
"Kamu....????" kata Rendi
Perempuan itu pun masuk dan menghampiri Rendi yang masih terus berdiri
"Hay sayang, apa kabar??, aku kangen banget lo" ucap serly sambil menggandeng tangan Rendi,
"Kapan datangnya kamu ko tidak memberitahuku??" tanya Rendi yang membiarkan Serly menggandeng tanganya,. iya memang Rendi sangat merindukan Serly jadi dia membiarkan Serly terus menggandengnya. Sementara Bima masih terus berdiri di depan pintu, Rendi yang melihatnya pun memberikan isyarat, setelah Bima melihatnya dan mengetri maksut dari tuannya itu langsung menutup pintu dan mengkah pergi,.
"Aku sengaja tidak memberitahumu, kan bisa jadi surprise untukmu" kata Serly, kali ini serly tidak hanya mengandeng tangan Rendi dia sudah memeluk tubuh Rendi, sementara Rendi yang begitu rindu kepada serly dia pun membalas pelukan serly.
Serly merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan Rendi lagi, "owch ya sayang kita keluar makan yuk,, aku lapar ni" ucap serly dengan manja yang membuat Rendi gemes melihatnya.
"Kamu mau makan dimana??" tanya Rendi sambil mengusap-ngusap kepala Serly.
"Gimana kita makan di restoran milik tuan Hasan?? Aku sangat merindukan tempatnya dan yang paling penting makanannya, kata serly sambil melepaskan pelukannya, Rendi yang melihat tingkah Serly pun tersenyum.
"Kamu hanya merindukan restoran dan makanannya tuan Hasan??" tanya Rendi tidak suka,
"Aaa bukan begitu maksutku aku sangat merindukanmu melebihi apapun masa kamu cemburu sama rentoran" jawab Serly sambil tersenyum,.
"Iya iya kita pergi sekarang" kata Rendy,. mereka pun keluar dari ruangan tak lupa Serly mengandeng tangan Rendi, dia terlihat bahagia begitu juga Rendy. Beberapa karyawan yang melihatnya memberikan hormat tapi hanya serly yang membalas dengan senyum manisnya sementara Rendy ya seperti biasa tidak memperdulikannya.
Ayu dan Dini terlihat sangat serius dalam mengerjakan tugas yang telah di berikan Ibu Dewi,
"Ayu,,Dini lihat tu tuan muda bersama pacarnya mereka terihat tampan dan cantik sangat cocok de" kata Lila sambil menunjuk kearah Rendi dan Serly, Ayu dan Dini yang mendengarnya pun melihat kearah yang ditunjukan Lila, sayangnya mereka hanya melihat belakang kedua sejoli itu.
"Ah kalian telat, lihatnya" ucap Lila sambil melihat kearah Dini dan Ayu.
"Apakah tuan muda sangat tampan??" tanya Ayu penasaran, sementara Dini yang mendengar pertanyaan sahabatnya haya bisa tersenyum.
"Iya Yu pokonya ganteng banget kaya opa-opa korea" jawab Lila meyakinkan
"Ya sayangnya dia sudah punya pacar" ucap Ayu sambil menghela nafas. Lila yang melihat Dini tanpa mengucapkan satu kata pun bertanya.
"Eh Din apa kamu tidak ingin melihat ketampanan tuan muda??" tanya Lila penasaran
"Ah dia kan sudah mempunyai seseorang yang juga tidak kalah tampan" jawab Ayu tanpa sengaja, Dini yang mendengarnya pun membulatkan matanya ingin rasanya dia memukul kepala sahabatnya itu.
__ADS_1
"Apa... Dini sudah mempunyai pacar??" tanya Lila dengan suara keras yang membuat beberapa karyawan melihat kearah mereka.
"Ah bukan, maksudku bukan begitu, aku tu mau bilang kalau Dini itu sudah mengidolakan salah satu boyband, sapa dulu namanya aku lupa" jawab Ayu yang tersadar bahwa dia sudah salah bicara di tambah lagi tatapan Dini yang seakan-akan ingin menerkamnya.
"Owch gitu, aku juga sangat mengidolakan semua opa-opa korea"ucap Lila bahagia, sementara Ayu dan Dini menghela nafas merasa legah karena Lila percaya apa yang dikatakan Ayu.
*
Di parkiran terlihat Bima sudah siap membukakan pintu untuk tuan muda dan juga Serly.
"Terima kasih Bim" ucap serly sambil masuk kedalam mobil, sementara Bima hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Serly, Bima pun ikut masuk kedalam mobil dan melakukan mobil meninggalkan area parkiran, Bima sekali-kali melihat ke kaca spion terlihat Serly masih menggandeng tangan Rendi.
"Aduh bagaimana ini, jika tuan besar mengetahui jika serly sudah kembali dan lagi tuan mudah mau diajak oleh serly" batin Bima sambil fokus menyetir.
Setelah 30 menit menempuh perjalanan mereka pun sampai di restoran yang dituju tuan muda dan Serly. Bima turun dan membukakan pintu mobil untuk tuan muda dan juga Serly, keduanya pun masuk kedalam Restoran sementara Bima tetap berada di luar. Serly dan Rendi pun memilih tempat yang dekat dengan jendela.
