The Secret Of The Destiny (Revision)

The Secret Of The Destiny (Revision)
Chapter 4


__ADS_3

Di kampus


Keduanya tengah berjalan dari parkiran menuju ruang eksekusi. Setidaknya itulah istilah yang mereka sematkan untuk ruang sidang.


Sampai di ruangan tersebut Flora tidak langsung menuju ruang sidang melainkan pergi menemui dosen pembimbing dan dosen penguji untuk memastikan kembali jadwal sidangnya.


Baru lah setelah semuanya selesai dipersiapkan Flora mulai beranjak masuk kedalam ruangan tersebut.


Semangat Flo, yang tenang aku yakin kamu pasti bisa.


Malea berusaha membangkitkan kepercayaan diri Flora sebelum ia masuk kedalam ruang sidang tersebut.


Flora hanya tersenyum dan mengangguk kemudian menghilang di balik pintu ruangan tersebut.


Malea menunggu sahabat nya dengan setia tepat di kursi yang telah tersedia di depan ruangan tersebut.


15 menit kemudian


Dari kejauhan terdengar samar seseorang tengah memanggil namanya.


^^^Malea....^^^


Mendengar namanya dipanggil Malea celingukkan mencari sumber suara. Setelah ia mengetahui arah sumber suara tersebut barulah ia beranjak dari duduknya, berdiri menyambut kedatangan si pemilik suara.


Pak Danu


Sapa Malea menuapanrekan kerjanya tersebut.

__ADS_1


Ya, Malea telah menyelesaikan studi nya sekitar 1 tahun yang lalu karena ia mengambil program beasiswa yang mengharuskan mahasiswa nya untuk lulus tepat waktu. Berbeda dengan Flora yang terlalu santay dalam mengerjakan tugas akhir nya sehingga ia molor 1 tahun di banding Malea.


Setelah ia lulus Malea melamar pekerjaan disebuah kampus swasta untuk menjadi asisten dosen dan bersyukur nya ia langsung diterima bekerja di sana dan pak Danu adalah dosen pengampu mata kuliah yang Malea pegang.


Sehingga dengan kata lain, Pak Danu sengan Malea adalah rekan kerja.


^^^Malea, kamu sedang apa disini ?^^^


Oh ini pak teman saya hari ini sidang, jadi saya menemani nya disini.


^^^Oh begitu ya^^^


Bapak sendiri sedang apa disini ?


^^^Ini saya dipanggil oleh Dekan fakultas, anak saya yang paling kecil udah beberapa bulan tidak masuk kuliah padahal dari rumah nya dia selalu pergi ke kampusnya, ntah lah lari kemana anak itu, semenjak SMA selalu saja membuat otak saya panas^^^


Malea adalah orang yang cukup profesional dalam bekerja sehingga Pak Danu sangat menyukai etos kerja yang dimiliki oleh Malea.


Yang sabar pak, saya yakin dengan kesabaran dan doa lambat laun anak bapak pasti akan berubah dan menjadi anak yang membanggakan kedua orang tuanya.


Pak Danu tersenyum mendengar perkataan Malea.


^^^Aminn, terimakasih ya Malea sudah memberikan saya support dan motivasi. Oh ia saya pergi dulu yah, salam untuk teman mu semoga sidang nya sukses.^^^


Baik pak terima kasihnya, salam untuk ibu di rumah.


Malea menundukkan kepalanya memberikan hormat kepada pak Danu dan kemudian beliau berlalu pergi.

__ADS_1


1,5 jam kemudian


^^^Klek^^^


Suara pintu ruangan berbunyi. Segera Malea bangun dari duduk nya dan menyambut kedatangan Flora dengan perasaan cemas.


Gimana Flo hasilnya ?


Flora terdiam sejenak kemudian segera membuka kertas yang sedari tadi ia pegang.


^^^Aku lulus Le, nilai ku juga bagua, aku dapet nilai A^^^


Flora menjabarkan semua nya dengan perasaan suka cita.


Keduanya tampak bahagia dan saling melepas peluk satu sama lain.


Congrats darling akhirnya kamu bisa juga menyelesaikan tantangan ini. Sekali lagi selamat yah honey


^^^Terimakasih sayang ku berkat kamu juga akhirnya aku bisa lulus.^^^


Ya sudah kalo begitu untuk merayakan kelulusan mu gimana kalo kita makan di caffe biasa, mau ga ?


^^^ Oke^^^


Tapi kamu yang traktir ya ?


^^^Siapa takut....^^^

__ADS_1


Keduanya berjalan menuju caffe tujuan mereka dengan suka cita.


__ADS_2