
"Selamat siang Jihyo. Apa Yoongi sudah bangun?" Seorang pria bertubuh jangkung masuk kedalam studio ruang kerja Yoongi. Dia melihat Jihyo yang tengah sibuk menyalin beberapa file di komputernya.
"Selamat siang kak Namjoon. Sepertinya PD-nim sudah bangun. Mungkin sekarang masih mandi. Kau ada perlu dengan PD-nim? Kalau buru-buru kau bisa sampaikan padaku. Nanti akan aku sampaikan."
"Ah. Tidak, aku hanya ingin menyerahkan lagu yang sudah ku tulis. Aku ingin meminta pendapatnya tentang ini." Jawab Namjoon.
Namjoon adalah salah satu producer yang bekerja pada perusahaan Yoongi. Mungkin secara kebetulan juga mereka adalah sahabat dekat. Jangan tanyakan kenapa Jihyo bersikap informal padanya. Itu karena permintaan Namjoon sendiri yang tak suka dipanggil dengan sebutan PD-nim. Dia lebih menyukai panggilan Oppa atau Hyung. Kedengarannya lebih menarik. Begitu menurut penjelasan Namjoon. Namjoon bukan orang yang gila hormat seperti pemilik agensi ini Min Yoongi.
"Sebuah lagu? Untuk comeback BTS kah?" Tanya Jihyo bersemangat.
Namjoon menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan Jihyo. Melihat itu Jihyo tersenyum bersemangat.
"Boleh aku lihat? Sungguh aku penasaran apa lagu yang akan dirilis BTS kali ini."
"Boleh, aku juga ingin mendengar pendapat dari penggemar fanatik Bangtan seperti dirimu." Namjoon menyerahkan file yang dibawanya. Dia memang tahu jika Jihyo sangat mengidolakan BTS. Terlebih lagi sangat menggilai Kim Seokjin. Karena menurutnya Jin sangat pas dengan kriteria Prince Charming impian Jihyo. Tapi meskipun mempunyai akses untuk bertemu BTS tiap hari, Jihyo memilih untuk meminta bantuan Namjoon saat ingin mendapatkan tanda tangan personil Bangtan. Malu katanya jika bertemu langsung. Aneh bukan? Ya tentu. Park Jihyo memang gadis yang aneh.
"DNA? Sebuah judul yang menarik. Liriknya juga. Menggunakan perpaduan sains dan cinta. Kau memang pintar dalam membuat lirik Kak Namjoon. Tapi apakah lagu ini akan memakai teori desahan juga?" Jihyo melirik Namjoon yang duduk disampingnya.
"Ahh? Teori desahan?"
Jihyo menggigit bibirnya. Menyadari dirinya salah bicara. "Ahh.. Tidak tidak tidak. Bukan apa-apa." Jawab Jihyo sambil mengibas-ibaskan tangannya.
Namjoon sedikit bingung tapi setelah itu senyuman jail melengkung manis dibibirnya. Sampai membuat dimple dipipinya terlihat dengan jelas. "Maksudmu teori desahan Min Yoongi?" Tebak Namjoon yang sudah pasti benar.
Jihyo menganggukkan kepalanya. "Itu teori paling aneh yang pernah aku dengar. Apa kau juga punya teori aneh seperti itu?"
"Imajinasiku tidak sekuat Yoongi Jihyo. Aku mana mungkin punya teori semacam itu. Teoriku lebih pada hal yang bersifat realistis. Ya, seperti lagu ini. Tapi aku akui teori gila Yoongi mampu membuat sebuah lagu menjadi sangat menarik. Bahkan sangat digemari oleh masyarakat. Jadi menurutku sah-sah saja bukan?"
"Kau benar kak, lagu buatan PD-nim memang seperti candu. Orang-orang sangat suka mendengarnya. Lagunya selalu diputar dimanapun. Entah itu disini ataupun diluar. Aku sampai bosan mendengarnya." Jihyo ikut menimpali ucapan Namjoon.
"Tapi apa kau akan menambahkan teori gila itu disini kak? Sungguh kali ini aku berharap teori desahan itu dibuang jauh-jauh."
