semua boleh pulang kerumah masing-masing" ucap pak yanto.
di persilahkan pulang oleh pak yanto, ya maka ke empat siswa itu pun membubarkan diri ya itu. pak yanto pun juga ikut pergi sendiri ke ruangan guru dengan muka ya yang sangat lesunya karena amat tidak menyangka bahwa ide uji coba ya gagal total. ya padahal sebelum ya pak yanto dia sudah begitu tegang menantikan teriyakan ya udin. karna pak yanto sudah amat terlanjur yakin jika bahwa benar udin bisa mampu mendeteksi hal-hal yang gaib.
eh, lha, tapi malah mengapa udin bisa-bisa ya keliru melihat gerakan tengkorak putih ya itu? apa cuma karna memang udin hanya seorang yang bejiwa penakut seperti apa yang di katakan oleh leha. pikir oleh pak yanto.
menghilangkan segala prasangka buruk ya itu. ya tentu saja langkah kaki ya pak yanto menuju ruangan guru untuk mengambil tas kerja ya kerena dia pun berniat untuk segera pulang juga.
lelaki tampan bertampang tampak serius itu pun masuk ke dalam ruangan guru yang sudah tampak kosong, kerena pasti ya semua guru sudah pulang lebih dahulu. di ambil ya tas yang tergeletak di meja, lalu beranjak pergi keluar ruangan guru itu.
"lho! kamu kok masih ada disini din? kamu belum pulang? " tanya pak yanto ketika dia membuka pintu dan terlihat bahwa udin yang lagi berada di depan pintu seperti lagi menghadang pak yanto.
"emm, maaf pak... sebenar ya tadi itu saya melihat bahwa tengkorak putih itu sedang bergerak-gerak.... emm, ttaaapppii saya tidak mau mengaku ke teman-teman saya, ya karan saya takut kalu mereka jadi ketakutan lagi pak..." ucap udin yang menjelaskan kepada pak yanto
__ADS_1
"Oya, benarkah itu.. apa yang kamu liat tadi? " jawab pak yanto, penjelasan udin pun sontak membuat jantung ya pak yanto berdetak begitu kencang dan berdegup keras.
"ayu, duduk dulu di sini din. sekarang coba kamu ceritakan apa yang kamu Lihat tadi itu," ucap pak yanto, pak yanto pun mengambil sebuah kursi yang ada di dekat ya agar udin duduk terlebih dahulu.
"emang pada awal intaian saya tidak ada yang terjadi apa-apa pak. tapi setelah beberapa menit kemudian saya melihat bahwa tengkorak manusia itu menoleh ke arah saya pak. persis sama kejadian yang saya alami pertama kali tadi, sebelum pak yanto menyuruh kita mengulangi kejadin itu" cerita dari udin.
pak yanto hanya terdiam mendengarkan penjelasan udin, ketegangan dan cara bicara ya udin yang berbata-bata, yang membuktikan bahwa udin memang sungguh-sungguh melihat kerangka manusia itu bergerak menoleh kearah ya. hingga membuat pak yanto terbawa suasana menjadi tegang membayangkan apa yang sudah udin lihan dan di alami ya barusan. ooh pantas tubuh udin tadi terlihat malah merapat di celah pintu Biologi tadi. ya mungkin udin menahan rasa takut ya karna melihat kerangka manusia itu bergerak dan melihat kearah ya.
"ya emang, saya mati-matian menahan rasa takun saya ini pak, karna saya tidak mau yang lain ketakutan lagi. dan saya pikir hanya bapak yang paling berwenang mengetahui hal seperti ini. " ucap udin.
"benar! udin, benar! tindakan kamu barusan cukup benar. kamu memang patut merahasiakan hal seperti ini. " jawab pak yanto
"sekarang saya harus gimana pak yanto" tanya udin.
"eemmm, bagai mana ya" pak yanto balik bertanya dengan pandangan mata yang menerawang.
"emm sebenarya ada apa sih dengan replika kerangka tubuh manusia itu? dulu tukang sate itu mengaku bahwa kalu benda itu dia dapatkan dari seorang mahasiswa kedokteran yang hampir lulus atau wisuda. kata ya benda itu merupakan replika atau buatan manusia yang dari bekas-bekas besi yang di lapisi dari sebuah plastik dan terus di cat dengan waran putih.... " jawab pak yanto.
"emm, apa mungkin kerangka manusia itu... sebenar ya Kerangka tubuh manusia yang asli sengaja di cat putih, supaya tidak terkesan cukup mengerikan emm!!!...," tebak udin yang penasaran.
*******
__ADS_1
_B E R S A M B U N G_