
Keesokan paginya
Adam dan Malaika segera bergegas untuk kembali ke Melbourne, begitu juga dengan Adel, gadis itu kini nampak nurut dengan permintaan mantan kakak iparnya itu.
"Setelah ini kau akan tinggal bersama kami, kau jangan khawatir aku adalah keluargamu juga" (ucap Malaika seraya mengenakan kaca matanya)
Gadis itu pun hanya tersenyum tanpa mengucap kata sedikitpun.
Setibanya di bandara.
Singkat saja, mereka pun sudah memasuki pesawat dan duduk di kursi masing2, Adel yg terlihat membelakangi Adam dan juga Malaika. Sementara Adam yg masih sibuk memainkan ponselnya.
30 menit kemudian, merasa ada yg aneh dengan keheningan istrinya, pria besar itu kini mengalihkan sejenak pandangannya, ia menoleh ke arah Malaika dan memperhatikannya sejenak.
"Dari tadi aku tak mendengar kicauannya, ada apa dengannya ?" (Pekiknya dalam hati)
Karna merasa penasaran dengan hal itu, Adam pun memberanikan diri untuk membuka penutup mata yg di kenakan istrinya.
"Oh my God ! Rupanya dia terlelap dari tadi ?" (Gumamnya seraya menutup kembali penutup itu)
Adam pun lantas membiarkan istrinya terlelap. Dengan kepala yg awalnya menyender ke jendela, kini pria itu memindahkannya ke bahu besar miliknya.
Beberapa jam kemudian, sampailah mereka di bandara di kota Melbourne.
Perlahan ibu satu anak itu terbangun, namun dengan pandangan yg masih kabur.
"Apa kita sudah sampai ?" (Tanya Malaika seraya mengedip ngedipkan matanya)
"Ya, kita sudah sampai ! Come on !" (Ajak Adam dengan lembut)
"Tp, kepalaku sedikit pusing ! Entahlah ! Mungkin tensi ku tinggi !" (Jawab Malaika seraya mencoba untuk berdiri)
"Baiklah, tunggu sebentar ! Aku akan ambil sesuatu !" (Pinta Adam kemudian menyuruh Malaika duduk kembali)
Dan tak lama kemudian, sebuah kursi roda datang bersamanya.
Malaika yg melihat itu nampak heran dan merasa malu.
"Apa ini ? Kau gila ? Aku tidak sedang sakit, kenapa kau bawakan benda seperti ini ?" (Ungkap Malaika yg sedikit kesal)
"Diamlah nona ! Jangan menolak ! Ayo cepat akan ku bantu berdiri ! (Pinta Adam), bahkan kau sendiri tidak mampu mengangkat tubuhmu, masih berani berjalan kaki tanpa bantuan !" (Celotehnya lagi seraya membantu Malaika untuk duduk di kursi roda)
"Astaga !!" (Keluh Malaika dengan kesalnya)
Dengan terpaksa, ibu satu anak itu terpaksa menuruti perlakuan suaminya.
Keesokan paginya,
Adam terlihat terburu buru untuk pergi ke kantor, langkah yg tegas itu cukup menarik perhatian semua orang yg tengah menikmati sarapan di meja makan, termasuk Adel yg juga tinggal di rumah besar itu untuk sementara waktu.
__ADS_1
"Hey ! Anak nakal, kenapa kau tidak sarapan dulu, ayo jangan biarkan lambungmu kosong tanpa apa pun !" (Sapa sang ibu yg coba menyarankan sesuatu)
Sejenak Adam berhenti, dan mengambil secangkir kopi di meja itu, di seruputlah perlahan kemudian di letakkannya lagi di tempat semula.
"Ini sudah cukup Bu !" (Tuturnya seraya mengecup kening istrinya yg duduk di sebelahnya)
Dengan senyuman khasnya, ia pun melenggang begitu saja.
Tanpa bersua sedikitpun, Malaika hanya memperhatikan langkah kepergian suaminya.
Seperti sudah terbiasa akan hal itu, ia pun kembali melanjutkan sarapannya.
"Hari ini kau akan pergi bersama sopir !" (Ucap Malaika seraya memandang Adel)
"Kau tidak ikut ?" (Sahut Adel)
"Tidak, hari ini aku tidak ingin kemana mana !" (Jawab Malaika dengan ramah)
Adel pun lantas mengangguk mengiyakan.
Drama sarapan pagi pun berakhir, Adel segera pergi ke kantor sementara Malaika masih berada di dalam kamarnya.
Tak lama kemudian, sebuah dering ponsel menghentikan lamunannya.
"Ada pesan !" (Gumamnya dalam hati)
Sebuah pesan dari Gio, teman barunya ketika berada di lombok.
Lalu malaika pun membaca isi pesan tersebut.