Namjoon melihat kembali lagu yang dia buat. Pria itu berpikir sejenak. Mungkin memikirkan kemungkinan yang Jihyo ucapkan. Tapi setelah itu dia mendesah lemah. "Kurasa lagu ini akan sangat aneh jika ditambahkan teori itu Jihyo. Sangat-sangat menjijikan."
Jihyo menghela nafas. Syukurlah jika ada yang sependapat dengan dirinya.
"Apa yang tengah kalian diskusikan?" Sebuah suara muncul dari balik pintu. Yoongi datang menghampiri mereka berdua. Pemuda itu sudah terlihat segar setelah mandi.
"Kami hanya membahas tentang lagu ini." Namjoon menyerahkan file yang dibawanya. "Sekalian juga kami mendiskusikan apakah lagu ini akan memakai teori desahanmu itu Min Yoongi."
Yoongi menarik sudut bibirnya. Melirik Jihyo yang juga tengah menatapnya. Rupanya gadis ini sangat tertarik dengan teori desahan milik Min Yoongi. Buktinya dia sampai membahas hal itu dengan Namjoon.
Yoongi membaca sekilas file yang diserahkan Namjoon. "Menurutmu apakah ini cocok menggunakan teoriku Jihyo?" Alih-alih bertanya pada Namjoon, Yoongi malah bertanya pada Jihyo.
"Aku? Apa aku berhak berpendapat disini? Bukannya kau selalu bilang untuk menjaga batasanku PD-nim." Sarkas Jihyo.
"Aku hanya meminta pendapat dari salah satu penggemar Bangtan. Bukankah kau adalah penggemarnya?"
Jihyo menghela nafasnya.
"Menurutku teorimu tidak cocok jika dipadukan dengan lagu ini." Jawab Jihyo singkat.
"Kau benar. Kurasa lagu ini akan terdengar aneh. Kalau begitu bagaimana kalau kita memakai teori siulan saja. Terdengar lebih menarik dan lebih sensual mungkin?"
Jihyo menganga. Teori apa lagi itu? Sungguh, bekerja disini membuatnya mengenal banyak teori aneh dari mulut Min Yoongi. Daripada dia ikut-ikutan memikirkan teori lagu. Gadis itu segera bangkit dari duduknya.
"Lebih baik kalian urusi saja teori aneh itu. Aku lebih baik pergi." Jihyo berjalan keluar dan menutup pintu itu sedikit keras.
"Kau mengerjainya berlebihan Yoongi." Namjoon bersuara setelah Jihyo tak terlihat lagi dihadapan mereka.
"Tentu saja, gadis itu terlalu bodoh. Hanya menarik saja jika aku melihat wajah polosnya yang terlihat bodoh. Sungguh sangat menggelikan." Yoongi terkekeh jika mengingat raut wajah Jihyo yang seperti bunglon. Berubah sesuai dengan keadaan.
__ADS_1
"Kau sering tertawa akhir-akhir ini. Apa ini juga karena gadis bodoh itu hem?"
Mendengar pertanyaan Namjoon, Yoongi malah terdiam. Benarkah dia seperti itu? Sungguh? Dia bahkan tak menyadarinya.
"Itu hanya perasaanmu saja. Aku tetap jadi Min Yoongi yang seperti biasanya." Jawab Yoongi singkat.
"Cihh.. Kau ini, kau kira aku bisa ditipu. Kau jelas sangat terlihat nyaman membodohi Jihyo. Entah apa maksudmu. Tapi sepertinya kau suka sekali mengerjainya. Seperti kau mengerjainya dulu waktu SMA. Atau jangan-jangan kau mulai menyukainya hem?" Namjoon mencoba menerka isi pikiran Yoongi.
"Wahh, yang benar saja. Menyukai gadis bodoh dan jelek itu? Mungkin jika itu terjadi, sudah dipastikan aku terkena kutukan gadis bodoh itu. Sampai kiamatpun aku tak akan menyukainya." Jawab Yoongi mantap. Tentu saja dia yakin. Karena tidak mungkin Yoongi menyukai gadis seperti Jihyo. Gadis itu bukan tipenya. Jihyo terlalu bodoh dan lugu. Dia tidak suka. Yoongi lebih menyukai tipe gadis seperti Momo yang bisa dia ajak berfantasi liar diatas ranjang.