"Sayang kita duduk disana saja ya" kata Serly sambil menunjuk salah satu meja yang berada di dekat jendela, Rendi hanya menggangu kan kepala tandanya dia setuju dengan ajakan Serly, mereka pun berjalan menuju meja yang di inginkan Serly. Seorang karyawan menghampiri Rendy dan Serly
"Maaf, mau pesan apa??" tanya seorang karyawan yang tidak lain adalah Lisa teman bekerja Dini.
"Saya ikut kamu saja" kata Rendi yang melihat kearah meja dimana dia dan Dini pernah duduk bersama. Setelah selesai Serly memilih makanannya Lisa pun berjalan meninggalkan Rendy dan Serly.
"Lo laki-laki itu kan yang pernah menyewah restoran ini dan meminta Dini yang melayaninya, apa aku tidak salah melihatnya?? Kata Lisa pelan,.
"Sayang apa yang kau lihat" tanya serly sambil melihat kerah Rendi memandang.
"Ah bukan apa-apa" jawab Rendy sambil memalingkan wajahnya ke Serly,
"kenapa wanita itu selalu muncul di fikiranku sih" batin Rendy sambil berusaha menenangkan fikirannya.
5 menit kemudian pesanannya datang, Serly dan Rendy memakan makanannya dengan lahap. Setelah selesai makan Rendy mengantar Serly pulang kerumahnya. Di perjalanan lagi-lagi Serly menggandeng tangan Rendy, Rendy yang melihatnya pun membiarkan Serly mengandengaya karena dia juga menyukainya, akan tetapi pikirannya kali ini hanya tertuju pada Dini, entah karena dia habis dati tempat dimana Dini bekerja atau ada alasan lain.
"Sayang apa besok kamu ada waktu luang?? Aku mau shoping, temanin aku ya?? Sudah lama lo aku ngak shoping" ajak Serly manja, Rendy yang mendengarnya pun melihat kearah Bima, Bima yang mengetahui maksut dari Rendi pun mulai bersuara.
"Maaf nona, besok tuan Rendy ada sedikit kerjaan di Amerika yang tidak bisa di tunda dan diwakili" ucap Bima sambil tetap fokus menyetir. Serly yang mendengarnya pun sedikit kecawa, sementara Rendy yang melihatnya merasa bersalah tapi mau bagaimana lagi dia harus pergi ke Amerika.
"Kamu jangan khawatir ya saya akan menemani kamu jika sudah kembali, cuma sehari ko di disana" sambung Rendy, Serly yang mendengarnya terlihat bahagia.
__ADS_1
"Janji ya sayang" ucap Serly, yang masih terus menggandeng tangan Rendy
"Iya janji" jawab Rendy yang membuat Serly tambah bahagia. Setelah beberapa menit di perjalanan mereka sampai di rumah Serly.
"Sayang kamu mau masuk" tanya serly
"Owch lain kali saja ya, saya masih ada kerjaan yang harus diselesaikan" jawab Rendy
"Baiklah, da sayang" ucap Serly sambil melambaikan tangan kearah Rendy, Rendy yang melihatnya pun tersenyum. Rendy masuk kedalam mobil dan mobil melaju meninggalkan rumah serly.
"Maaf tuan, mau kembali ke kantor atau langsung pulang" tanya Bima
"Langsung pulang saja, saya mau istirahat" jawab Rendy sambil menyandarkan tubuhnya di kursi. " apa kamu sudah menyiapkan keberangkatanku??" tanya Rendi,. " sudah tuan" jawab Bima lagi.
"Baiklah, kamu hubungi wanita itu dan suruh dia pulang Sekarang" perintah Rendy. Bima yang mendengarnya pun mengerti maksut dari tuan Rendy, dia langsung mengirimkan pesan kepada nona Dini.
"Sudah tuan" ucap Bima.
"Hmmm" jawab Rendy singkat.
Tring bunyi pesan masuk, Dini yang mendengarnya pun langsung mengambil hpnya dan melihat pesan dari siapa.
"Bima, ngapain dia mengirim pesan kepadaku" batin Dini, Dini pun membuka pesan dari Bima
"Maaf nona tuan mudah menyuruh nona pulang sekarang"
"Apaan ini kan belum jam pulang, apa aku berbuat kesalahan??" batin Dini khawatir. Dini pun segerah merapikan berkar-berkas yang ada di atas meja, Ayu yang melihatnya pun bertanya
"Lo Din mau kemana??" tanya Ayu penasaran
"Aku mau pulang Yu" jawab Dini sambil terus merapikan berkas-berkas yang ada di mejanya
"Belum waktunya pulang lo" ucap Ayu sambil melihat kearah Dini yang sibuk merapikan beberapa berkas.
"Manusia kulkas itu menyuruhku pulang Sekarang" kata Dini sambil mengambil tasnya
"Aku duluan ya" ucap Dini sambil melangkah pergi. "Iya hati-hati ya" kata Ayu yang masih terdengar oleh Dini, Dini melambaikan tangannya tanpa melihat kearah Ayu.
__ADS_1