The Secret Of The Destiny (Revision)

The Secret Of The Destiny (Revision)
Chapter 1


__ADS_3

Hari Minggu di Apartemen Malea


Bel apartemen berbunyi


^^^Tingtong^^^


Sayup-sayup suara bel tersebut terdengar oleh Malea yang masih terlelap tidur dengan nyenyak nya.


^^^Tingtong^^^


Kembali bel itu berbunyi lagi, dengan aangat terpaksa Malea akhirnya harus bangun dan perlahan mulai membuka matanya yang masih sangat mengantuk akibat semalam ia baru bisa tertidur dini hari sebab ia harus menyelesaikan tulisannya yang sudah dikejar deadline.


Waktu menunjukkan pukul 5.30 AM masih sangat pagi untuk ukuran manusia yang baru tertidur sekitar pukul 3.30 AM.


Malea berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya, dan beberapa saat selanjutnya ia mulai beranjak turun dari tempat tidur dan berjalan dengan mata masih setengah terpejam.


^^^Tingtong^^^


Lagi-lagi bel itu berbunyi


Ya Tuhan berisik amat sih, sebentar napa ga sabaran banget.

__ADS_1


Masih dalam setengah tidak sadar Malea terus meracau, mengupat dan menyampaikan sumpah serapah nya.


Ketika ia sudah sampai di depan pintu kembali bel berbunyi, Malea dibuat geram oleh nya.


Sabar woy, kalo ga sabar jangan berta.....


^^^Surprise^^^


Sebuah suara berhasil membungkam mulut Malea yang sedari tadi tidak berhenti mengoceh.


^^^Damar^^^


Malea sedikit berteriak sebab merasa terkejut dengan kedatangan kekasihnya yang secara tiba-tiba.


Sayang kapan kamu landing ?


^^^Landing tadi malem sayang, aku istirahat sebentar di kantor terus langsung kesini deh.^^^


Damar menjawab pertanyaan Malea sambil terus memeluknya dan menatap wajah kekasihnya yang masih muka bantal dengan rambut acak-acakan namun dimatanya Malea masih sangat terlihat sangat cantik dan menawan.


Sayang Aku kangen, kenapa lama sekali kamu terbang nya ?

__ADS_1


^^^Ia sayang aku juga kangen, cuman gimana lagi tugas ga bisa di tinggalkan, yang penting sekarang aku udah disini, ya kan.^^^


Kembali Damar memeluk dan menciumi pujaan hati nya.


^^^Btw kita akan disini terus sepanjang hari hm ?^^^


Malea melirik kiri dan kanan ia baru sadar ternyata sedari tadi mereka masih berada di depan pintu apartemen dan kemesraan mereka terpampang jelas pada camera cctv yang ada di beberapa sudut apartemen tersebut.


Malea hanya bisa tersenyum kemudian mengajak Damar untuk masuk.


Damar adalah kekasih Malea, mereka sudah berhubungan kurang lebih 3 tahun lama nya, namun mereka melakukan PDKT selama 1 tahun, jadi total kebersamaan mereka adalah 4 tahun.


Malea yang saat itu masih trauma dengan kisah cintanya terdahulu bertekad untuk tidak lagi berhubungan dengan laki-laki, hidup sendiri adalah hal yang dirasa paling benar untuk Malea saat itu.


Namun kehadiran Damar yang sangat perhatian, lembut dan baik hati membuat perasaan Malea kembali goyah, Malea berusaha untuk menampik perasaan nya namun akhirnya sia-sia pertahanannya selama 1 tahun terakhir ternyata runtuh juga.


Damar adalah seorang pilot juga seorang pewaris perusahaan besar yang bergerak di bidang property. Oleh sebab itu kehidupan Damar tidak pernah lepas dari kesibukan pekerjaan yang terkadang membuat waktu kebersamaan mereka menjadi semakin sedikit.


Kesibukan Damar tidak menjadi masalah untuk Malea, ia akan selalu mensupport apapun yang di sukai oleh kekasihnya tersebut. Hal itu yang membuat Damar semakin jatuh cinta kepada Malea sebab tidak sedikit perempuan yang mau menerima dan memahami kesibukan lelaki nya serta tidak menuntut waktu berlebih kepada pasangannya tersebut.


Hubungan yang di lakukan Damar dan Malea terbilang cukup intim, mereka kerap kali menghabiskan waktu bersama dalam satu atap, ntah di apartemen Malea atau di rumah Damar.

__ADS_1


Namun demikian Damar selalu berusaha untuk menjaga batasan dalam hubungan mereka, Damar hanya akan menyentuh Malea secara penuh tatkala mereka sudah sah menjadi suami istri.


__ADS_2