"Benarkah? Aku tak yakin. Bisakah kau memberiku sebuah jaminan?"
"Apa itu?" Tanya Yoongi penasaran.
"Bisakah kau merelakan satu buah yacht mewahmu untukku jika sampai kau jatuh cinta padanya? Aku yakin ini akan sulit mengingat kau orang kaya yang pelit." Namjoon menawarkan sesuatu yang mungkin membuat Yoongi sulit memilih.
"Jadi kita bertaruh untuk gadis itu lagi sekarang?"
"Ya, seperti yang kita lakukan waktu SMA. Tapi ini bukan menyangkut perasaan Jihyo. Tapi lebih menyangkut perasaanmu sendiri. Jika kau sampai jatuh. Kau akan merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta dengan gadis yang kau buat sebagai bahan taruhan. Bagaimana?"
Yoongi berpikir sejenak. Nyalinya sedikit kisut mendengar penjelasan Namjoon. Tapi dia juga yakin kalau dia tidak akan mungkin bisa menyukai gadis itu. Jihyo hanya seenggok mainan bagi Yoongi. Jadi apa yang perlu ditakutkan?
"Ok, deal.. Aku terima tantangan ini. Tapi jika aku menang semua royalti hak ciptamu akan menjadi milikku selama satu tahun penuh. Bagaimana? " Kata Yoongi mantap.
"Gotcha.. Aku setuju. Mulai saat ini aku sungguh berharap kutukan Park Jihyo akan segera menjadi nyata." sarkas Namjoon.
Sialann....
...******...
Jihyo menelungkupkan badannya masuk diantara kolong meja kerjanya. Dia sedang mencari penanya yang terjatuh. Ah sial.. Disini banyak kabel yang berserakan membuat dirinya kesulitan mencari benda kecil itu.
Sebuah kebrakan meja mengagetkannya. Jihyo secara refleks berdiri tapi dia lupa bahwa dirinya kini masih berada dibawah meja. Kepalanya terbentur keras. Gadis itu meringis kesakitan memegang kepalanya. Siapa coba yang sudah membuat keributan disini.
Selang beberapa saat. Derap langkah kaki terdengar masuk keruangan ini. Mereka terlihat berdiri berjejer rapi. Bersiap mendapatkan serangan si producer iblis.
"Apa yang kalian lakukan? Kenapa lagu Bangtan bisa sampai bocor ke internet? Kalian tahu, ini comeback awal tahun. Aku ingin lagunya menjadi sebuah kejutan tapi apa yang terjadi? Kenapa sampai situs kita diretas oleh orang yang tak bertanggung jawab?" Yoongi berbicara dengan nada yang emosi. Sungguh ini bukan yang dia harapkan. Lagu yang akan menjadi tittle track malah sekarang menjadi konsumsi gratis dikalangan publik.
"Maafkan kami PD-nim. Kami juga tidak menyangka bahwa situs Bangtan bisa sampai diretas oleh sasaeng Fans. Kami sudah mencoba memblokirnya tapi sepertinya hacker itu adalah hacker yang lumayan hebat. Jadi kami sudah tidak bisa membendung lagi antusiasme publik yang terlanjur menyebarkan lagu itu. Ini sungguh mengerikan. Lebih mengerikan dari skandal ciuman Jimin dan Dahyun tahun lalu." Jawab salah satu staff IT dengan mimik wajah ketakutan.
Yoongi mengusap wajahnya kasar. Dia berdecak karena mendapat jawaban yang paling tidak di inginkan. Yaitu Minta Maaf.
Sementara Jihyo sudah tertawa cekikikan dibawah sana. Dia yakin sekarang raut wajah Yoongi pasti sudah mirib dengan karakter Diego pada film Ice Age. Taringnya pasti sudah setajam pisau belati. Ah bukan, lebih tepatnya lidah. Bukan taring. Dia pasti akan membabat habis orang didepannya ini. Dan benar saja. Setelah itu omelan panjang lebar terdengar mengalun dari mulut Yoongi. Seperti alunan musik rapp dengan tempo cepat.
Jihyo masih terus meraba-raba lantai dibawahnya berharap segera menemukan penanya yang terjatuh. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya penanya ketemu. Terselip diantara banyak kabel yang terpasang.
