The Magic City

The Magic City
• EPS 2 •


__ADS_3

Memang lah benar apa yang dikatakan lisa, kepala sekolah mereka sangatlah menyukai rose, bisa dibilang penggemar berat rose. Dia selalu melakukan hal hal aneh dan menggelikan dimata murid muridnya. Ia tak segan segan menebarkan pesona nya di depan rose, sengaja memesan makanan dikantin dan makan dikantin agar ia bisa memandangi rose, tidak hanya itu, ia juga akan tidak akan segan segan menyuruh guru guru lain untuk tidak mengajar dan memberikan jam kosong ,tidak ada pelajaran atau murid murid bebas melakukan apa yang mereka mau hanya demi rose nya bahagia. Yang lebih menggelikan lagi, kepala sekolah itu sudah memiliki istri dan juga anak, bahkan usia nya juga tidak bisa dibilang muda lagi, tidak bisa juga di bilang tua. Emm.. mungkin dia memakai banyak skincare untuk terlihat awet muda di depan rose. Dia juga merupakan seseorang yang bisa dibilang gendut, hanya tidak terlalu. Cukup sulit untuk mendeskripsikan kepala sekolah yang mengidamkan rose itu..


"yaaa!! jangan mengatakan seperti itu, aku geli jika melihatnya seperti itu!! " ucap rose kesal pada teman temannya yang selalu meledeknya


"ahh.. perutku sakit sekali, yaa.. apa kau tidak tau bagaimana pengorbanannya huh?? dia rela memakai pakaian renang dan berusaha menunjukan skil berenangnya demi membuatmu terkesan?? " ucap jisoo sambil tertawa


"bukankah itu sangat manis park chaeyoung-ssi?? " ledek jennie sambil mengangkat bahunya yang sebelah kanan, seolah olah sedang menggoda rose


"sudahlah jangan-" ucapan rose terpotong saat...


" anyeong park chaeyoung-ssi, apa kau sudah sarapan, jangan pernah melupakan sarapan rose-ssi agar kau tidak sakit dan tetap bisa masuk sekolah, nee? "ucap seseorang yang tak lain adalah si pak kepala sekolah


sedangkan ketiga teman rose yakni lisa, jisoo, dan jennie sedang berusaha mati matian untuk menahan tawa mereka yang seperti ingin keluar begitu saja


" ahh nee anyeong haseyo, tentu saya sudah sarapan pak, kalau begitu saya pergi dulu" ucap rose sopan sambil membungkukkan badannya tanda hormat kepada kepala sekolahnya.

__ADS_1


sejujurnya rose hanya ingin segera pergi dari sana, karena ia tidak suka melihat wajah kepala sekolah nya yang selalu mengganggunya


" ah kami juga harus pergi dulu pak" ucap lisa sembari membungkuk disusul jennie dan juga jisoo


mereka bertiga langsung menuju ke kelas mereka, karena mereka pikir rose sudah berada di kelas.


tetapi setibanya dikelas mereka tidak menjumpai rose disana, hanya ada tasnya saja.


" eonnie dimana rose?? " tanya jennie pada jisoo


"eonnie, apa hanya aku yang berpikir bahwa rose sedang kesal pada kita saat ini, karena kita meledeknya tadi" tanya lisa dengan penuh khawatir


"tidak mungkin, kita harus segera mencarinya" ucap jisoo


mereka bertiga langsung pergi keluar kelas mencari keberadaan teman mereka yang satu ini. setelah lamanya mencari, mereka menemukan rose ditaman belakang. Ia sedang duduk dibangku taman, dan kelihatannya ia sedang menangis.

__ADS_1


dengan segera mereka langsung mendekati rose.


"rose-ssi mianhae " ujar jennie dengan tulus


"chaeyoung-ahh apa kau sedang marah pada kami?? mianhae kami tidak bermaksud membuatmu kesal" ujar jisoo yang juga sama tulusnya


sementara lisa hanya duduk disebelah rose, dan merangkul tubuh rose dengan tangan kanannya


"anii.. hanya saja aku lelah melihat kepala sekolah itu memperlakukan ku seperti itu. Aku tau hari ini dia juga akan melarang para guru untuk mengajar dan memberikan kebebasan lagi untuk murid murid untuk melakukan apa yang mereka suka , aku tau dia melakukan itu agar aku senang dan bahagia. Tapi aku tidak ingin terus menerus seperti ini, jika begini apa yang bisa aku dapatkan disekolah, aku juga ingin menambah ilmuku. Aku juga tau dia banyak sekali berkorban untukku, dia belajar berenang, belajar bermain gitar, atau bahkan belajar menyanyi. Aku hanya tidak suka melihatnya selalu menggangguku seperti itu, bagiku itu sangat sangat menjijikan. Apa dia tidak malu pada murid murid lain, pada istrinya atau kepada anaknya sendiri??. Aku saja selalu malu ketika ia berulah aneh lagi.


Bisakah ia menyukai murid lain saja, atau bahkan tidak bisakah ia menyukai salah satu guru perempuan yang juga seumuran dengannya?? " ucap rose panjang lebar sambil meneteskan air matanya.


ketiga temannya itu hanya mendengar kan penjelasan rose dan juga menenangkannya.


Mereka bertiga juga tau bagaimana rasanya jika berada di posisi rose, yang disukai oleh orang perbedaan umurnya sangat jauh dengan umur mereka, dan mendapat perlakuan yang sebenarnya manis tetapi juga bisa jadi sangat memalukan. mereka tau betul bagaimana perasaan yang dirasakan sahabat mereka ini.

__ADS_1


__ADS_2