THE GUNSLINGER

THE GUNSLINGER
RENCANA KE IBU KOTA


__ADS_3

" tak terasa aku disini sudah hampir dua bulan bahkan levelku terus naik bahkan di sistem sudah ada shop nya untuk membeli barang yang di butuhkan.


" selama sebulan saya terus mengambil misi dengan tingkat yang lebih sulit membuat ku jadi petualang tingkat B dengan level yang tinggi bahkan Buza pun tekejut melihat dengan perkembangan kemampuanku" di dalam fikiran Kim karna yang mengetahui sistem level hanyalah Kim sedangkan orang lain hanya melihat dari aura yang dipancarkan oleh Kim.


Nama. : KIM


umur. : 14


job. : assasin mage, gunslinger


title. :petualang tingkat B


level. : 70


HP. : 70000/70000


MP. : 7000/7000


copper. : 1.994 gold 5000 silver 609 bronze


skill


. : P : dual exp, unlimited bullet,regeneration


A : seven elements shot, shadow step, shadow kill


Weapon:


pistol (2) LV 40


dagger (1) level rendah


dagger (2) tinggi


inventori:

__ADS_1


armor ringan (4)tinggi


pakaian petualang(7)tinggi


pakaian (10)


masker (35)


potion penyembuh (60)tinggi


potion penyembuh (70) rendah


mana potion(40) tinggi


mana potion (100) rendah


" bahkan pistol ku sudah bisa mengeluarkan 3 element secara bersamaan yang meliki daya rusak yang lebih besar lagi" dengan mata berbinar.


" tapi saya harus menyembunyikan level ini agar tidak menimbulkan keributan yang lebih banyak lagi" sambil mencari sesuatu di sistem untuk hal itu.


Tak lama Kim menemukan sebuah kalung di shop dengan bagian hiasan kristal berbentuk hexagon dengan sekitar 1 cm.


" kalung pelenyap?"


dingg!! kalung pelenyap adalah kalung yang bisa membuat status seseorang jadi tidak terlihat selama kalung itu masih terpasang di leher pengguna.


" baiklah meskipun harganya mahal ini sesuai dengan kebutuhanku saat ini" sambil memakai kalung tersebut.


" sudah saatnya keluar dari kota Aeria dan menuju ke ibu kota Sunda Empire sekaligus menepati janji pada Syara". setelah memakai


semua perlengkapan petualang lengkap dengan jubah dan masker nya.


kemudian beranjak keluar dari penginapan untuk melanjutkan perjalanan ke ibu kota.


namun sebelum itu dia menuju ke guild untuk memberi tahu rencananya menuju ibu kota.

__ADS_1


Didalam ruangan Kim sudah duduk dengan Buza untuk menyampaikan rencananya .


" apa kah keputusan mu untuk berpetualang menuju ke ibu kota?" tanya Buza dengan tenang sambil meminum arak yang dia tuang sendiri


" Iyya paman saya ingin melakukan perjalan ke ibu kota Sunda Empire" sambil menatap Buza yang masih meminum arak miliknya


" apakah kamu akan kembali ke kota Aeria ini" mulai berhenti meminum arak dan menatap Kim dengan serius.


" saya akan kembali tapi membutuhkan waktu yang lama untuk kembali paman" sambil terus menatap Buza


" baiklah itu sudah jadi keputusan mu maka saya tidak bisa menahanmu juga lebih lama disini" sambil meletakkan cangkir arak nya kembali dia atas meja


" kapan kamu pergi ?" mulai menatap Kim dan menuang kembali arak kedalam gelasnya


" saya akan berangkat besok pagi paman "


" baiklah kalu begitu saya hanya bisa mendoakan keselamatanmu" kata Buza dengan menatap penuh makna setelah menemukan potensi serta kekuatan Kim yang sangat luar bisa dengan umur yang masih muda.


" kalau begitu saya pamit dulu paman untuk mempersiapkan keberangkatan besok" mulai berdiri di ikuti oleh Buza


" baiklah " sambil menarik Kim kedalam pelukannya


" kamu adalah petualang termuda disini dan sangat mengagumkan kamu seperti anak bagi saya" sambil memeluk lebih erat Kim


" terima kasih paman, paman juga sudah seperti ayah saya dan selalu meluangkan waktu kerja paman untuk menemani saya" Kim mulai terharu karna selama ini dia tinggal sendiri tanpa orang tua baik itu di dunia yang dulu maupun didunia sekarang tapi hari ini Kim seperti menemukan kehangatan seorang ayah dan secara refleks memeluk balik Buza.


" ekhemmmm... " batuk Karin dari balik pintu


" ayah bahkan sudah jarang memelukku" bentak Karin kepada ayah nya karna cemburu melihat ayah memeluk Kim.


" kau bocah ayahku pun kau ambil?" mulai berjalan menuju ke arah Kim dan Buza mulai melepaskan pelukan mereka.


Namun sebelum sampai Kim malah ikut berjalan ke arah Karin dan langsung memeluk Karin sedangkan Buza yang terkejut melihat tingkah Kim itu mulai tersenyum


" makasih kak Karin " memeluk Karin

__ADS_1


" apa yang kau lakukan bocah " Karin mulai luluh dan membiarkan Kim memeluknya


setelah itu Kim juga berpamitan ke pada Karin untuk melakukan perjalanan ke ibu kota.


__ADS_2