Terpaksa Menjadi Istri Simpanan Ceo

Terpaksa Menjadi Istri Simpanan Ceo
BAB 1


__ADS_3

Dara seorang gadis berusia 20 tahun. Dia terlahir dari keluarga yang jauh dari kata cukup. Dia sangat cantik meskipun dira orangnya pemalu tapi dia tetap melangkah untuk membantu perekonomian keluarganya.


Dira tinggal dengan ibunya, ayahnya sudah meninggal satu tahun lalu karena kecelakaan, Dira harus kerja keras untuk menghidupi keluarganya. Gajinya di bar tidak cukup untuk membiayai pengobatan ibunya apalagi dengan utang kepada rentenir.


Walaupun mereka dapat tunjangan dari perusahan ayahnya tetapi itu jauh dari kata cukup karena dulu ayahnya hanya seorang karyawan biasa.


Dira melamar pekerjaan kesebuah perusahaan tetapi tidak ada yang menerimanya mungkin ijazah nya hanya sampai SMA jadi tidak ada yang mau menerimanya. Setiap hari dia berkeliling kesana dan ke mari untuk mencari pekerjaan, namun hasilnya nihil dia tidak pernah mendapatkan pekerjaan.


"Hari sudah semakin sore dan dira masih belum mendapatkan pekerjaan"


"Dira menghela napasnya... Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan?"


"Aku harus mencari pekerjaan kemana lagi? Semua perusahaan menolakku, bagaimana dengan biaya pengobatan ibu dan juga untuk membayar utang"


"Ya Tuhan mengapa nasibku seperti ini... Dara sedihh hingga meneteskan air mata ditepi jalan dengan cuaca yang akan turun hujan".


Hujan pun turun membasahi dira yang sedang menangis...


"Dira terus berjalan gontai menuju rumahnya, sesampainya dirumah dia langsung menangis memeluk ibunya..."


"Ada apa denganmu nak?" Membalas pelukan anaknya...


"Mengapa kamu basah seperti ini?"


"Tidak ada satu pun perusahaan yang mau menerima aku bu" Jawab nara mempererat pelukannya


"Maafkan ibu ya nak, gara-gara ibu kamu harus banting tulang mencari uang" kata ibu Ratna sedih...


"Ibu jangan bicara seperti itu, ini sudah tanggung jawab dira bu, ibu jangan banyak pikiran biar ibu cepet sembuh" Ucapnya menghapus air mata ibunya.


"Ada apa bu, siapa yang dateng kesini?" Tanya nara melihat orang berteriak diluar...


"Ibu juga tidak tau nak", Jawabnya memeluk erat anaknya


"Heh Ranta kapan kamu mau bayar utang kamu? Menunjuk wajah Ratna...


"Ibu jangan bentak ibu saya dia lagi sakit, aku mohon bu beri aku waktu aku akan segera melunasinya" Dira memelas...


"Apa kamu bilang, waktu? Saya sudah sering memberikan kamu waktu tapi mana kamu belum juga membayarnya" bentaknya...


"Periksa semua sudut ruangan rumah ini. Mungkin mereka menyembunyikan uangnya didalam,"kata si rentenir memerintah bodygard nya...


"Jangan bu saya mohon jangan," Dira terus memohon dikaki si rentenir itu...


"Minggir kamu kalau kamu gak mau saya ambil uang kamu bayar sekarang juga semua utang kamu kepada saya!" Si rentenir itu terus memarahi dira...

__ADS_1


Rentenir itu hendak melontarkan kata-kata lagi pada dira, namun didahuli dengan kedatangan bodygard nya.


"Tidak ada apapun bu, tidak ada sepeser uang pun di dalam," kata si bodygard yang baru keluar dari kamarnya Nara.


"Bodoh kalian kalau tidak ada uang, ambil saja barang-barang yang bisa dijual," si rentenir memarahi bodygard nya


Kedua bodygard itu langsung mencari barang dirumah dira...


"Jangan ambil barang-barang saya, ucap Ratna berteriak dan menahan kedua bodygard yang akan mengambil barangnya"


"Lepasin!," si bodygard itu mendorong ibu Ratna sampai terjatuh..


"Ibu!!" Dira berlari menuju ibunya yang terjatuh...


"Berhenti, Ku mohon hentikan!"


"Jangan!!" Ibu nara berteriak saat tv peninggalan suaminya di ambil oleh bodygard itu...


Dira langsung menghampiri ibunya yang terduduk menangis sambil memeluknya...


"Ini bu cuma barang ini yang bisa kita jual," kedua bodygard menunjukannya...


"Untuk sekarang kalian bisa lolos dari saya, tapi minggu depan uangnya harus sudah ada, kalau tidak kalian tahu akibatnya."ancam si rentenir itu.


Rentenir itupun keluar dari rumah dira, diikuti oleh kedua bodygard nya dengan membawa tv milik dirumah dira...


"Biar dira yang pikirkan, ibu istirahat saja ingat kata dokter ibu tidak boleh kelelahan," lanjut dira...


"Tapi ibu tidak tega melihatmu banting tulang seperti ini, seharusnya ibu yang kerja tapi ibu malah terus membebani kamu" ucap bu ratna


"Ibu sudah ini sudah kewajiban dira untuk menggantikan posisi ayah, ibu istirahat saja biar ibu cepat sembuhh. Jangan dipikirkan ya bu," memeluk dan mengusap air mata ibunya...


****


Malamnya dira pergi kesebuah bar tempat dia bekerja, dia memang tidak nyaman bekerja disini tapi mau bagaimana lagi dia harus tetap bekerja untuk mendapatkan uang agar bisa membayar utangnya kepada rentenir itu.


