The Dream ( Mengejar Impian)

The Dream ( Mengejar Impian)
Bab 15- Terjebak di Lift


__ADS_3

Alexa yang penasaran kenapa Zara bisa memakai kebaya yang tidak di pilih oleh nya itu pun berinisiatif menelfon Zara. Saat Alexa menelfon Zara ternyata sikap Zara kepada Alexa begitu kasar dan ternyata dia tidak pernah menganggap Alexa adalah temannya. Alexa yang tidak menyangka perkataan Zara itu hanya menangis. Sementara itu, Louis yang sebenarnya berdiri diluar kamar Alexa itu tidak sengaja mendengar semua obrolan Zara dengan Alexa. Louis pun mengetuk pintu kamar Alexa. Alexa yang mendengar suara ketukan itupun mengelap air matanya dan berjalan ke arah pintu, Dia pun membuka pintu itu dan melihat Louis di depannya.


"Louis, kamu sedang apa disini?" tanya Alexa


"Aku lapar, lagian kita belum makan malam! bagaimana kalo kita makan di luar?" ucap Louis yang berusaha menghibur Alexa


Alexa pun menggelengkan kepala dengan tidak semangat


"Aku tidak lapar, kamu saja yang makan!" ucap Alexa dengan lesu


"Kalo begitu, ikut aku!" Ucap Louis sambil menggenggam tangan Alexa


"Kita mau kemana?" tanya Alexa


"Ke tempat yang indah!" ucap Louis


Merekapun menaiki lift menuju lantai 12. setelah sampai di lantai 12, Louis mengajak Alexa ke cafe yang ada di rooftop Hotel. Louis dan Alexa pun duduk di paling ujung.


"Wah, indah sekali jogja di malam hari" ucap Alexa memandang langit


"Memang, mangkanya sayang jika di lewatkan." ucap Louis sambil tersenyum


Alexa pun mengehela nafas dan mencoba melupakan masalah yang sedang terjadi dengan Zara . Louis pun menoleh ke arah Alexa.


"Meskipun tidak ada yang mau menjadi temanmu. kamu masih memiliki aku, Alexa!" Ucap Louis


Alexa pun menoleh ke arah dengan mata yang berkaca.


"Tumpahkan saja air matamu, jika itu membuat hatimu tenang!" ucap Louis pada Alexa


Air mata Alexa pun tidak tertahankan, dia pun menangis sekencang-kencangnya.Louis pun memeluk Alexa dengan lembut, dia pun mengusap punggung Alexa.saat mereka sedang berpelukan tiba-tiba datang seorang pria menghampiri mereka.


"Kalian sedang apa?" tanya pria itu.


Louis pun melepaskan pelukannya dan Alexa pun menghapus air matanya. Mereka pun melihat ke pria itu, ternyata pria itu adalah Sean.


"Sean, kamu kenapa ada di sini?"Tanya Alexa


"Oh..aku ingin melihat pemandangan Jogja pada malam hari! Bagaimana dengan kalian?" ucap Sean


Saat Louis ingin menjawabnya tiba dia mendapatkan telepon dari ayahnya.


"Angkat saja!" ucap Alexa menyuruh Louis untuk mengangkat telfon


"Kalau gitu aku tinggal sebentar dulu ya kalau gitu aku tinggal sebentar dulu ya, Sean kamu bisa menjaga partner kesayanganku ini?" Ucap Louis menyuruh Sean untuk menjaga Alexa


"Hey, Aku bukan anak kecil lagi yang di harus di jaga!" ucap Alexa yang kesal


Louis pun mencubit hidung Alexa dengan gemas


"Aww..Sakit!" ucap Alexa yang kesakitan.


Louis pun tertawa dan berpamitan dengan Alexa.


"Jika, aku tidak kembali kesini. bisakah kamu mengantar Alexa ke kamarnya?" Tanya Louis pada Sean

__ADS_1


"Tenang saja, Tidak akan ada om-om yang akan menculiknya" Ucap Sean sambil merangkul Alexa


"Kaulah om nya!" ucap Louis


"Heyyy....." teriak Sean


Louis pun tertawa dan membalikkan badannya lalu kembali ke kamar.


"Kau... sebenarnya ada hubungan apa dengan Louis?" Ucap Sean memajukkan tubuh ke dan menatap Alexa


Alexa yang sedang minum pun tersedak mendengar pertanyaan Sean.


"Kau bicara apa, sih! jangan ngaco deh"ucap Alexa


Sean melihat pipi Alexa yang sedikit memerah.


