The Devil Producer

The Devil Producer
Gru


__ADS_3

Cuaca super dingin menyapa pagi di Kota Seoul. Suhu diperkirakan mencapai -8 derajat Celcius. Memang sangat dingin, karena bulan ini merupakan puncak dari musim dingin yang tengah berlangsung. Saking dinginnya Korea Selatan sering disebut sebagai negara dengan killer winter yang sangat parah.


Tapi cuaca dingin diluar tidak mempengaruhi keadaan dalam gedung Min Entertaiment. Cuaca didalam terasa sedikit panas Saat mendengar sang iblis bermulut Samyang Ramyeon sedang memberikan briefieng kepada seluruh staffnya. Dengan wajah datar dan kulit putih pucat yang sudah mirip seperti Edward Cullen, vampire dalam serial film Twilight. Min Yoongi dengan lugas berbicara memberi arahan pada staff tentang rencana Comeback Twice dan BTS dalam waktu dekat.


"Untuk rencana comeback Twice dan BTS dalam waktu dekat ini, aku harap seluruh tim yang bertugas menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Ini akan menjadi persaingan dalam satu agensi. Mengingat kita akan comeback dalam waktu berdekatan. Tim Twice dan tim BTS akan bersaing secara sehat disini. Memperebutkan tahta kursi digital dan juga album fisik. Jadi siapkan diri kalian."


Seperti seorang tengah berpidato, Ucapan yang dilontarkan Yoongi sangat lugas dan tegas.


"Lalu bagaimana dengan lagu BTS yang telah bocor di internet? Apa anda tidak berencana mengundur comeback nya hingga mendapat lagu pengganti PD-nim?" Salah satu staff dari Tim BTS menanyakan perihal lagu yang bocor beberapa hari lalu.


"Tidak, aku tidak berencana menundanya. Karena untuk BTS, producer yang bertanggung jawab menangani lagu mereka adalah aku dan Namjoon jadi segera mungkin aku akan membuat lagu pengganti yang akan kita gunakan untuk tittle track nya. Aku ingin comeback kali ini tetap dilaksanakan sesuai jadwal yaitu pada akhir musim dingin atau awal musim semi. Aku ingin supaya BTS dan Twice dapat memimpin katagori boygroup dan girlgroup pada paruh awal tahun ini. Sehingga kita bisa sedikit lebih banyak mempunyai waktu untuk mempersiapkan comeback berikutnya pada kuarter kedua. Apa ada yang keberatan?"


Semua staff terlihat setuju dengan ucapan Yoongi. Karena mengingat dua group itu adalah yang terpopuler saat ini. Jadi tidak akan sulit bagi mereka menguasai pasar musik lewat lagu-lagu yang akan dirilis. Apalagi kedua group ini sudah mempunyai fandom yang sangat besar.


Sementara semua orang tengah berkonsentrasi dengan apa yang diucapkan Yoongi, lain halnya dengan Jihyo yang sibuk dengan dunianya sendiri. Gadis itu terlihat menutup mulutnya. Berusaha menahan tawa yang ingin menyembur keluar. Sungguh di otaknya sudah terbayang sesuatu yang bagi dirinya sangatlah lucu.


"Hei, apa ada yang lucu?" Namjoon berbisik tepat ditelinga Jihyo. Menanyakan apakah ada yang lucu dengan situasi ini. Karena daritadi dia melihat gadis itu sedang berusaha menahan tawanya.


"Hemm... Kau lihatlah sahabatmu itu. Bukankah sekarang penampilannya sangat lucu." Bisik Jihyo masih berusaha menahan tawanya.


Namjoon menoleh pada Yoongi. Dia memperhatikan pemuda yang tengah berkonsentrasi berbicara pada salah satu staff. Namjoon memperhatikan Yoongi dari atas sampai bawah. Tidak ada yang aneh. Penampilan pemuda itu biasa saja. Dark Jeans berpadu dengan sweater abu-abu dan syal motif garis hitam putih yang melilit di lehernya. Sungguh tak ada yang lucu dari penampilannya.


"Apanya yang lucu? Menurutku biasa saja." Ujar Namjoon yang sedikit kebingungan. Dia tidak mengerti dengan imajinasi Jihyo yang menurutnya terlalu berlebihan.