Meskipun dira bekerja di bar, tapi ia tidak pernah melayani pria hidung belang yang seperti layaknya wanita nakal. Justru setiap ada pria yang mendekatinya ia selalu menolak dengan halus.


waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam, Dira masih bergelut dengan pekerjaannya hanya ada dua temannya yang menemani dira ditempat itu, semakin malam bar semakin ramai. Ketika dira sedang memberesi gelas bekas alkohol tiba tiba ada seorang pria yang menghampirinya dengan muka yang begitu masam, seperti sedang dirundung kecewa dan bercampur amarah.


Pria itu langsung memesan minuman ber-alkohol kepada dira, dengan gesit dira langsung menyediakannya, awalnya dira tidak begitu memperdulikan namun melihat pria itu sedih dan sampai meneteskan air mata dira memberanikan dirinya untuk bertanya, dengan rasa canggung dan malu tapi rasa penasarannya yang membuat ia berani untuk bertanya...


"Apakah anda baik-baik saja tuan?" Tanya dira...


Pria itu hanya menoleh dan tersenyum kepada Dira dengan tatapan kosong, ia tidak berbicara sepatah katapun karena menahan air mata yang akan menetes.

__ADS_1


Sepertinya anda memang sedang mempunyai masalah, sebaiknya anda selesaikan masalahnya tidak langsung lari dan minum alkohol seperti ini, karena percuma alkohol ini tidak akan membuat masalah anda selesai, tambah Dira menyunggingkan senyumnya...


"Apa pedulimu, kau tidak tau masalah saya apa bahkan kamu sendiri tidak pengenal diriku, jangan ikut campur urusan orang lain urus saja pria hidung belang yang selalu anda layani untuk sebuah uang," ucapnya merendahkan dira...


"Hei jaga ucapan anda tuan, jangan bicara sembarangan. Jangan menilai orang hanya dari penampilan ataupun pekerjaannya, tidak semua orang yang bekerja disebuah bar melakukan hal seperti itu, mentang mentang anda orang kaya bisa seenaknya merendahkan orang seperti sayaa," sambung dira pergi meninggalkan pria tersebut.


****


Sudah hampir larut malam, pria tersebut masih saja meminum alkohol sampai mabuk berat bahkan suasana di bar sudah sangat sepi. Dira dan rekan kerjanya pun sudah membereskan tempat itu dan siap untuk ditutup.


"bagaimana ini, kita sudah mau tutup tapi orang itu masih saja disini"ucap reza rekan kerjanya dira...


"Iya gimana nihh gak enak juga kalau kita usir nanti dia kesinggung dan ngadu sama bos kita lagi"sambung dani...


"dia kelihatannya masih sangat sedih, tapi mau bagaimana lagi kita harus menghampirinyaa"tutur dira


"yaudah kamu samperin sana dir," suruh reza kepada dira


"kamu aja sana aku males massa tadi dia bilang aku wanita yang suka layanin pria hidung belang, nanti kalau dia ngomel ngomel lagi gimana? kata dira enggan untuk menghanpirinya


"dia lagi mabuk itu gak mungkin dia marah marah, kalau kamu tidak mau menghampirinya tidak apa apa paling kita disini sampai pagi," dani menakuti dira...


"oke oke aku akan samperin dia," tidak bisa menolak lagi dira terpaksa menghampiri pria itu dengan sedikit ragi. Dalam benaknya, pria ini pasyi akan marah. mengingat tadi sifatnya yang merendahkan aku".


"Maaf tuan, bar ini akan segera tutup, jadi saya harap-"pria itu memotong pembicaraan dira...


"Iya-iya saya tahu,"ucap pria itu yang sudah mabuk berat. Untuk berdiri dan beranjak dari tempat duduk pun pria itu sangat kesulitan dan hampir saja terjatuh. Dira ikut prihatin dan langsung membantu pria itu untuk berdiri...


"Hati-hati tuan anda sedang mabuk berat, bagaimana anda bisa pulang dengan keadaan seperti ini,"tutur dira memegang tangan pria itu..


"Saya memang gak niat buat pulang kamu tidak usah peduliin saya , saya bisa sendiri,"Ucap pria itu sambil berusaha melepaskan tangannya dari dira, saat tangannya berhasil dilepas pria itu jatuh tersungkur ke lantai...


"Tuan anda ini sedang mabuk berat, biar saya bantu saya akan memesankan taxi untuk anda pulang"..


Kedua rekan kerja dira menghampirinya karena melihat dia kesulitan memopang tubuh pria tersebut untuk dibawa keluar dari bar.


"Dir mending kamu beresin dulu bekas minumnya dan matiin semua lampu kecuali yang diluar, biar aku dan reza yang membawa pria ini keluar dari sini." suruh dani kepada dira


Mereka sudah sampai diluar bar dan dira sudah memberekan bekas minum pria itu dan tak lupa ia mematikan lampu juga mengunci barnya...


"Aku sudah pesankan taxi untuknya biarkan saja mobilnya disini besok tuan ambil saja kesini mobilnyaa,"tutur dira kepada pria itu...


Pria itupun menurut dan taxinya sudah datang, reza dan dani langsung membawa pria tersebut ke dalam taxi dan membuka dompet pria tersebut untuk mengambil ktp dan ditunjukan kepada supir taxi itu untuk mengantarkan pria ini ke alamat tersebut,"...


🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Kalau suka jangan lupa like and komen yaa!😘


__ADS_2