
"astaga !! Siapa dia ? Menyebalkan sekali ! Parasnya sama sekali tidak sesuai dengan prilakunya ! (Ucap Nicky dengan membanting berkas di kursi mobilnya), Sebelumnya aku tidak pernah diperlakukan laki laki seperti itu ! Kurang ajar ! Lihat saja, dalam waktu dekat kau akan jatuh hati padaku !" (Gerutunya sembari melajukan mobil yg di kendarainya)
Ia pun akhirnya berlalu meninggalkan kantor tersebut.
Di satu sisi, Adam kembali mencari tau tentang wanita asing itu, ia keluar dari ruangannya dan menanyakan sesuatu pada jenny.
"Kau tau siapa wanita itu ?" (Tanya Adam santai)
"Pak, dia adalah wanita yg sering keluar masuk kantor ini, dia cukup dekat dengan pak Jonas, bisa dibilang mereka berdua memiliki hubungan yg spesial !" (Ucap jenny)
"Aku sama sekali tidak tertarik dengan kehidupan pribadinya, maksudku apa hubungan wanita itu dengan perusahaan kita ?" (Adam kembali menegaskan)
"Setahu saya, pak Jonas menanam saham yg cukup besar untuk perusahaannya, tp aku tidak tau pastinya seperti apa. (Jawab Jenny)
"Hmmm baiklah ! Akan ku cari tau !" (Ucapnya singkat)
Adam pun kembali memasuki ruangannya, dan memeriksa beberapa file di komputer milik ayahnya itu.
Setelah beberapa menit mengulik ngulik informasi seputar wanita itu, ia sama sekali tak menemukan kejanggalan tentang wanita itu, namun anehnya jenny mengatakan hal yg cukup berbeda dengan informasi yg ia dapat.
"Tidak ada apa apa disini !" (Gumamnya heran)
ia pun termenung sejenak, memikirkan sesuatu yg mungkin ada yg di sembunyikan oleh saudaranya itu.
"Aku rasa jenny tidak mungkin berbohong ! Tp apa sebenarnya ?" (Masih bertanya tanya)
Tak lama kemudian, layar di ponselnya menyita perhatiannya.
Sebuah alarm yg menunjukkan bahwa jam makan siang telah tiba.
"Ok baiklah ! Sudah waktunya jam makan siang !" (Ujarnya seraya beranjak dari ruangan tersebut)
Pria besar itu berjalan sembari memainkan ponselnya, mencoba menghubungi Malaika namun sepertinya tak ada jawaban.
"Kemana dia ?" (Ucapnya resah)
Ia pun kembali menghubungi istri kecilnya itu.
ia berjalan kesana kemari, dan akhirnya langkah kakinya tertarik untuk memasuki kantin kantor. Sorot matanya juga tak lepas dari manapun seolah merasa bahwa Malaika ada disana, padahal ia tau sebelumnya bahwa Malaika mengatakan tidak akan kemana mana hari ini, yah tp yg namanya Adam, tidak bisa di bohongi, ponsel Malaika terdeteksi di kantor itu, sehingga ia yakin bahwa istri kecilnya ada di sana.
Setelah cukup lama melihat kesana kemari, akhirnya sorot matanya terhenti pada sebuah meja paling ujung, terlihat seorang wanita yg cukup ia kenal sedang berbincang dengan pria yg juga sangat ia kenal.
Perlahan Adam pun menghampiri, dengan ponsel yg masih menempel di telinganya.
Dan yah ternyata benar, kedua orang itu adalah istrinya dan juga gio yg sedang asyik mengobrol.
Gio yg lebih dulu mengetahui kedatangannya sempat panik dan tidak enak hati, namun Adam mencoba memberinya isyarat agar ia tidak mengatakan apapun kepada Malaika.
Dengan santainya, pria besar itu segera duduk di sebelah mereka lalu menatap wajah istrinya yg tengah asyik mengobrol itu.
__ADS_1
Dengan spontanya, Malaika juga terkejut akan kedatangannya.
"Oouwh ! Astaga ! (Gumamnya), tidak baik seorang bos memasuki ruang makan karyawannya ! Itu sangat tidak layak untuk seorang bos sepertimu !" (Jawab Malaika dengan seolah merasa bersalah)
"Hmmm oh yaa ??? Lalu dimana ponselmu ?" (Tanya Adam dengan santainya)
Dengan perlahan Malaika mengambil ponselnya dari tas kecil itu.
Dan alangkah terkejutnya ketika ia mendapati sebuah panggilan tak terjawab dengan jumlah yg cukup banyak.
ia pun membuang muka lantaran panik, jika suami tampannya itu pasti akan menamparnya.
"Hey hey ! Kenapa seperti itu ? Kenapa menutup muka seperti itu ? Apakah ponselmu bermasalah ? Apakah aku perlu membelikanmu ponsel yg baru ? Coba lihat, berikan itu padaku !" (Pinta Adam yg sedikit memaksa)
Menanggapi hal itu, Malaika terus menyembunyikan ponselnya.
"Tidak tidak tidak ! Tidak ada yg rusak dari ponselku ! Aku hanya lupa menyalakan notif dering di ponselku ! Sudah ! Itu saja ! I'm sorry okay !!" (Jawabnya yg sedikit panik)
Pria besar itu pun lantas tersenyum melihat tingkah konyol istrinya.
Tibalah di sore hari.
Pantulan sinar sore cukup menghangatkan seluruh tubuhnya, ia menatap laut dengan penuh tanya, kaca mata hitam yg menutupi matanya, serta suara air laut yg pasang cukup membisingi telinga.