"Aiishh.. Imajinasimu ini sungguh payah kak. Coba kau perhatikan lagi. Bukankah sekarang PD-nim sangat mirip dengan Gru. Kau tahu Gru bukan? Tokoh dalam film animasi Dispecable Me?"


Namjoon memperhatikan Yoongi kembali dan sedetik kemudian dia menutup mulutnya berusaha menahan tawa.


"Kau lihat raut wajah sangar yang PD-nim pancarkan, sangat mirip seperti Gru. Belum lagi syal yang melilit di lehernya. Bukankah syal itu sama dengan yang di pakai Gru?" Jihyo kembali berbisik kepada Namjoon.


"Wah, kau sungguh jeli Jihyo. Aku jadi membayangkan saat ini dia seperti sedang memberi arahan pada peliharaannya si Minions, dan kita adalah minions itu."Lanjut Namjoon. Pemuda itu sudah cekikikan. Sungguh Jihyo membuat moodnya berubah dengan cepat. Tadi dia sangat mengantuk mendengar ceramah pagi dari Yoongi. Tapi sekarang dia sungguh sangat menikmatinya. Menertawakan Yoongi adalah hal paling langka dalam hidupnya.


"Kau benar kak. Kita sudah seperti sekumpulan minions yang sedang menunggu perintah dari Gru. Apa lagi kau, sweater berwarna kuningmu mengingatkan ku dengan Bob."


"Bob? Mana bisa? Harusnya aku Kevin. Karena aku tinggi dan juga pintar. Yang pas menjadi Bob adalah kau Jihyo. Kau pendek dan juga sangat bodoh." Protes Namjoon yang seakan tidak terima dirinya disamakan dengan tokoh Bob dalam film Minions.


Jihyo mendengus kesal dengan ucapan Namjoon. Tapi setelah itu mereka tertawa cekikikan. Sungguh senang bisa menertawakan Yoongi tanpa pemuda itu ketahui.


"Karena usul dari Park Jihyo yang menyarankan aku membuat lagu baru, aku ingin kau mencari data tentang...." Ucapan Yoongi terhenti saat dirinya menoleh kearah Jihyo. Gadis itu tengah tertawa berdua bersama Namjoon. Entah apa yang mereka bicarakan. Yang jelas saat ini keduanya pasti tidak mendengarkan apa yang diucapkan Yoongi.


"Kalian berdua, apa yang tengah kalian bicarakan?" Suara bengis Yoongi menyadarkan keduanya. Mereka tersentak dan segera mengubah raut wajahnya menjadi serius.


"Apa yang kalian bicarakan? Kalian tidak mendengarkan ucapanku tadi dan memilih sibuk sendiri? Begitu Kim Namjoon dan Park Jihyo?" Tatapan tajam Yoongi membuat Jihyo langsung menunduk. Sungguh pemuda itu sekarang sudah berubah menjadi iblis yang sangat jahat. Jihyo menyenggol pelan tubuh Namjoon berharap pemuda itu yang menjawab pertanyaan Yoongi.


"Aishh.. Kau sensitif sekali Min Yoongi. Kami tidak membicarakan apapun, hanya membahas hal yang sedikit lucu. Iyakan kan Jihyo?"


Jihyo menganggukan kepalanya cepat. Merespon ucapan Namjoon tadi.


Yoongi hanya menaikkan sudut bibirnya. "Benarkah? Hanya sesuatu yang lucu? Coba kau beritahu aku apa sesuatu yang lucu itu."


"Ahh.. Aku rasa itu tak perlu PD-nim. Ini sedikit memalukan. Tapi aku sunguh-sungguh itu bukanlah sesuatu yang penting jadi kau tak perlu memikirkannya." Jawab Jihyo. Gadis itu terus menundukkan kepalanya. Bulu kuduknya tiba-tiba berdiri melihat smirk sadis yang Yoongi tunjukkan.


"Tapi aku ingin tahu, bukankah yang lain juga ingin tahu?" Yoongi menoleh pada staff lainnya yang juga terlihat menganggukkan kepalanya.


