
Kesokan paginya Rendy lebih awal bangun daripada istrinya,
"Masih tidur ya kirain sudah bangun duluan" ucap Rendy sambil mencium kening istrinya dan meyelimuti istrinya, Rendy turun dari tempat tidur dan melahkah menuju kamar mandi untuk memebersikan diri.
Setelah selesai membersikan diri dan Menganti pakaian Rendy kembali duduk disamping istrinya yang masih tertidur pulas Rendy mengambil hpnya yang berada di samping bantal kepalanya dan melakukan panggilan.
Rendy (Bim, batalkan semua kegiatan dan siapkan keperluan keberangkatanku dan istriku) perintah Rendy Sambil membelai rambut istrinya yang masih tertidur.
Bima (baik tuan) jawab Bima dari seberang sambil mematikan telefonnya
"Sudah bangun ya, maaf kalau membuatmu terbangun" ucap Rendy ketika melihat istrinya sudah terbangun
"Lo kenapa kamu belum bersiap-siap kekantor??" tanya Dini sambil mengucek-ngucek matanya agar penglihatan ya kembali normal
"Sayang kita tidak kekantor hari ini" ucap Rendy sambil tersenyum
"Kenapa??, aku sudah baik-baik saja ko" ucap Dini
"Iya aku tau",ucap Rendy
"Terus kenapa kita tidak kekantor hari ini??" tanya Dini yang kini sudah duduk didepan Rendy
"Sayang kita akan Pergi menjembut Denis" ucap Rendy sambil tersenyum
"Benarkah??, terimah kasih sayang sudah mengorbankan waktu dan pekerjaanmu untuk menjemput Denis" ucap Dini sambil memeluk suaminya
"Apa kamu merasa senang??" tanya Rendy sambil membalas pelukan istrinya
"Tentu, bahkan sangat senang" ucap Dini sambil melepaskan pelukannya
"Baguslah kalau kamu merasa senang, apa kamu tidak ingin memberikan aku hadiah gitu??" tanya Rendy
"Hadiah??" Dini diam sejenak memikirkan hadiah apa yang harus dia berikan
Cup
Dini memberikan satu kecupan dibibir suaminya yang membuat Rendy tersenyum nakal
"Kamu yang memulai sayang" ucap Rendy sambil mendekati istrinya
"Bukan begitu maksutku" ucapan Dini terheti karena Rendy telah M***** bibir mungil istrinya
Rendy menurukan ciumannya ke leher istrinya dan tak lupa dia meninggalkan jejak kepemilikan disana,
"Sayang, aku harus menyiapkan keperluan kita untuk berangkat" ucap Dini berusaha menghentikan aksi suaminya, Rendy yabg mendengarnya pun menghentikan sejenak aksinya
"Sayang, kamu menolaku??, Dosa tau" ucap Rendy sambil melanjutkan aksinya sementara Dini pasrah karena tidak ada alasan untuk menolak, Rendy membuka satu persatu kancing baju tidur istrinya dan menikmati dua gunung milik istrinya terdengar desahan yang keluar dari mulut istrinya membuat Rendy semangat melanjutkan aksinya.
Rendy membuka semua pakaian yang digunakan istrinya dan juga Dirinya kini tidak lagi ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh sepasang suami istri itu, dan terjadilah hubungan suami istri.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan aksinya Rendy menjatuhkan tubuhnya disamping istri kecilnya,
"Terima kasih sayang atas hadiahnya" Bisik Rendy sambil mencium kening istrinya
"Hmmm"
"Mandi dua kali aku pagi ini" ucap Rendy sambil turun dari tempat tidur
"Sayang mau mandi bareng??" tanya Rendy dengan senyum nakalnya
"Ngak, nanti melakukannya lagi disana, sudah sana mandi, habis itu baru aku" ucap Dini sambil menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
Rendy tersenyum karena istri kecilnya bisa membaca pikiranya, Rendy malangkah menuju kamar madi dan membersikan diri
Beberapa menit kemudian Rendy pun keluar dengan mengunakan handuk dan menampilkan dada bidangnya yang membuat wanita yang melihatnya terpesona.