"Kenapa kau tiba2 ingin kemari ?" (Tanya Adam yg mula mula menghampirinya)
Malaika pun lantas menoleh sekejab, menatap suaminya yg kini berada disampingnya.
Malaika pun kembali menatap lautan yg bergemuruh.
"Kau tidak suka aku disini ?" (Tanyanya kembali)
"Bukan itu, aku hanya tidak ingin mendengar pertanyaan yg tidak seharusnya dipertanyakan, kau dan aku berbeda Adam, aku lebih suka ketenangan, sedangkan kau, kau masih punya banyak urusan yg harus kau selesaikan, tidak seharusnya kau berada disini." (Jawab Malaika sendu)
"Hey hey !!! Kau ini bicara apa ?" (Sahut Adam yg tiba2 menarik tubuh mungil itu, lalu menatap wajahnya)
Keduanya pun saling menatap satu sama lain, seraya menyibakkan rambut indah itu, Adam kembali berkata :
"Bukan satu ataupun dua tahun, kita sudah bersama hampir 10 thn, apa kau masih suka menyembunyikan sesuatu dariku ? (Tanya Adam perlahan), tidak ada yg boleh menyimpan rahasia, kau milikku, kau milikku malai !" (Tegasnya sekali lagi)
Lalu Malaika pun memalingkan wajahnya dan kembali menatap deburan ombak.
"Aku tidak sedang menyembunyikan sesuatu darimu, tidak ada yg ku sembunyikan ! Hanya saja, aku slalu merasa kesepian ! Tp sudahlah ! Bukan sebuah masalah yg besar !" (Jawab Malaika perlahan)
Tanpa mengucap sepatah kata pun, Adam kemudian berlalu meninggalkannya, begitu juga dengan Malaika yg turut menyusul suami tampannya itu.
Meski begitu, kedua orang itu nampaknya tidak bersama dalam satu mobil, Adam yg berlalu lebih dulu menggunakan mobilnya, sementara Malaika pergi menggunakan taksi.
Sesampainya di rumah, rupanya Malaika telah sampai lebih dulu.
__ADS_1
Ia membuka pintu, dan melihat kamar yg masih tertata rapi. Sempat terdiam sejenak untuk melihat sekitar.
Terbesit penuh tanya di fikirannya, mengapa suaminya belum juga sampai di rumah, padahal seperti yg telah di ketahui bahwa pada saat itu Adam lah yg lebih dulu melajukan mobilnya.
Mencoba menampik hal hal negatif yg menguasai pikirannya, akhirnya ia kembali memutuskan untuk melanjutkan aktifitasnya.
Sebuah tas kecil di lemparkannya di atas ranjang, kemudian melepaskan sepatu, lalu lanjut untuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
30 menit kemudian.
Wanita bertubuh mungil itu tengah duduk di depan meja rias seraya mengeringkan rambutnya. Sambil menatap cermin hatinya masih bertanya tanya kemana perginya Adam.
"Drrrrrrt Drrrrrrtttt !!"
Suara getar ponsel membuyarkan lamunannya, baru saja ia ingin menyisir rambut, namun tiba2 saja terhenti.
Di ambil lah ponsel miliknya, lalu pesan itu pun terbuka oleh jari mungilnya.
"Aku akan terbang ke L.A malam ini, ada hal yg harus ku selesaikan"
Bunyi pesan yg terpampang di ponselnya saat itu.
Muka masam nampaknya semakin terlihat dari wajah mungil Malaika, bukannya membalas pesan tersebut Malaika justru kembali mengabaikan pesan itu.
"Sekalipun aku berkata JANGAN apakah kau akan merubah rencanamu ?" (Gumamnya kesal)
Setelah menunggu beberapa menit, dan dirasa tidak ada respon balasan dari pesan yg ia kirim, Adam kini nampak gusar dan dilanda dilema.
Keesokan paginya.
Celana jeans hitam pekat, dan juga jaket kulit, serta kaca mata coklat yg melengkapi penampilannya, terlihat begitu rapi saat Malaika mulai berjalan keluar dari kamarnya.
Beberapa pasang mata pun tak lepas dari penglihatan, ya karna memang saat itu adalah jam sarapan pagi di keluarga besar itu.
"Mom, where are you going?" (Tanya danthe dengan wajah polosnya)
Pertanyaan itu pun kemudian memecah keheningan, sehingga Malaika mulai melontarkan senyuman dan berkata dengan sopan.
Ibu satu anak itu pun kemudian menghampiri semua yg ada di meja makan.
Dengan santainya ia segera menghampiri putranya dan berkata :
"Hey ! Mommy tidak kemana mana sayank, mommy hanya ada urusan sebentar !" (Pungkasnya seraya memeluk putra semata wayangnya itu)
"Kau baru saja datang beberapa hari yg lalu, trs sekarang pergi lagi ? (Tanya orang tua itu dengan herannya), katakan !! Apakah putraku melibatkanmu dalam urusan kantor ? Apa dia memberatkanmu sampai2 kau juga sepertinya tidak betah di rumah ini ?" (Cecarnya lagi)
"Bu bukan Bu, bukan seperti itu ! Kau jangan salah paham dengan semua ini, aku hanya sudah lama tidak mengunjungi Sidney, aku hanya beberapa hari disana, percayalah aku akan segera kembali." (Pungkas Malaika)
"Hmm ya sudah pergilah sayank ! Tp berjanjilah kau akan kembali ke rumah ini !" (Timpal sang ibu mertua dengan hangat)
__ADS_1
"Pasti !" (Malaika kembali meyakinkan)