"Tapi..."

__ADS_1


"Cepat katakan atau aku akan menghukummu Park Jihyo!" Yoongi sedikit mengeraskan intonasi suaranya.


Jihyo menoleh pada Namjoon yang terlihat menganggukkan kepalanya tapi mulutnya sengaja ia ditutup dengan tangan. Sepertinya sedang menahan tawa.


"Sebenarnya tadi kami hanya sedikit membahas penampilanmu PD-nim.


"Penampilanku?" Yoongi mengernyit heran.


"Iya,Penampilanmu. Apakah Kau tahu sekarang penampilanmu terlihat seperti Gru. Benarkan? Bukankah mereka sangat mirip?" Tanya Jihyo pada seluruh staff yang ada disana. Masih dengan tampang tanpa dosa.


Seluruh staff yang mendengar kompak menutup mulutnya. Ingin tertawa tapi segan dengan Yoongi yang berdiri didepannya. Semuanya terlihat menunduk. Mungkin mereka semua sedang tertawa terpingkal-pingkal didalam hatinya.


Yoongi mengerutkan alisnya saat menyadari situasi itu. "Gru? Siapa itu? Apa dia producer sama sepertiku?"


Kali ini giliran Jihyo yang tertawa. Gadis itu tertawa terbahak mendengar ucapan Yoongi. Sungguh bosnya ini sangat bodoh. "Kau tidak mengenal Gru PD-nim? Dia adalah tokoh dalam film animasi Dispecable Me. Hari ini kau benar-benar mirip dengannya. Lihatlah syal yang kau pakai mirip dengan yang dipakai oleh Gru. Hahaha."


Yoongi membulatkan matanya. Sungguh gadis didepannya sangat menyebalkan. Bisa-bisanya dia menyamakan dirinya dengan Gru si penjahat aneh yang ada dalam film kartun.


"Kau!!" Yoongi menggertakkan giginya. Gadis ini sungguh membuatnya kesal.


"Keruanganku sekarang juga Park Jihyo!"


Yoongi mengakhiri briefieng pagi ini begitu saja. Dia langsung berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai 7. Sementara Jihyo hanya mengikutinya. Dia tahu bahwa semua perkataannya tadi membuat Yoongi marah. Tapi apa boleh buat. Dia sudah mengatakannya. Jadi siap-siap saja mendapat amukan dari iblis liar itu.


Saat sampai diruangan kerjanya, Yoongi melempar syalnya dengan kasar. Dia mengacak wajahnya pelan. Lalu memandang kembali syal berwarna belang itu. Apa benar syal itu mirip dengan yang dipakai Gru? Ah.. Dia harus mencari informasinya di internet setelah ini.


Yoongi menghela nafas nya. Huh.... Cuaca diluar dingin tapi kenapa kepalanya terasa panas. Dia menoleh pada gadis yang mengekori dibelakangnya.


"Kau tau apa kesalahanmu Jihyo?"


"Tidak tahu PD-nim." Jawab Jihyo enteng. Dia sudah tak perduli dengan amarah Yoongi yang hampir meledak.


"Aku akui, memang aku mengobrol saat kau bicara tapi aku tidak ada niat sama sekali membuatmu malu PD-nim."


"Benarkah? Lalu tadi apa? Apa maksudmu tadi mengatakan itu?" Yoongi sekarang benar-benar marah. Dia mendorong kasar tubuh Jihyo hingga membentur tembok. Dia merapatkan jarak keduanya sehingga tidak ada celah gadis itu untuk melarikan diri.


Tubuh Jihyo menegang. Sungguh posisinya dengan Yoongi saat ini sangat dekat. Membuatnya dengan jelas bisa menatap wajah pucat serta senyum iblis Yoongi. Bulu kuduknya berdiri kembali.


"A..ku, aku tidak bermaksud seperti itu. Bukankah tadi kau yang menyuruh aku berbicara. Padahal aku sudah berusaha untuk tidak mengatakannya. Tapi kau yang memaksa. Jadi apa ini juga salahku? Bukankah kau juga bersalah dalam hal ini?" Keberanian Jihyo kembali saat mendapat jawaban yang dapat membungkam Yoongi.


