
Chapter 23
Saat itu juga, Erina langsung menerjang ke depan dengan kecepatan yang sudah jauh lebih cepat dari sebelumnya. Dan saat Zaki melihat itu, ia tersenyum tipis. "Terimalah!"
Dan saat itu, Erina mulai menggunakan teknik berpedang yang ia pelajari. "" Erina angsung berada di depan Zaki dan mulai menebas melingkar seperti roda api merah
*SRING*
Zaki menghindari serangan itu dengan mudah, Tetapi serangan Erina tidak berhenti di situ saja.
"" Kemudian, Erina mulai menebas Zaki secara vertikal dimana katana milik Erina di lapisi oleh api merah menyala yang sangat panas.
Tetapi tetap saja, serangan itu sangat mudah untuk di hindari oleh Zaki. Hanya dengan memundurkan tubuhnya saja selangkah, serangan Erina tak akan mengenai dirinya.
Dan tentu saja, Erina sama sekali tak terkejut jika Zaki menghindari semua serangannya dengan mudah. Karena baginya, serangan yang ia lancarkan itu masih acak-acakan dan tak memiliki ritme yang bagus di dalamnya
"Bagaimana dengan serangan ini!" Erina akan melanjutkan dan menggunakan teknik selanjutnya. Namun saat itu, nampak Zaki mulai mengeluarkan nafas anginnya.
Lalu tangannya, memegang gagang katana dan mengeluarkan katana nya dari sarungnya. Seketika, sebuah serangan sabit angin yang begitu besar di lancarkan kepada Erina.
""
__ADS_1
Zaki menggunakan teknik pertama, saat Erina mengetahuinya. Ia segera memakai teknik pedang selanjutnya.
Namun sekarang, ia tak akan menggunakan teknik berpedang atribut Api. Melainkan, yaitu "Es"
Kemudian, ia mulai mengatur nafasnya. Lalu saat itu, udara menjadi sedikit lebih dingin "Teknik Pedang Es 1: Gelombang Es Beku!>"
Ia mulai mengibaskan katana miliknya, seketika sebuah ombak es muncul di depannya lalu menghalangi serangan angin dari Zaki. Dan membuat ledakan udara dingin yang cukup besar karena kedua serangan itu memiliki sifat menghancurkan satu sama lain.
*BOOOOOM!!!!*
"Dingin sekali, kakak Zaki dan Erina memang sangat kuat..." Ucap Eri yang sedang menonton di pinggir arena pertempuran. Saat ini, ia merasakan dingin di sekujur tubuhnya.
Seketika, Zaki bergerak dengan kecepatan tinggi dan membuat bayang-bayang yang begitu banyak di sekitar Erina. Dan saat melihat serangan itu, Erina cukup terkejut, karena ia yakin bahwa serangan dari Zaki kali ini
Lebih menakutkan dari sebelumnya. "Akan ku gunakan teknik ini!"
""
Erina mulai memutar Katana miliknya, kemudian menciptakan sebuah badai es yang begitu dingin, dan sangat cepat hingga membuat udara di sekitarnya menjadi membeku.
Swossshhhhhh.....*
__ADS_1
Walaupun serangan itu memiliki jangkauan yang begitu luas, Erina merasa tenang serangannya tak akan melukai Adiknya karena di sekitar arena, Zaki telah memasang sebuah lapisan sihir pelindung di sekitarnya.
Tetapi itu akan tetap membuat Eri merasa sedikit kedinginan karena udara dingin yang di ciptakan oleh Erina.
Dan ketika Zaki yang melihat teknik yang di keluarkan Erina. Ia tersenyum tipis saat ini. Lalu ia mulai mengatakan sesuatu di dalam hatinya sembari bergerak memutar di sekitarnya dengan kecepatan tinggi. "Aku tahu Erina, kau tak akan bisa menguasai semua teknik pedang es dan api dalam waktu 2 minggu saja."
"Dan teknik yang kau gunakan ini, merupakan teknik terakhir dan terkuat yang bisa kau gunakan bukan?"
Erina pun menjawab perkataan Zaki dengan begitu senang, ia tersenyum lembut saat ini saat menjawabnya.
"Aku sangat berterima kasih kepadamu, Zaki. Berkatmu, kehidupanku dengan adikku menjadi lebih baik, aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu."
Erina merasa sangat bersyukur dan sangat berterimakasih kepada Zaki karena telah membantu dirinya membuat kehidupan keluarganya menjadi lebih baik. Tak hanya itu saja, Zaki telah membuatnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Jasa yang telah di berikan Zaki kepadanya... Erina tak akan melupakannya sampai kapanpun.
Sedangkan Zaki yang mendengar perkataan Erina. Ia sedikit tersenyum walupun senyuman itu tak dapat di lihat oleh Erina karena gerakan Zaki yang sudah melampaui kecepatan matanya.
Tetapi, Erina tahu bahwa saat ini Zaki tersenyum.
"Aku harap, kita bisa tetap bersama seperti ini Zaki..." Dan satu-satunya yang Erina inginkan saat ini darinya hanyalah ini.
__ADS_1