![The Story Of My Life [ Sedang di Revisi]](https://asset.asean.biz.id/the-story-of-my-life---sedang-di-revisi-.webp)
PERINGATAN!! NOVEL INI TIDAK SEBAIK SIKAP KALIAN PARA ONNIE CETAR!!
Di tempat kencan (restoran bintang langit :^)
Gue sama Fajar kini tengah duduk saling berhadapan, mata kami bertemu, ini pertama kali gue kencan sama cowok tapi kenapa sih harus sama Fajar coba aja Alex yang kencan sama gue.
Tak lama kemudian seorang pelayan datang membawa buku menu dan gue memesan sup ikan, jus jambu, dan es krim vanila sebagai penutupnya.
Berbeda dengan Fajar dia hanya memesan salat buah dan puding. "Ini cowok lagi diet yah??" benak gue. Pelayannya pun pergi setelah menulis pesanan kami.
"woi, serius lo makan salat??" tanya gue.
"emang" jawabnya.
"lo diet??"
"..."
"ooooiiii, jangan dicuekin napa sih"
"iihh berisik, jangan banyak nanya lo dasar cewek jelek" bentak Fajar. Mendengar kata kata itu gue hanya mendiamkan diri dan menoleh ke arah lain.
Beberapa saat kemudian pesanan gue sama Fajar datang. "selamat menikmati tuan, dan nona" ujar pelayan tersebut.
Nafsu makan gue jadi ilang gara gara Fajar tapi yah perut gue gak bisa diem jadi gue pun makan perlahan, terkadang gue melirik sesekali wajah Fajar.
"apaan sih lo lirik lirik gue, baru nyadar gue itu ganteng" ujar Fajar.
"narsis amat nih bocah dasar bocah plastik" benak gue.
"oi kenapa bengong" ucap Fajar.
Tanpa menjawab perkataannya gue pun berdiri dari kursih dan pergi meninggalkan Fajar, Fajar yang melihat gue beranjak pergi langsung bertanya kepada gue.
"eh lo mau kenapa" tanya nya tapi lagi lagi gue hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya.
Dan gue pergi dari Restoran, Fajar mengejar gue, tak sengaja gue menabrak orang:^.
"duh"
Gue terjatuh tapi belum sempat menyentuh lantai orang itu menarik tangan gue dan memeluk gue.
"Nabilah!! lo gakpapa?" tanya Fajar yang berlari ke arah gue lalu menari gue dari pelukan orang itu.
"hm mm" jawab gue.
"lain kali hati hati yah" ucap orang itu, suaranya tampak tak asih bagi gue. Gue lihat dengan jelas wajah orang itu.
"Alex?!" ucap gue.
"hehehe hati hati, lagian ini udah malem loh" ucapnya seraya tersenyum.
"eh siapa tuh" bisik Fajar.
__ADS_1
"calon imam gue" jawab gue dengan suara pelan.
"heh?!"
"yaudah yah gue cabut duluan yak" ujar Alex.
"iya" ujar kami sama sama.
Setelah Alex meninggalkan gue dan Fajar, gue kembali dingin terhadap Fajar. Gue berjalan meninggalkan Fajar.
"eh lo mau ke mana?" tanya Faja seraya mengikuti gue dan menepuk pelan pundak gue.
"..." gue sama sekali gak ngomong.
"oy"
"udah ngomongnya?" ucap gue dingin.
"oke oke kalo gue ada salah gue minta maaf"
"..."
"lo kenapa sih" tanyanya.
"lo bah kan gak tau letak kesalahan diri lo? dasar gak peka?!" teriak gue seraya menunjuk nunjuk Fajar.
Tak lama kemudian gue melihat taksi akan melewati tempat gue berdiri jadi gue lambaikan tangan gue tandanya menyuruh taksi itu berhenti.
Taksi tersebut berhenti Fajar beberapa kali mencoba menghentikan tapi gue sama sekali gak memedulikannya dan memilih masuk ke mobil.
"kita ke mana non"
"ke jalan xxx pak"
..........
Fajar POV...
"sialan ni bocah kenapa sih" ucap gue seraya mengacak ngacak rambutnya.
"au ah pulang aja deh besok kan bisa ketemu ma bocah bar bara toh"
akhirnya gue pulang ke rumah walau dimarahin bokap gue karena terlalu cepet pulang.
"au ah bodo amat gue mau istirahat" gumang gue.
FAJAR POV...
di rumah...
gue buka pintu rumah gue, dan gue udah disambut sama bokap gue.
"loh sayang kok udah pulang?" tanya bokap gue seraya menarik gue ke sofa.
__ADS_1
"aku benci sama Fajar, dia jahat aku gak mau lagi temenan sama dia" ucap gue.
"loh kenapa sayang nanti papah pukul itu si bocah jangkrik"
"dia ngatain aku jelek pah" gue merengek.
"buset dah gue kira ada masalah apa dasar nih bocah dikatain dikit aja ngambek aduuuhhh" gerutu bokap gue dalam hati.
"udah jangan ngambek nak nanti papah pukul dia karena udah berani ngatain putri kesayangan ku jelek" ucap bokap gue seraya mengelus elus kepala gue. Gue hanya mengangguk kan kepala dan pergi ke kamar untuk istirahat.
Keesokan harinya Gue diantar sama bokap gue.
"belajar yang rajin yah" ucap bokap gue. gue pun menganggukkan kepala dan mencium punggung tangan bokap gue lalu pergi.
"eh" ucap seseorang menepuk pelan pundah gue.
"eh buset setan" ucap gue.
"eh bocah plastik enak aja gue dibilang setan" ucap Lili.
"lo sih kebiasaan ngagetin gue"
"hmmm ke kantin kuy gue belom sarapan"
"okelah"
di kantin terlihatlah seorang cowok nyebelin yang kemaren itu alias Fajar. Kini dia sama temennya lagi makan nasi goreng.
dia melirik gue sekilas dan gue gak memedulikannya dan memesan makanan sama Lili.
beberapa saat kemudian makanan gue datang. Fajar berdiri dan mendekati gue, gue menaikkan satu alis gue.
"eh Li bisa tinggalin gue sama Nabilah berdua??" tanya Fajar.
"enak aja gue baru makan udah diusir"
"pleaselah Li bentar doang"
"yaudah deh"
Iili pun pindah ke tempat lain.
"ngapain lo" tanya gue.
"maafin gue Nabilah" ucapnya tulus seraya memegang tangan gue. Deg deg deg jantung gue udah kena santet kayaknya nih buset dahhh.
.
.
.
.
__ADS_1
.
~Bersambung...