"Jika memang kamu tidak memiliki hubungan, kenapa pipimu memerah?"ucap Sean sambil mencubit pipi Alexa


"Sudahlah.. Aku dan Louis hanya partner kerja saja!"ucap Alexa melepaskan cubitan dari Sean


"Hmm..benarkah?"tanya Sean sambil menggoda Alexa


"Sudah.. aku mau kembali ke kamar saja!"ucap Alexa


Alexa pun berdiri dari kursi dan berjalan terlebih dahulu


"Hey.. tunggu!"ucap Sean sambil mengejar Alexa


Alexa pun berdiri menunggu di depan lift.


Alexa pun mengalihkan pandangannya beberapa menit pintu lift terbuka dan mereka pun masuk ke dalamnya. di dalam lift, Sean mengambil permen yang ada di saku nya.


"Kau mau?" ucap Sean sambil menawarkan permen pada Alexa


"Hmm.. boleh saja!" ucap Alexa pun mengambil permen yang ada di tangan Sean


"Terimakasih untuk permennya"ucap Alexa sambil tersenyum


Dia pun membuka permen itu, mereka pun berbincang-bincang. Saat mereka mengobrol tiba-tiba Petir menyambar membuat lift berguncang. Alexa pun terkejut dan reflek memeluk Sean. Lampu lift pun mati dan Lift juga berhenti. Alexa pun melihat ke Sean.


"Apa yang terjadi? Kenapa gelap sekali!"ucap Alexa yang menjadi panik


Sean pun mengusap pundak Alexa mencoba menenangkan Alexa


"Sepertinya, kita terjebak di lift untuk beberapa menit"Ucap Sean


"Coba kamu telfon, Louis dan panitia!" Ucap Alexa


Sean pun mengeluarkan ponselnya, saat ingin menghubungi seseorang namun sinyal tidak ada.


"Sepertinya, lift ini membuat jaringan menghilang!"ucap Sean pada Alexa


Alexa pun semakin panik setelah tau tidak ada seorang pun menolong mereka.


"terus kita harus bagaimana, Sean?Aku takut!" ucap Alexa

__ADS_1


Sean pun mengajak Alexa duduk dan tenang.


"Sekarang kita harus tenang dan duduk sambil menunggu lift ini di betulkan"ucap Sean


"Kalau kamu panik tidak akan ada yang bisa membantu kita jadi kita harus tetap tenang, Alexa!"ucap Sean


Alexa pun mengangguk. mereka pun duduk di lantai sambil menunggu lift normal lagi. beberapa jam terjebak di lift yang gelap dan tidak ada udara membuat Alexa kehabisan nafas.


"S-sean... kenapa aku tidak bisa bernafas"ucap Alexa yang terengah-engah


Dengan panik Sean menoleh ke arah Alexa.


"Alexa, kamu baik-baik saja?"tanya Sean dengan panik


"Aku butuh udara, Sean! apakah aku akan mati disini!"ucap Alexa


"Kamu jangan bicara sembarangan!"ucap Sean


Saat ingin menjawab, Alexa pun tidak sadar kan diri.


"Dia pingsan? aku harus bagaimana!" ucap Sean yang melihat sekitar


"Tidak ada waktu, aku harus memberikan dia nafas buatan!"ucap Sean


Sean pun langsung memberikan nafas buatan untuk Alexa. Sean pun menjepit hidung Alexa,Lalu Sean menarik nafas dan mencium bibir Alexa dengan lembut. Sean melihat ke wajah Alexa yang sangat dekat dengan wajahnya


"Cantiknya!"gumam Sean


Alexa pun tersadar, saat membuka matanya Alexa terkejut melihat Sean di depan wajahnya dan mencium bibirnya. dengan reflek Alexa pun mendorong Sean


"Aduhh..."ucap Sean terpentok ke dinding lift


"Ahh... maaf aku ga sengaja! kamu baik-baik saja, Sean?" tanya Alexa menghampiri sean


"Kenapa kamu mendorongku tiba-tiba?" ucap Sean


"Lagian Kamu ngapain mencium ku? jangan-jangan kamu mau...." ucap Alexa langsung menutupi kedua dadanya


Sean pun mendorong kepala Alexa dengan pelan.


"Dasar mesum, Lagian kamu bukan tipe ku!"ucap Sean


"Terus ngapain kamu tiba-tiba menciumku?" ucap Alexa menaikan alisnya


"Tadi, kamu tidak sadar kan diri nona Alexaa.."ucap Sean


"jadi aku memberikan nafas buatan untukmu! Bukannya bilang terimakasih malah di tuduh yang macam-macam"ucap Sean


"Ya, maaf .. aku kira kamu mau..."ucap Alexa


Saat Alexa berbicara tiba-tiba lampu lift pun menyala dan lift pun nyala


"Akhirnya liftnya nyala lagi,Sean!" ucap Alexa yang reflek itu langsung memeluk Sean


Saat mereka berpelukan tiba-tiba pintu lift terbuka. banyak orang berdiri di depan pintu termasuk Louis, Kei ,Leon dan Zara.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2