Benar saja. Skakmat untuk Yoongi. Pemuda itu diam. Benar, ini juga salahnya. Dia yang memaksa Jihyo untuk berbicara. Sial.. Gadis ini benar-benar membuatnya mati kutu. Dalam situasi apapun Jihyo dapat dengan mudah membungkam Yoongi sang iblis. Yoongi menjauhkan tubuhnya. Dia berbalik dan mengambil tumpukan berkas yang ada di meja kerjanya.


" Revisi semua berkas itu. Salin kembali kedalam file komputer. Aku tak mau tahu harus selesai hari ini juga."


Jihyo ingin memprotes tapi dia urungkan. Melihat raut wajah Yoongi yang terlihat kesal. Dia takut kalau berbicara lebih banyak lagi, akan membuat kemarahan pemuda itu bangkit kembali. Jihyo hanya mendesah lemah lalu mengambil tumpukan berkas yang sangat banyak itu dan mulai mengerjakannya. Hari ini dipastikan akan menjadi hari yang panjang.


Semangat Park Jihyo.....


...*****...


"Jihyo ada yang mencarimu dibawah." Namjoon masuk keruangan Yoongi sambil membawa kertas partirtur lagu di tangannya.


"Siapa kak?"


"Entah, seorang pria tampan. Kalau tidak salah namanya Bang Chan."

__ADS_1


Jihyo tersentak. "Woaah.. Chanie!"Seru gadis itu bersemangat. Dia menoleh kearah jam. Ternyata sudah waktunya makan siang. Gadis itu berdiri dan segera menghampiri Yoongi.


"PD-nim, aku tahu pekerjaanku masih banyak. Dan aku juga tahu sekarang aku sedang menjalani hukumanku. Tapi ini adalah jam makan siang. Jadi kau tidak berhak mengambil jatah jam makanku. Aku janji aku akan menyelesaikan tugasmu hari ini juga. Tapi tolong ijinkan aku keluar sebentar saja. Aku akan kembali setelah jam istirhat berakhir. Terima kasih PD-nim sudah mengijinkanku." Jihyo berbicara tanpa jeda. Mungkin juga gadis itu berbicara dengan satu kali tarikan nafas. Tanpa menunggu jawaban Yoongi, Jihyo segera mengambil tas di tempat duduknya lalu bergegas keluar dari ruangan Yoongi. Tak lupa gadis itu menyempatkan menyisir sedikit rambut kusutnya dengan jari pada sebuah kaca besar yang ada disana.


Sementara Yoongi melongo dengan tingkah gadis aneh itu. Untuk menjawab saja dia tidak sempat, karena gadis itu sudah keburu menghilang dari pandangannya.


"Kenapa dia?" Yoongi terlihat bingung.


"Entah, mungkin ingin cepat bertemu dengan pacarnya." Jawab Namjoon cepat.


"Pacar? Gadis itu punya pacar?" Tanya Yoongi tak percaya.


"Aku tak tahu, tapi pria tadi kelihatannya sangat dekat dengan Jihyo. Dia bahkan mempunyai julukan untuk gadis itu. Apa tadi katanya? Hemm.. Thomas? Ya, pria tampan itu memanggil Jihyo dengan sebutan Thomas. Aku tak menyangka Jihyo punya teman lelaki setampan itu."


"Tampan? Memangnya setampan apa?" Yoongi memutar bola matanya malas. Namjoon sungguh menjijikan. Memuji seorang pria sampai seperti itu.


"Dia memang tampan, mirip seperti Leader Rookie group StrayKids. Atau mungkin memang dia? Ah.. Aku tak tahu. Tapi kenapa kau jadi sinis begitu? Kau merasa tersaingi oh? Atau kau cemburu?" Namjoon mencoba menggoda Yoongi.


"Buat apa aku merasa tersaingi? Dan apa katamu tadi? Cemburu? Dengan pemuda itu? Woahh.. Sepertinya kiamat akan datang sebentar lagi jika sampai aku cemburu dengan hal seperti ini." Dengus Yoongi kesal. Dia merasa aneh dengan pertanyaan Namjoon. Cemburu? Yang benar saja. Catat, bahwa Yoongi tidak cemburu.


