
Cpt 21
Di bawah langit malam di penuhi oleh bintang yang bertebaran di lautan kosmik. Nampak Zaki sedang berjalan di sebuah gang kecil yang cukup kotor di sana, lalu terlihat di depannya ada sebuah rumah kecil berdiri dengan lampu yang menyala.
Lalu Zaki mendekatinya, dan melihat ke dalam lewat jendela kecil yang tersedia di sana. Dan saat itu Zaki melihat anak perempuan yang lumayan Mirip dengan Erina.
Perawakannya sekitar anak berumur 6-7 Tahun. Tapi ia sedang duduk termenung seakan ia sedang menunggu seseorang. Lalu terdengar ia mulai mengatakan sesuatu. "Kapan kakakku pulang?"
Zaki yang melihatnya hanya terus memperhatikan apa yang sedang ia lakukan. Ia akan terus mengawasi adiknya Erina untuk menjaga keamanannya, tetapi ia tak akan menunjukan dirinya karena itu akan menimbulkan kecurigaan.
"Memang benar, kondisi ekonomi mereka sangat rendah." Gumam Zaki
Lalu saat itu, seseorang berbadan kekar dan besar sedang menuju kerumah Erina itu. Zaki yang melihatnya segera menjauh dan menyembunyikan aura keberadaannya. Tapi ia tetap memperhatikannya dan mengawasi apa yang akan di lakukannya
'Siapa dia?' dia sedikit penasaran dengan pria yang datang tadi.
__ADS_1
Lalu saat itu, Zaki melihat pria itu mulai mengetuk pintu rumah Erina. Dan tak lama juga, pintu itu di buka oleh adiknya Erina yang sedang jaga rumah.
Tetapi saat Zaki melihatnya dari jauh, pria itu terlihat marah-marah kepada adiknya Erina saat ia menjawab pertanyaan dari pria itu.
Dan terlihat ia mulai mengangkat adiknya Eri, lalu melemparnya ke luar. Zaki yang melihat itu menjadi cukup terkejut, "Sepertinya dia itu orang penagih hutang. Aku harus menghentikannya."
Swossh!*
Saat itu, Zaki berlari menuju ke tempat kejadian.
Sedangkan di sisi adiknya Erina, ia sedang menangis sembari menahan rasa sakit yang ia rasakan akibat di lempar keras oleh Pria jahat itu.
"Ini sudah tenggat waktunya kakakmu membayar hutangnya! Mau sampai kapan aku harus menunggu ha!?" Pria itu masih marah-marah dan mendekat ke adiknya Erina.
"Eri.. Eri minta maaf! Kakak pasti a-akan segera melunasinya..."
__ADS_1
Baaag!*
Namun dia sama sekali tak mendengarkannya, lalu ia menendang tubuh Eri sampai terlempar beberapa meter. "Ghaaaak..!" Eri nampak begitu kesakitan, ia memegang perutnya yang sudah terasa begitu nyeri, sampai-sampai ia mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya.
"Sa...kit..."
"Kakakmu sudah berjanji! Jika dia tak membayar hutangnya hari ini, ia akan memberikan tubuhnya kepada bos kami! Jadi cepat cari kakakmu, jika tidak... Aku akan membawamu sebagai ganti kakakmu!"
Eri yang mendengarnya sangat terkejut, ia ketakutan setengah mati saat ini. Belum lagi, tubuhnya sangat sakit sampai-sampai dirinya tak bisa berdiri sama sekali. Untuk berbicara saja sudah begitu menyakitkan. "Ak...."
"Cepat cari----"
Dengan sangat cepat, sebuah serangan yang sangat fatal mengenai pria kekar itu dari arah yang tak bisa di prediksi. Hal itu membuat pria itu terlempar jauh hingga menabrak tembok sampai tembok itu retak.
Braaaaaaak!*
__ADS_1
"Memalukan sekali, sampah sekali sampai-sampai membawa anak-anak yang tak ada kaitannya." Pria berjubah putih tiba-tiba muncul berdiri di depan Eri yang tergeletak lemas itu.
Eri yang melihatnya sangatlah terkejut. Ia bertanya-tanya siapa pria itu.. "Si-siapa?"