
" gak papa kok..lagian ini udah sore, aku pulang dulu ya..."
" Ara..sini biar aku antarin..."
" gausah kak...aku ngerepotin nih..apalagi kakak kan lagi sama teman kakak."
" Ara gak papa kok..lagian aku juga mau pulang kok.."
" tapi..."
" udah..ayo...oh..iy..satu lagi, jangan pernah panggil aku kakak."
"(terdiam)"
...****************...
**disisi lain**
"(menelepon Felix)...Felix ada yang mau aku katakan padamu..datang sekarang di cafe biru...secepatnya.."
" ada apa...? katakanlah..aku sedang sibuk disini."
" ini penting Felix...(marah)"
" iy..iy aku datang kok."
**menutup telpon**
...****************...
**cafe biru**
" ada apa..? jika hal yang tidak penting aku harus pergi."
" apa...kamu harus pergia..? apa setelah kejadian malam itu...kau mencampakkan ku...?"
" itu adalah...kesalahan.."
" kesalahan...? jika itu kesalahan, mengapa malam itu kamu berbohong kepadaku..?"
" hanya ingin saja..."
" jadi apa sekarang...? setelah malam itu...kamu bahkan tidak pernah menelfonku...?"
" aku bukannya tidak menelfon mu.. tapi aku adalah penerus perusahaan Jangga, aku selalu sibuk cinta..."
" apa kau pikir hanya kau yang sibuk...aku juga punya kesibukan sendiri...."
" kau hanya membuang waktuku...aku pergi saja..( berdiri )."
__ADS_1
" aku hamil.....!! "
" (terdiam..) apa...kamu hamil..? bagaimana bisa...? kita hanya melakukan nya sekali saja dan sekali tembak langsung gol..? "
" jadi aku harus bagaimana...?"
" apa kau becanda...? tentu kita harus melakukan aborsi pada anak itu..."
" apa..? anak itu..? ini adalah anak mu...mengapa kau bisa mengatakan anak itu...?"
" aku tidak peduli..itu anak ku atau tidak...yang jelas jelas adalah...kita harus melakukan aborsi...aku akan membiayai semuanya...kamu hanya perlu melakukan aborsi...jika ayah ku tau aku melakukan ini diluar, maka perusahaan Jangga akan di berikan kepada adik tiri ku..."
" (ragu)ok...baiklah...sepertinya ini adalah keputusan yang benar...aku juga pasti celaka jika ayah ku tau."
" baiklah...kita akan cek up ke dokter dulu..tapi hari ini tidak bisa karena aku ada urusan penting.."
**meninggalkan cafe**
" apa aku beritahu Ara dan kezia ya? Ara sih gak papa, kalau kezia sih ini yang bermasalah. kami juga masih belum baikan, sebaiknya aku kasih tau Ara dulu ah...kezia nanti aja kalau situasi udah baikan."
...****************...
**dimobil jin**
" ara, kamu cinta ya sama suami kamu...bukannya aku bermaksud apa, tapi yang aku tau, orang yang dijodohkan jarang bahagia."
" oh...gitu.."
**tiba...tiba...**
" jin...awas..lihat kedepan."
**jin dan Ara menabrak seorang anak kecil yang sedang menyeberangi jalan.**
" apa dia baik baik saja...?"
" ara, kamu disini aja...biar aku aja yang turun..."
" enggak bisa...kita sama sama salah...aku ikut turun melihat bagaimana keadaan nya."
" ok..baiklah..."
...****************...
" nak...kamu baik baik saja..?"
**menangis**
" jin..kita bawa kerumah sakit aja..."
__ADS_1
" ok...ayo...(menggendong)"
**dimobil**
"(menangis) ibu...ayah...sakit..."
" sakitnya yang mana dek...? "
" sakit...."
" kita bentar lagi udah sampai kok.."
...****************...
**dirumah sakit**
" Ara..sini biar aku aja yang gendong..."
" (memberikan) "
" dokter...tolong periksa anak ini..."
"baiklah...silahkan baringkan dia disini."
" silahkan..berikan identitas anak ini pada perawat di sana..."
" Ara kamu jaga dia disini y...aku aja yang urus.."
" o...iy..."
...****************...
" selamat malam pak..ada yang bisa saya bantu...?"
" saya ingin resultasi pasien yang berada di ranjang 25 "
" baiklah...atas nama siapa..?"
" oh..iy namanya...maaf sus, tunggu sebentar ya.."
...****************...
" ara...apa dia baik baik saja...?"
" iy...dia gak nangis lagi kok.."
" Ara...ini udah malam kamu pulang aja...maaf gak bisa ngantar kamu..."
" kita berdua yang menabrak nya maka kitalah yang harus bertanggung jawab"
__ADS_1