
selamat membaca
...\*Akhirnya datang.........
...Yang kutunggu - tunggu akhirnya datang .......
...Hanya kamu yang bisa membantu ku........
...Tolong .... Tolong ..Aaaaakhhhh....Tolong bantu aku......
...Tolong ku mohon Aaaaaaaakkkh...tolong aku........
...Tolong ... Tolong ....Tolong ...\*...
•••
AAAAAAAAAHHHHHHHH.........
Rafa terbangun dari tidurnya, dia memegang kepalanya sendiri , karena kepalanya terasa sakit. Entah kenapa di hari pertama nya ini dia malah bermimpi buruk.
Disebelah tempat tidurnya ada Amel yang tidur tanpa dosa , nyenyak sekali . Ya jelaslah ini aja baru pukul 11 malam .
Padahal Rafa jarang mimpi buruk , dan apa-apaan mimpi tadi, mimpi itu sungguh aneh tapi entah kenapa Rafa seperti pernah melihatnya
Sebuah ruangan dengan banyak darah dan organ tubuh manusia disekitar tembok , Ruangan yang redup dengan satu lilin di tengah ruangan.
Dan disekitar lilin terdapat sebuah gambar bintang
segi sembilan yang terlihat abstrak .
Tapi yang membuat ruangan itu seram adalah ada seorang wanita dengan tudung yang menutupi bagian kepala sampai kaki, tudung itu berwarna putih dan ada bercak darah ditudung itu .
wanita itu memegang keris dan paku di kedua tangannya , sedangkan di depan wanita itu terdapat mayat seorang
anak remaja yang memiliki bekas luka di sebelah dada kiri milik nya .
__ADS_1
Tepatnya di jantung. Iya di jantung dan ada tanda juga di punggung tangan anak itu , yang Rafa tidak bisa melihat nya karena tertutup dengan banyaknya darah yang keluar dari lantai dan tubuhnya.
Bukan hanya itu , di sekeliling wanita yang memakai tudung itu, terdapat banyak bayangan yang bergerombolan yang menjerit kesakitan atupun meminta tolong .
mimpi aneh , tapi kenapa kaya pernah lihat ya , tapi dimana. Apa itu film horor yang pernah aku tonton kok lupa sih, aish... ayo dong otak kapan aku pernah liat kayak gitu"
Rafa terus bergumam tidak jelas sambil berfikir tentang mimpi nya itu dan berusaha untuk mengingat - ngingat kapan dia pernah melihat adegan di mimpi nya itu
Amel yang tertidur nyenyak sekali terbangun dan menguap mungkin karena mendengar Rafa yang bergumam dari tadi.
"Hoam..... eh, kok jam segini bangun sih, inikan masih malem . Tidur lagi sana nanti pagi sekolah lho" kata Amel sambil berusaha untuk tidur kembali.
" eh maaf kak tadi aku Mimpi buruk jadi kebangun deh, ini aku juga mau tidur lagi ".
Amel yang tadi seperti ingin tidur lagi tiba-tiba tersentak dan langsung duduk , matanya yang tadi merem pun langsung terbuka kembali dengan sangat lebar .
" kamu mimpi buruk , yang bener kamu mimpi apa ceritain dong ." kata Amel dengan suara antusias nya .
kenapa juga si Amel penasaran tapi nggak papa juga deh, Rafa juga pengin cerita supaya pikiran nya tenang.
" oh ya fa,maaf ya tapi kalau masalah mimpi kayak begituan aku nggak tau mau ngomong apa, tapi aku punya nih temen yang tau , emang nya kamu masuk kelas berapa?"
giliran Amel yang bertanya dan Rafa mengatakan jika dia masuk ke kelas XC ( 10C ) .
" Lah, pas banget tu. Temen ku yang aku maksud juga di kelas itu . Nanti kamu cari tau sendiri ya . Namanya Dita tapi cewek nya agak aneh."
" Udah ya , sana kamu tidur lagi dan nggak usah mikirin masalah itu , bisa aja itu cuma bunga tidur " Amel pun bersiap untuk tidur dan tak lama kemudian dia sudah tertidur lagi.
Rafa yang sudah agak lega karena sudah menceritakan nya pun juga ikut tertidur.
•••
pagi hari saat di koridor sekolah
__ADS_1
Rafa berjalan sendiri menuju kelasnya yaitu kelas 10C , sepanjang perjalanan hanya ada sedikit murid yang lewat karena memang hari masih menunjukkan pukul setengah 6 .
Untuk si Amel sendiri , pagi-pagi sekali dia udah nggak ada di kamar . Sibuk mungkin orangnya .
Saat Rafa sedang melihat - lihat ekor matanya tidak sengaja melihat cewek yang waktu itu ditabrak oleh Rafa di dekat kamar mandi.
Cewek itu seperti mengendap - ngendap sambil melihat ke kanan dan ke kiri , mirip maling .
karena merasa cewek itu bergelagat aneh Rafa ingin mengikuti nya tapi saat baru mau melangkah ada seseorang yang menepuk pundaknya .
" siap... eh, pak guru" , ternyata yang menepuk pundak Rafa adalah salah satu guru di sekolah ini. nama guru nya yaitu pak Erdwan . Rafa mengenal pak Erdwan karena pak Erdwan menjadi salah satu guru yang masuk ke kelas Rafa dulu saat acara perpindahan pelajar.
" Kamu anak baru ya , pagi - pagi udah rapi aja. Bagus itu namanya disiplin. Tapi .... kamu kenapa kok di belakang sekolah?"
Pak Erdwan bertanya penuh selidik , karena memang Rafa berada di belakang sekolah tepat di sebelah dinding pembatas sekolah.
" A...anu pak, tadi saya kesasar , iya pak kesasar jadi saya nggak tau pak kalau udah sampai di belakang sekolah, maaf ya pak " Rafa menjelaskan nya dengan hati-hati takut kalau pak Erdwan tidak percaya tapi tetap saja suaranya bergetar .
" owalah, jadi gitu to , yaudah kamu pasti masuk ke kelas XC ya , karena kayaknya kelas XC ada anak baru " untung saja pak Erdwan percaya dengan perkataan nya
" iya pak benar" jawabku lega karena tidak ketawan kalau dia ber bohong .
" oh , ya udah kebetulan saya wali kelas 10 C gimana kalau kamu saya ajak keliling biar nggak kesasar lagi juga nanti sekalian kita ke kelas XC"
Rafa tidak bisa menolak nya dan mengiyakan, dia di ajak keliling sekolahan itu dan pak Erdwan terus bicara tentang tata tertib yang ada di sekolah itu.
membosankan sekali .
Kring......Kring.....Kring......
" Nah itu udah bel masuk , ayo sekarang kita masuk kelas" Pak Erdwan dan Rafa pun pergi ke kelas XC tapi mereka tidak mengetahui bahwa sejak tadi ada yang terus mengikuti mereka.
•••
well , makasih buat yang mau baca
__ADS_1
Aku cuma mau ngomong, Up tidak menentu tergantung mood aja. Dan sekali lagi maaf kalau ada typo.