
"kakak ! (Celetuknya dalam hati), rupanya pria itu suaminya, aku senang akhirnya kak malai mendapatkan kebahagiannya !" (Gumam Adel tersenyum puas)
Gadis muda itu tersenyum legah melihat pemandang di depannya.
"Ah aku pikir pemikiranku tentang kak malai selama ini salah, dia wanita hebat ! Lihat sekarang, dia bergelimangan harta, hidupnya sangat bahagia ! Bahkan hampir saja aku tidak bisa mengenalinya ! Hmmm sungguh indah !" (Lagi lagi Adel tersenyum)
langkah kaki perlahan mulai meninggalkan ruangan itu, Adel kembali ke kamar sebelah. Yakni sebuah kamar yg telah di siapkan oleh Malaika untuknya secara pribadi.
Masuklah ia ke dalam kamarnya, sejenak merebahkan badan dan juga memejamkan matanya.
Gadis itu kembali tersentak dalam lamunannya.
Ia kembali duduk dan segera melakukan sesuatu.
Sangat hafal betul, ia pun tidak ingin menyia nyiakan kesempatan itu dimana Malaika tak lagi ada disampingnya.
Gadis itu kembali menatap ponselnya dan coba melakukan pekerjaan kotor yg sebelumnya sempat tertunda.
Ia pun segera menghubungi orang yg telah memesannya tempo hari, seolah merasa bersalah karna telah membatalkannya begitu saja.
Yah, memang tidak mudah bagi seorang Adel untuk lepas begitu saja dari pekerjaan kotornya.
Gadis itu segera berhias, menggunakan pakaian yg seksi, riasan yg sensasional, dan tak lupa sebuah jaket kulit untuk menutupi tubuh seksinya.
Sampailah di depan pintu.
"Jlek !!" (Suara pintu itu)
Namun sayangnya pintu itu tidak bisa terbuka.
"Jlek ! Jlek !" (Adel kembali memainkan gagang pintu tersebut)
"Apa ini ?" (Gumamnya heran)
Gadis itu pun terus mencoba membuka pintu, namun sayang sekali, lagi lagi pintu itu tidak bisa di buka.
Bahkan berulang kali ia menggesekkan kunci elektrik namun tetap saja tidak bisa terbuka.
Dengan kesalnya ia kemudian menghubungi pihak resepsionis dan mengeluhkan apa yg telah terjadi.
Namun sayank sekali, kali ini pihak resepsionis tidak bisa menolongnya.
"Maaf nyonya, ini bukan kendali kami, kamar 147 adalah atas nama Tn. Adam Jackson dan kunci otomatis akan berganti setelah 10 detik tertutup !" (Pungkas resepsionis itu)
"Ahsss ! Sial !!!" (Gerutunya dengan kesal), sepertinya kak malai sengaja melakukan ini ! Aku tau ini pasti rencananya !" (Gumamnya seraya duduk di sudut ranjang)
Gadis itu merasa kesal dan marah, namun ia juga tidak bisa marah lantaran mungkin Malaika ingin berniat baik padanya.
__ADS_1
Pantulan sinar sore itu cukup menyengat tubuh kekarnya, dengan setengah telanjang, pria itu duduk di atas balkon seraya menikmati setiap hisapan cerutu di tangannya. Sesekali matanya juga terus menatap keramaian lalu lintas di bawahnya, angin berhembus kencang mengiringi teriknya sore itu, sehingga rasa hangat sedikit tersamarkan.
Tubuh yg besar, serta dada yg bidang mampu membuat siapapun akan terpanah bila melihatnya, apalagi wajah campurannya yg sedikit kebarat baratan.
"Apa yg dia lakukan disana ?" (Malaika bergeming dalam hati tatkala memperhatikan suami tampannya dari balik jendela kamar)
Matanya terus menatap penuh tanya, seolah penasaran dengan apa yg dilakukan suaminya.
Dengan dress santai yg menjulang hingga kebawah, ibu satu anak itu nampaknya perlahan mendekati suaminya.
"Tidakkah ini akan membakar kulitmu ?" (Tanya Malaika yg tiba2 sudah berada disampingnya)
Pria itu pun lantas menoleh dan kembali menatap sang istri.
"Kau tau itu nona, lantas mengapa kau kemari ?" (Tanya Adam dengan lembut)
"Ah tidak ! Maksudku ? (Ucap Malaika yg sedikit gugup), kau membuka seluruh pakaian atasmu dan kau berjemur di terik sore seperti ini, itu tidak bagus untuk kulitmu !" (Jawab Malaika yg mencoba mencari alasan)
Malaika pun lantas mengalihkan pandangannya dan mencoba beranjak dari sana, namun sebelum itu
"Kau memperhatikanku dari tadi ?" (Sahut Adam dengan lembut)
Sehingga membuat Malaika berhenti sejenak.
