
"Terimah kasih sudah menolongku " setelah tenaganya kambali terisi setelah mendapat beberapa potion dari Kim.
" knapa kamu berada di hutan ini sendirian"
tanya Kim kepada pemuda yang bernama Misaki.
" saya ingin mencari desa atau tempat tinggal setelah keluar dari kota Aeria untuk menghindari orang orang yang selalu menyiksa saya karna tidak bisa berbuat apa karna saya buta" sambil memegang botol potion yang mulai kosong
" trus bagaimana kamu bisa melihat jalan untuk bergerak bahkan tidak takut untuk tersesat?" Kim mulai penasaran karna Misaki bisa berjalan sejauh ini dan tetap berada di jalan.
" saya memiliki indra yang sangat kuat dari orang lain termasuk Indra pendengaran tapi karna saya tidak bisa bertarung saya hanya akan menjadi bahan siksaan oleh orang lain" Misaki terus bercerita kepada Kim karna baru kali ini dia bisa berbicara dengan santai kepada orang lain
" kamu sendiri mau kemana?" Misaki bertanya balik kepada Kim
" saya sedang melakukan perjalanan ke ibu kota dan tidak sengaja menemukanmu di pukuli oleh para bandit" ucap Kim yang duduk di samping Misaki.
" Misaki apakah kau ingin ikut dengan ku?"
tanya Kim mengajak Misaki untuk melakukan perjalanan ke ibu kota
" tidak perlu saya hanya akan jadi beban perjalanan mu saya akan singgah di desa terdekat untuk menetap" ucap Misaki yang tekut merepotkan Kim
" terus apakah kau yakin setelah sampai di desa mereka akan menerimamu dan tidak akan mendapat siksaan lagi?" sambil menatap misaki
" saya tidak tau" merasa putus asa setelah mendengar ucapan Kim
__ADS_1
" saya bisa membantumu menjadi kuat bahkan bisa membuatmu melihat lagi" dengan wajah serius mengatakan kepada misaki.
" apakah kau serius dengan itu?" Misaki mulai luluh mendengan ajakan Kim
" saya serius aku ingin menjadikan mu rekan ku Misaki" jawab Kim
" mengapa kau ingin menjadikan ku rekan mu?" Misaki mulai menelisik untuk meyakinkan dirinya menerima ajakan Kim
" dulu saya juga sepertimu yang harus bertahan hidup sendiri tanpa seorang teman bahkan sering di hajar oleh orang lain karna lemah" Kim menceritakan pengalaman yang dia alami sebelum menjadi pembunuh bayaran
" baiklah saya akan ikut dengan mu dan berusaha menjadi kuat untuk bisa membantumu"
mendengar itu Kim mulai tersenyum ke arah Misaki
mendengar itu Kim menghentikan senyumnya kepada misaki
" hahaha ternyata kamu lucu juga Kim " ucap Misaki sadikit tertawa.
"baiklah karna kamu sudah menjadi rekan ku aku akan mencoba menyembuhkan matamu"
sambi mencari obat di shop sistem
" tidak perlu menyembuhkan mataku saya tidak ingin melihat hal hal yang menyeramkan lagi termasuk pembunuhan" ucap Misaki
" apakah kau yakin" tanya Kim yang sedikit terkejut atas pilihan Misaki
__ADS_1
" saya yakin saya hanya perlu mengasah semua indraku untuk dapat bergerak seperti orang yang dapat melihat." Misaki mulai meyakinkan Kim dengan pilihannya untuk tetap buta
" baikalah tapi saya akan memberimu sebuah potion untuk meningkatkan Indra mu termasuk indra perasa mu"
" baiklah kalau begitu" Misaki menerima usulan Kim karna merasa itu yang paling baik
setelah lama mencari di shop sistem Kim akhirnya menemukan sebuah pil sebesar kelereng
" pil bunga tulip? "sambil membaca fungsi dari pil ini yang dapat meningkatkan indra di atas rata rata kecuali Indra yang terluka atau sudah tidak berfungsi lagi
" Misaki makanlah pil ini" sambil menyodorkan pil yang di beli dari shop sistem meskipun harus kehilangan ratusan copper goldnya
"pil apa ini?" sambil terus meraba bentuk pil yang seukuran kelereng itu
" itu pil bunga tulip"
" A....apa! pil bunga tulip?" Misaki terkejut mendengar pil yang ada di tangan nya itu adalah pil yang sangat berharga dan sangat langkah hanya ada beberapa pil saja di seluruh kekaisaran Atlanta
" apa kah kau tau harga dari pil ini?" Misaki mulai ragu untuk mengambil pil itu
" tenang saja aku juga mendapat banyak harta dari para bandit itu jadi tidak akan terlalu berdampak heheheh" kata Kim sedikit tertawa kearah Misaki.
" Misaki makan lah pil itu kemudian kita melanjutkan perjalanan menuju ibu kota" kata Kim yang sudah memikirkan cara untuk membuat Misaki menjadi kuat dalam waktu yang tidak terlalu lama.
"Baiklah kalau begitu saya akan memakan pil ini" Misaki mulai memasukkan pil itu kedalam mulutnya beberapa saat kemudian tubuh Misaki sedikit bergetar dan taklama Misaki mulai berdiri dengan wajah sangat senang
__ADS_1