"Sayang aku sudah selesai" ucap Rendy sambil menuju ruang ganti
"Aw aw" Rintihan Dini saat turun dari tempat tidur, Rendy yang mendengarnya pun berlari menghampiri istrinya
"Kamu kenapa sayang??" tanya Rendy
"Pake nanya lagi, ini kan ulahmu, kamu melakukannya dengan kasar" ucap Dini sambil berjalan menuju kamar mandi
"Maaf sayang, habisnya terlalu bersemangat melakukannya" ucap Rendy yang masih didengar istrinya
Setelah melakukan ritualnya dalam kamar mandi Dini pun keluar dengan mengunakan baju mandi, dan sempat melirik mencari keberadaan suaminya sebelum menuju ruang ganti, setelah selesai Menganti pakaian Dini melangkah menghampiri suaminya yang duduk di sofa
"Lo kita kan belum menyiapkan baju untuk di bawah" ucap Dini
"Sudahlah, Di sana saja baru beli" sambil menarik tangan istrinya
"Kamu sih tidak meberitahuku lebih awal, siapa ya aku sudah menyiapkannya mulai jauh-jauh hari" ucap Dini sambil berusaha menyamakan langkahnya dengan suaminya Sementara Rendy hanya diam mendengar ngocehan istrinya
"Bi, kami pamit ya" ucap Dini saat bertemu dengan Bi Ina
"Iya nona" jawab Bi Ina sambil melihat tuan dan nona mudah melangkah pergi, Diluar terlihat Bima yang sudah membukakan pintu untuk mereka.
"Kamu sudah siapkan semuanya??" tanya Rendy setelah berada didalam mobil
"Sudah tuan" jawab Bima sambil fokus menyetir
"Soal pernikahanmu, akan aku urus setelah pulang dari amerika" ucap Rendy
"Baik, terima kasih tuan" ucap Bima yang terus fokus menyetir
Setelah beberapa menit dalam perjalanan mereka tiba di bandara
"Terima kasih Bim" ucap Dini sambil tersenyum setelah turun dari mobil
__ADS_1
"Iya sama-sama nona" jawab Bima sambil membalas senyum DinI
"Sudah, jagan tersenyum lagi sama dia" ucap Rendy sambil menarik Dini agar berada disampingnya
"Kenapa??, Bima kan sudah mau menikah dan dia menikah dengan adik iparku lagi" ucap Dini Sambil melihat kearah Bima yabg terlihat malu
"Sayang kamu tau darimana Bima menikah dengan Rany??" tanya Rendy
"Rany lah yang cerita mau tunggu kamu yang cerita nanti Bima sudah naik ke pelaminan baru kamu beritahu aku" ucap Dini cemberut karena Rendy tidak memberitahukannya siapa pernikahan Rany
"Maaf, bukan bermaksut tidak memberitahumu, tapi Aku selalu lupa memberitahu mu" ucap Rendy berusaha menjelaskan, Sementara Bima tersenyum melihat tingkah tuannya yang berusaha meyakinkan istrinya
"Ya sudah kita jadi berangkat kan??" tanya Dini
"Jadi dong sayang" ucap Rendy sambil mengengam tangan istrinya
****
Setelah beberapa jam dalam perjalanan mereka pun sampai,.
"Sayang aku lapar ni, kita makan dulu ya" ucap Rendy
"Iya ni aku juga lapar" ucap Dini labil memengang perutnya
"Mau makan apa sayang??" tanya Rendy
"Mmmm aku mau makan nasi yang ada udangnya, ada sayur nya dan sayurnya harus Setengah matang" ucap Dini sambil mebayangkan betapa enaknya dan juga sayur yang setengah matang
"Kamu yakin sayang, mau makan itu??" tanya Rendy tak percaya
"Yakinlah, ayo cepat aku sudah pengen makan" ucap Dini sambil mendesak suaminya untuk mencari makanan yang dia inginkan
"Baiklah kita cari sekarang" ucap Rendy sambil mengengam tangan istrinya dan melangkah mencari makanan yang diinginkan istrinya
Setelah mendapatkan makanan yang diinginkan istrinya mereka pun duduk di kursi dekat dengan jendela, tak lama kemudian pesanan mereka datang, Dini yang melihatnya pun tak perlu waktu lama langsung melahap makanannya
"Pelan-pelan sayang, tidak ada yang mengambil Makananmu" ucap Rendy
"Ini sangat enak" ucap Dini sambil terus melahap makanannya begitu juga dengan Rendy
"Bagaimana sudah kenyang?? Tanya Rendy yang melihat istrinya sudah berhenti makan
"Iya, aku sudah memiliki tenaga lebih untuk melanjutkan perjalanan menuju hotel dan ketemu dengan Denis" ucap Dini sambil tersenyum bahagia
"Sudah memiliki tenaga lebih ya, jadi boleh kan aku memintah jatah lebih" bisik Rendy
"Ah ngak mau, nanti bisa-bisa aku tidak bisa bangun dari tempat tidur" ucap Dini cemberut
"Ahahahah, imutnya" ucap Rendy yang merasa istrinya sangat imut ketika Cemberut.
__ADS_1
"hay kak😊, jangan lupa like dan komenya, pada episod yang kalian suakai😉, dan maaf ya sedikit terlambat waktu upnya🙏🏼🙏🏼