"Yess.. Dapat". Karena terlalu bersemangat. Gadis itu bangkit begitu saja tanpa mengingat dirinya masih dibawah meja. Untuk kedua kalinya dahi gadis itu berciuman langsung dengan meja besi diatasnya.
Sial..
Semua orang terkejut mendengar suara yang menggema dibalik meja. Jihyo muncul secara perlahan dari bawah meja seperti hantu sadako. Rambut yang sudah acak-acakan dengan dahi memar sebesar bola pingpong. Jihyo tersenyum canggung. Dia melambaikan tangan pada orang-orang yang menatapnya dengan pandangan miris.
" Apa yang kau lakukan disana Park Jihyo?" Namjoon yang berada didekatnya membantu gadis itu berdiri.
"Aku mencari ini." Jelas Jihyo sambil menunjukkan penanya.
Yoongi berdecak kesal. Hanya karena gadis itu. Sesi marah-marahnya sedikit tertunda. " Jadi sekarang apa solusi kalian?" Suara Yoongi membuat orang yang fokus kepada Jihyo kini kembali mengalihkan pandangannya pada Yoongi.
Hening.
Semua bungkam tak ada yang bersuara.
__ADS_1
"Bolehkah aku mengemukakan pendapat disini?" Jihyo membuka suara memecah keheningan ruangan Yoongi saat itu.
Tidak ada yang menjawab. Yoongi juga ikut terdiam. Seperti sedang menunggu lanjutan ucapan gadis itu.
"Baik, pertama aku ingin mengungkapkan keluhanku sebagai penggemar Bangtan. Jujur, sebagai seorang fans aku sebenarnya sedikit kesal dengan situs dari perusahaan ini. Kalian tahu situs kalian sering sekali mengalami crash dalam jangka waktu yang cukup panjang. Itu membuat penggemar merasa kecewa."
"Itu karena server yang terlalu mebeludak. Sehingga kami tidak bisa membendungnya." Jawab salah seorang staff IT.
"Aku tahu, tapi kalian harusnya sudah mengantisipasi itu. Kalian tahu penggemar Bangtan diluar sana sangat banyak. Jadi kemungkinan terjadi pembludakan jumlah pengunjung situs pasti akan pernah terjadi. Kalian harusnya sudah tahu itu."
Hening tak ada yang menjawab dalam hal ini. Mereka membenarkan ucapan Jihyo yang memang terdengar logis.
"Kedua, aku sudah pernah bilang pada Min PD-nim sebelumnya kalau situs kalian sangat gampang untuk diretas. Tapi kau mengabaikannya."
"Kapan kau pernah mengatakan itu padaku?" Tanya Yoongi pura-pura lupa. Padahal jelas di ingatan pemuda itu, gadis ini pernah berbicara masalah ini padanya. Tapi saat itu dia tidak menanggapi dengan serius.
"Aku pernah beberapa kali mengatakannya tapi kau tak percaya. Asal kalian tahu, Security Guard situs kalian sangat payah. Kalian tahu jika aku pernah meretas situs kalian tanpa kalian bisa deteksi. Aku melakukan itu sekitar dua tahun lalu. Sebelum aku bekerja disini. Aku melakukannya saat Bangtan comeback dengan lagu I need You. Cuma karena aku tipe fans yang baik jadi aku tidak menyebarkannya untuk publik. Jadi dua bulan sebelum Bangtan comeback aku sudah mempunyai playlist album BTS di handphone ku. Hahaha." Jihyo tertawa sendiri jika mengingat masa lalunya.
Lain halnya dengan Orang-orang didepannya yang menganga mendengar penjelasan Jihyo. Mereka tak menyangka gadis nerd sepertinya bisa meretas situs agensi terbesar di Korea Selatan tanpa terdeteksi sedikitpun.
"Kalian tak perlu heran seperti itu. Aku ini mantan Hacker. Ya meskipun hanya amatiran." Jelas Jihyo sambil cekikikan melihat muka Yoongi yang terlihat sangat aneh saat memandangnya. Sementara Namjoon melipat bibirnya kedalam. Seolah menikmati tontonan ini. Gadis didepannya benar-benar sangat lucu. Dia bahkan bisa membuat Yoongi bungkam tak berkutik.
