
Di Caffe
Flo kamu penesin aja yah, aku ga kuat nih pengen ke kamar mandi dulu
^^^Ehh tar dulu mau pesen apa?^^^
Yang biasa aja, aduh udah ya aku ga tahan nih.
Malea langsung ngibrit pergi ke toilet sebab sedari tadi ia menahan diri untuk buang air kecil.
Suasana di dalam caffe terbilang cukup sepi, sebab saat itu waktu masih menunjukan pukul 11 Am artinya jam istirahat belum di mulai, biasanya jika jam istirahat atau pada sore hari caffe ini akan sangat ramai sekali di kunjungi oleh para karyawan atau mahasiswa yang akan melepas penat dan haus setelah seharian mereka beraktivitas.
Caffe ini berada tepat di area komplek kampus dan perkantoran, tempatnya yang sangat cozy menjadi magnet tersendiri sehingga tidak sedikit yang datang kesini hanya untuk sekedar nongkrong dan menghabiskan waktu untuk bercengkrama bersama orang terdekat mereka.
Kembali pada Malea
__ADS_1
Malea dengan tergesa-gesa segera berlari menuju kamar mandi yang berada di caffe tersebut, caffe ini menyediakan 2 toilet, satu untuk laki-laki dan satu lagi untuk perempuan.
Posisi nya saling berjejer.
Malea yang sedikit berlari tidak sadar jika lantai yang ia injak sedikit licin karena baru saja di pel oleh si penjaga caffe, sehingga tanpa sengaja Malea tergelincir jatuh dan dengan waktu yang bersamaan juga ada seorang laki-laki berperawakan tinggi, badan athletis kulit putih, lekuk wajah yang sangat tajam di bagian hidung dan rahang khas seorang laki-laki yang di puja banyak wanita baru saja keluar dari kamar mandi dan dengan sigap langsung saja menangkap tubuh Malea yang sudah oleng karena tergelincir.
Nasib baik masih berpihak pada Malea sehingga ia tidak jatuh ke lantai melainkan jatuh tepat di pelukan laki-laki asing tersebut.
Sejenak kedua mata mereka saling beradu pandang menatap dengan sangat lekat, namun kemudian Malea langsung tersadar karena ia sudah tidak tahan ingin buang air kecil.
^^^Are u oke ?^^^
Ucap laki-laki tersebut, yang kemudian langsung didorong oleh Malea karena sudah tidak tahan lagi, rasanya sudah di ujung tanduk.
Dorongan kuat dari Malea membuat laki-laki tersebut terpental dan menabrak tembok kamar mandi.
__ADS_1
^^^Hei dasar wanita aneh, udah dintolongin bukannya berterimakasih malah ngibrit.^^^
^^^woyyy cewek aneh^^^
Malea tidak menghiraukan ocehan laki-laki asing tersebut, Ia langsung saja masuk ke dalam toilet dan membuang semua cairan yang membuat nya tidak nyaman itu.
Setelah semua terbuang habis, dan dia sudah siap untuk keluar toilet, ia menahan diri sejenak tangannya mematung di atas gagang pintu. Ia berfikir sejenak, apakah laki-laki tadi masih ada di luar sana atau kan dia sudah beranjak pegi ?
Kalo masih ada gimana ? aduh aku pasti akan malu sekali,
Malea terus berperang dengan pikirannya sendiri.
Setelah beberapa saat kemudian Malea menyadari jika perbuatan nya tadi keterlaluan, sebab bagaimana pun laki-laki itu sudah menolong nya, dan bukannya berterimakasih ia malah mendorong nya sampai terpental ke tembok.
Akhirnya ia memutuskan untuk meminta maaf dan berterimakasih kepada laki-laki tersebut seandainya ia masih ada di luar sana, namun jika sudah tidak ada artinya keberuntungan lagi-lagi masih berpihak kepada Malea sehingga ia tidak lagi akan merasa malu untuk yang ke dua kali nya.
__ADS_1