The Dungeon

The Dungeon
Chapter 22


__ADS_3

Sedangkan Pria berbadan kekar itu pun berdiri dan menatap marah pria berjubah putih itu. Lalu saat melihatnya, ia langsung mengetahui siapa dia. "K-kau! Kau itu bukannya hunter yang menyelesaikan dungeon tercepat baru-baru ini?!"


"Hoh... Rupanya aku terkenal di kalangan orang seperti kalian. Jadi apa urusanmu dengan gadis yang bernama Erina?" Tanya Zaki dengan ekspresi yang sedikit tajam.


"Dia memiliki hutang besar kepada kami! Aku hanya datang menagihnya saja! Jadi apa urusanmu sampai-sampai kau menyerang ku sampai separah ini!?" Pria itu nampak sangat marah kepada Zaki.


Namun Zaki tetap tak mempedulikannya dan masih memperhatikan ekspresi yang sama. Hal itu membuat pria yang baru saja di pukul Zaki menjadi semakin marah.


"Bajinga----"


"Berapa hutang yang harus dia bayar?" Sesaat amarah pria itu menjadi terhenti setelah mendengarnya. Ia agak terkejut dengan apa yang di katakan Zaki.


"Hu-Hutangnya 500.000 Grie. Itu jumlah yang cukup banyak, apakah kau tahu!?" Pria itu mengatakan jumlahnya, dia pikir Zaki akan terkejut setelah mendengar jumlah yang begitu banyak itu.


Tetapi saat itu, Zaki sama sekali tak terkejut. Karena baginya, uang sebanyak itu masih terlalu sedikit baginya. Walaupun Rumah Zaki sederhana, namun Zaki memiliki uang yang begitu banyak dari hasil menjual Kristal Monster yang ia dapatkan.


"Hm..."


Zaki nampak mengambil sesuatu dari balik jubahnya. Dan setelah itu, ia mulai melemparkan satu kantong koin yang begitu banyak di dalamnya. "Jumlahnya kurang lebih 600.000 Grie, anggap saja itu bonus bagimu."

__ADS_1


Pria itu sangat terkejut, lalu dengan cepat ia segera mengambil dan mengecek isinya. Dan benar saja, semua itu terisi oleh Koin satuan 10.000 Grie yang begitu banyak. Hal itu membuat dirinya begitu terkejut.


"Ini asli..."


"Jadi, bisakah kau pergi dan janggu keluarga ini lagi?" Tanya Zaki dengan begitu dingin.


"Baiklah, akan ku terima. Aku tidak akan mendekat keluarga Erina lagi." Pria itu mulai pergi dan menjauh dari tempat Zaki dan Eri.


Namun sesaat dia melewatinya, Zaki memberikan satu ancaman kepadanya "Jika kau berani mendekatinya, bukan hanya kau saja yang akan ku hancurkan, organisasi mu juga akan ku porak-poranda kan."


Saat itu, ia menatap Zaki dengan sedikit takut. "Te-tentu saja, aku adalah orang yang selalu menepati janji."


Lalu ia mulai sedikit menyalurkan energi sihir nya ke gulungan sihir penyembuh itu. Dan rune sihir penyembuh yang mana itu mulai menyembuhkan Eri yang terluka itu.


Tetapi Eri langsung pingsan setelahnya, Zaki pun membawanya ke dalam rumah lalu menidurkan Eri ke dalam rumahnya. "Tidurlah yang nyenyak, aku akan menjagamu sampai kakakmu pulang."


Lalu Zaki pergi keluar dari rumah Erina, namun sebelum itu. Ia telah memberikan makan-makanan untuk Eri makan. Di setiap harinya, selama dua minggu lebih.


Karena latihan Erina tak boleh di ganggu dan tak mengizinkan Erina pulang ke rumahnya. Sehingga Zaki akan menjaga adiknya Erina dan kadang menemaninya bermain.

__ADS_1


........


2 minggu lebih 4 Hari pun datang, dimana latihan Erina telah selesai sepenuhnya. Ia telah menguasai teknik-teknik berpedang atribut Es dan Api dalam waktu yang begitu singkat.


Erina adalah seorang jenius.


Lalu terlihat, Zaki dan Erina sedang berhadapan satu sama lain di tempat latihan. Tak hanya itu, terlihat juga Eri sedang menonton di bangku pinggir untuk melihat hasil latihan kakaknya.


"Kakak... Semangat!"


Eri memberikan semangat kepada kakaknya, sedangkan Erina ia pun menjawabnya dengan senyuman penuh dengan percaya diri.


Sementara itu Zaki pun bersiap untuk menyerang dengan mata tajam penuh tanpa celah sama sekali. Itu terlihat kuda-kuda nya yang begitu sempurna. "Apakah kau siap, gadis payah?"


"Kau pasti akan terkejut perkembangan kekuatan dari gadis yang kau panggil payah ini." Erina tersenyum menjawabnya, ia juga akan membuktikan hasil dari latihannya.


"Jangan banyak omong. Kemari lah..."


Saat itu juga, Erina langsung menerjang ke depan dengan kecepatan yang sudah jauh lebih cepat dari sebelumnya. Dan saat Zaki melihat itu, ia tersenyum tipis. "Terimalah!"

__ADS_1


__ADS_2