"Aiishh.. Kau ini. Kenaoa marah? Aku hanya bertanya. Tapi melihatmu marah seperti ini aku jadi benar-benar melihat kau mirip seperti Gru." kata Namjoon sebelum dirinya menghilang di balik pintu.


Mata Yoongi membulat. "Sialan kau Kim Namjoon!!!"


...******...


Jihyo memutar-mutar kursinya. Membuat kepalanya makin tambah pusing. Bukan karena tumpukan berkas tadi siang yang diberikan Yoongi. Tugas itu sudah selesai dari dua jam yang lalu.


Kini Jihyo harus dipusingkan kembali dengan tampilan internet di depannya. Dia ditugaskan mencari daerah di Korea yang sudah menapaki peralihan musim dingin ke musim semi. Uh.. Yang benar saja, seluruh daratan Korea sedang membeku sekarang dan dengan gampangnya Min Yoongi meminta hal yang mustahil seperti itu.


"PD-nim, ini sungguh sulit. Menemukan daerah yang sudah mengalami musim semi, sedangkan kenyataannya seluruh bagian Korea Selatan sedang membeku. Apa kau gila? Dimana aku harus mencarinya?"


"Aku tidak peduli. Kau harus mendapatkannya. Bukankah kau yang menyarankan aku untuk membuat lagu baru. Syaratnya aku harus mencari inspirasi saat suasana musim semi. Jadi mau bagaimanapun kau harus menemukannya." Jawab Yoongi yang masih sibuk menulis sesuatu pada notebook nya.


"Aishh.. Kau kejam sekali."


Yoongi menghentikan kegiatannya dan menoleh pada Jihyo yang tengah berputar tidak jelas diatas kursi kerjanya.


"Bukankah kau mengatakan aku seperti Gru. Gru dalan film Dispecable Me adalah tokoh pria jahat yang kejam. Jadi jangan salahkan kalau sekarang aku kejam padamu."


"Tidak, Gru tidaklah jahat. Dia sebenarnya baik. Buktinya dia dengan sukarela mau mengadopsi Margo, Edith dan Agnes yang ada di panti asuhan." Balas Jihyo.


"Itu karena dia ingin menerobos masuk ke markas Victor dengan menyamar sebagai pengantar kue. Dengan kata lain, Gru terpaksa mengadopsi anak-anak itu demi kepentingannya sendiri." jawab Yoongi.


"Tapi setelah itu dia berubah menjadi orang yang lebih baik. Dia menjadi ayah yang baik bagi ketiga anak adopsinya itu." jawab Jihyo tak mau kalah.


"Terserah kau saja. Anggap aku sekarang adalah Gru dengan sikapnya yang jahat. Cepat kerjakan tugasmu. Aku beri kau waktu dua hari untuk mencarinya."


Jihyo mendengus kesal. Sungguh Min Yoongi yang menyebalkan. Ingin rasanya Jihyo meminta Ji Eun Tak untuk membuat perasaan Kim Shin bahagia saat ini. Sehingga dirinya bisa melihat bunga persik mekar saat musim dingin masih menyelimuti Korea Selatan.


"Oh.. Ji Eun Tak, ku mohon, buatlah pengantinmu Kim Shin merasakan perasaan bahagia sekarang juga. Supaya aku bisa melempar kumpulan bunga persik kewajah PD-nim yang sangat menyebalkan ini." Jihyo berteriak kencang berusaha menenangkan pikirannya yang sedikit kacau.


Ji Eun Tak? Kim Shin? Siapa lagi itu? Yoongi menoleh mendengar ocehan gadis itu." Siapa mereka?" Tanya Yoongi penasaran.


"Goblin dan pengantinnya. Kau tak tahu?" Tanya Jihyo dengan raut wajah polosnya.

__ADS_1


Mendengar itu Yoongi menghela nafasnya kasar. Sungguh menghadapi gadis ini membuat darahnya cepat mendidih. Setelah membicarakan film animasi sekarang gadis ini membicarakan drama Korea. Sepertinya Yoongi harus melarang gadis ini menonton untuk sementara waktu.


...******...


__ADS_2