"Jadi kau mantan Hacker Jihyo?" tanya staff IT yang ada di depannya.
"Kau tak percaya? Mari aku tunjukkan betapa lemahnya situs kalian ini." Jihyo membalikkan badannya mengetik sesuatu pada komputer di depannya. Dengan hitungan menit gadis itu sudah bisa melacak informasi pribadi yang hanya khusus diperuntukan untuk kalangan MIN Entertaiment saja. Padahal gadis itu hanya menggunakan aplikasi yang sangat sederhana.
"Wah..kau benar-benar hebat. Kau memang benar-benar fans fanatiknya BTS. Sampai hal seprivate ini kau dapat melacaknya."
"Sudah ku bilang kalau fans fanatik Bangtan sangat nekad. Ini baru satu, kalian tidak tahu ada ratusan hacker undergroud yang siap melancarkan aksinya jika kalian masih bertahan dengan sistem pengamanan seperti ini." Jelas Jihyo.
"Jangan-jangan kau juga telah memasang cctv pribadi dikamar Jin. Aku dengar dia kehilangan celana dalamnya baru-baru ini. Apa itu ulahmu Jihyo?" Celetuk Namjoon membuat orang disekitarnya memicingkan mata kepada Jihyo.
"Yakk.. Aku ini fans fanatik bukan penguntit kak Namjoon." Jihyo kesal karena dia dituduh hal yang menjijikan seperti itu. Sementara Namjoon tertawa terpingkal-pingkal melihat raut lucu gadis didepannya.
"Jadi apa solusinya sekarang?" Suara Yoongi menghentikan perdebatan keduanya. Semua orang yang ada diruangan itu juga ikut berpikir.
" Simple saja. Kau hanya perlu membuat lagu baru dan menjadikannya sebuah title track."
"Kau kira membuat lagu untuk title track semudah membalikkan telapak tangan? Kau tahu lagu yang bocor itu adalah lagu tema musim semi yang akan segera tiba. Bahkan 300 daftar draf laguku tidak ada bisa menandingi indahnya lagu musim semi yang telah bocor itu." Jelas Yoongi panjang lebar.
"Itu terserah padamu, semua ini kan salahmu, jadi kaulah yang harus bertanggung jawab." Jawab Jihyo enteng.
"Jadi kau menyalahkanku?" geram Yoongi.
"Itu harusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri. Daritadi aku dengar kau sibuk menyalahkan staffmu padahal harusnya hal ini bisa dihindari jika saja kau mendengar ucapan aku waktu itu." Sarkas Jihyo. Dia sungguh geram dengan sifat acuh Yoongi yang seperti lepas tangan dalam masalah ini.
Yoongi tidak menjawab. Dia memang mengiyakan semua perkataan gadis didepannya. Karena mau bagaimanapun dia juga salah dalam hal ini.
"Aku setuju dengan Jihyo. Kau harus membuat lagu baru sebagai gantinya Yoongi. Kita tidak mungkin akan menggunakan lagu yang sudah bocor itu. Aku yakin kau mempunyai banyak inspirasi untuk membuatnya." Kini Namjoon ikut menambahkan.
"Aku setuju. Kau bisa membuat lagu dengan teori burung bersiulmu itu PD-nim." Kata Jihyo sambil menggerakkan kedua tangannya membentuk kepakan sayap burung.
Yoongi menatap Jihyo tajam. Bukan marah. Tapi bersyukur. Dia sungguh bersyukur gadis ini datang ditengah kacaunya situasi ini. Datang memberikan solusi yang bijaksana. Sepertinya gadis ini memang ditakdirkan menjadi penengah di antara ego dan sifat tempramental Yoongi. Buktinya hanya gadis ini yang bisa membuat Yoongi diam membatu.
"Baik, jika itu keputusannya. Aku akan mencoba untuk membuat lagu baru. Karena ini usul dari Park Jihyo, kau juga harus bertanggung jawab membantuku mendapatkan inspirasi untuk membuat lagu." Kata Yoongi memutuskan hasil diskusi ini.
Jihyo menganga. "Aku?!!"
Siall..
Oh Tuhan.. Mudah-mudahan bukan inspirasi teori desahan....
__ADS_1
...******...