"Tidak !" (Jawab Malaika dengan singkat)
Malaika pun terkejut dan salah tingkah di buatnya, bahkan ia pun tak bisa berkata apa2 ketika tatapan teduh itu berkali kali menusuk pandangannya.
Seketika detak jantungnya terasa kencang ketika dada bidang itu mendekap tubuh mungilnya.
Aroma parfum yg khas dari tubuh Adam seolah ingin menyihirnya dan membuatnya terlena sesaat.
Namun tak lama kemudian, fantasi itu terhenti dengan tiba2.
"Adam !" (Ucap Malaika)
Wanita itu mencoba melepaskan diri dari dekapan suaminya.
"Ini sudah hampir petang, aku akan siapkan makan malam !" (Pungkasnya seraya berusaha membuang pandangan)
Malaika pun bergegas masuk menuju ruang dapur, namun sebelum itu Adam juga mengikutinya dari belakang.
Wanita itu masih terlihat gugup ketika suami tampannya masih saja terus memperhatikannya.
Bahkan ia pun sempat salah dalam mengambil beberapa tempat makanan.
"Hey ! Tidak perlu seperti ini sayank !" (Ucap Adam seraya meraih benda yg di pegang sang istri)
__ADS_1
Keduanya pun saling menatap.
"Kita makan di luar saja, kita disini liburan bukan ? Jadi untuk apa kau lakukan semua ini ? (Tutur Adam), sudahlah ! (Timpalnya seraya mengecup mesra kening itu), segeralah bersiap ! Kita akan makan malam di luar !" (Pungkasnya)
Pria itu pun lantas beranjak dari dapur sembari mengambil secangkir kopi dari sana.
Malaika pun tersenyum melihat sikap suaminya.
Beberapa saat kemudian, setibanya di restoran.
"Kau membawaku ke restoran seafood ?" (Celetuk Malaika tatkala mengamati sekitar)
"Ya, bukankah kau suka seafood ?" (Adam terheran)
Malaika pun lantas mengangguk.
"Atau kau mau ke tempat lain ?" (Adam mencoba menawarkan)
"Tidak perlu !" (Malaika menggeleng santai)
Duduklah kedua pasangan itu untuk segera memesan beberapa makanan.
"Sepertinya tempat ini untuk kalangan orang kaya ?" (Ucap Malaika seraya memperhatikan setiap pengunjung yg ada disana)".
"So ? (Sahut Adam), apakah kau tidak suka ?" (Tanyanya lagi)
"Bukan, bukan itu ! Maksudku, kenapa makanan seperti ini hanya di sajikan untuk kalangan orang2 kaya saja, harusnya orang miskin juga bisa menikmati semua ini ! , Aku tau kebanyakan seafood itu mahal dan susah di dapat, tp kan ada beberapa juga yg mudah di dapat, seperti udang, kepiting lokal, itu banyak di pasaran negara ini !" (Pungkasnya)
"Kau benar ! Lalu ? Apakah kau mau aku membuka restoran seafood dengan harga yg terjangkau ? Agar mereka semua juga bisa menikmati semua ini !" (Ucap Adam dengan senyum khasnya)
"Kau ini ada2 saja ! Lagipula itu hanya imajinasi ku, kalau seafood di jual dengan harga murah lantas berapa keuntungan yg akan di dapat ?" (Jawab Malaika dengan tawa kecilnya)
Pria itu pun lantas tersenyum riang menanggapi perkataan istrinya.
Beberapa makanan kemudian terjajar di meja, dan perlahan kedua orang itu mulai menikmati setiap makanan.
"Apa kau sudah mengirim gio ke Melbourne ?" (Tanya Malaika di sela suapannya)
"Oh yaa ! Baru saja aku ingin memberitahumu ! 2 hari yg lalu dia sudah mulai bekerja disana, dan aku rasa mungkin dia sudah bertemu dengan kekasihnya itu !" (Celetuk Adam)
"Ehmmm good !!! Nanti aku akan mengunjungi mereka, dan aku Pastika mereka berdua semakin mempererat hubungan mereka !" (Jawab Malaika seraya menelan beberapa suap makanan)
"Hmmm !! (Gumamnya), bagaimana Adel ?" (Adam kembali bertanya)
"Dia akan ikut dengan kita, gadis itu sudah tidak bisa berkelit lagi sekarang ! Aku akan bantu untuk merubah hidupnya !" (Jawab Malaika tegas)
"Good !!" (Jawab Adam singkat namun dengan sedikit senyuman).
__ADS_1