"Kenapa kau tidak mengatakan ini sebelumnya, kau sengaja menempatkanku di kantor suamimu karna jenny juga bekerja disana, hahhh !!! Ini konyol ! Aku sangat senang awalnya tp aku pikir setelah aku beberapa hari disini, sepertinya dia tidak menginginkanku, dia terus saja menghindar, dan tidak mau bicara padaku, nomorku di blokir ! Entahlah aku tidak habis pikir, tp aku sangat berterimakasih padamu, karna berkat kau aku jadi tau sikap jenny yg sebenarnya."
Malaika pun lantas bergumam akan hal itu.
"Ada apa dengannya, kenapa malah jadi seperti ini ? Aku jadi merasa bersalah !" (Pungkasnya lesu)
Lalu malaika pun membalas isi pesan tersebut.
"Baiklah ! Aku benar2 minta maaf, aku tidak menyangka akan jadi seperti ini ! Dan setelah kejadian ini, apa rencanamu selanjutnya ?" (Tanya Malaika)
Tak lama kemudian pesan itu pun segera terbalas.
"Karna aku terlanjur disini, maka aku akan mencoba beradaptasi dengan lingkungan ini, aku akan melanjutkan pekerjaan ini meski kenyataannya aku harus mengorbankan perasaanku" (jawaban gio seolah pasrah)
"Temui aku di jam makan siang, sebaiknya kita bicara !" (Balas Malaika singkat)
** Di kantor
Seorang wanita bertubuh jenjang datang dengan beberapa berkas di tangannya, langkahnya bak model kerap menyita perhatian banyak orang, dengan heels tinggi di kakinya, serta kaca mata brown yg senada dengan warna rambutnya.
__ADS_1
Ia berjalan melenggang ke sebuah ruangan, namun sebelum itu sekretaris di sana sempat menghentikannya.
"Excusme mam ! Can i help u ?" (Sapa jenny yg sekarang telah menjadi sekretaris Adam)
Wanita itu pun terhenti dan bermaksud untuk menjelaskan kedatangannya.
"Emmm yah, aku ingin bertemu langsung dengan CEO perusahaan ini ? Apa dia di dalam ?" (Tanya wanita itu singkat)
"Maaf, tp apa anda sudah membuat janji sebelumnya ?" (Jenny kembali menanyakan dengan ramah)
"Oh my God ! Untuk apa aku membuat janji dengan orang yg cukup ku kenal ? (Wanita itu mulai kesal), idiot !!!" (Gumamnya semakin kesal)
Tanpa basa basi, wanita itu pun langsung memasuki ruangan begitu saja, tanpa peduli siapa orang yg ada di dalamnya.
Terbukalah pintu itu dan berapa terkejutnya ia ketika melihat orang asing berada di ruangan tersebut.
Adam yg semula duduk santai sambil menggoyangkan kursinya, kini pandangannya teralih sejenak pada wanita yg tiba2 masuk keruangannya.
Begitu pula dengan wanita itu, ia cukup terpanah dengan seseorang yg tengah menduduki kursi itu, untuk sejenak ia cukup terlena dengan pesona Adam yg nyatanya lebih segala galanya di bandingkan dengan saudaranya yg entah kemana.
"Siapa kau ?" (Tanya Adam tanpa basa basi)
Sekali lagi wanita itu masih terdiam seolah terbius dengan pemandangan indah itu.
"Heyy !! Ck ! Nona !" (Adam mencoba menghentikan lamunannya)
"Oh i'm sorry !" (Wanita itu pun tersadar)
"Hmmm ya ! (Jawabnya malas), siapa kau ? Jelaskan kedatanganmu !" (Pinta Adam dengan tegas)
"I'm sorry ! Aku pikir, Jonas ada di ruangannya !" (Jawabnya dengan gugup)
Tak lama kemudian jenny turut masuk.
"Pak, maaf ! Tp aku sudah memperingatkan wanita ini !" (Ucap jenny yg sedikit panik)
Adam pun hanya mengangguk ramah dan memaklumi.
"Kembalilah bekerja !" (Pintanya)
"Baik pak !" (Jawabnya dengan sedikit membungkukkan tubuhnya)
Selepas itu, Adam kembali menginterogasi wanita asing tersebut. Wanita itu masih berdiri di hadapannya.
"I'm Nicky !" (Wanita itu mencoba untuk berjabat tangan untuk memperkenalkan dirinya, namun perkenalan itu tak di sambut hangat oleh Adam, sehingga ia mengabaikan tangan itu)
"Apa tujuanmu datang kemari ! Kenapa bertingkah seolah kantor ini milikmu ? Lain kali kau harus membuat janji dulu untuk bertemu dengan orang2 yg ada di kantor ini ! Dan kau juga harus mengetuk pintu terlebih dahulu !" (Cecar Adam dengan berbagai ocehannya)
"Baik ! Saya minta maaf !" (Jawab wanita itu lemas)
__ADS_1
"Tujuanmu kemari mencari Jonas kan ? Maka pergilah dan carilah dia entah dimana ? Kantor ini bukan miliknya lagi !" (Pinta Adam dengan santainya)
Tanpa sepatah kata pun akhirnya wanita itu melenggang keluar dengan rasa kesal.