The Story Of My Life [ Sedang di Revisi]

The Story Of My Life [ Sedang di Revisi]
Episode 9 [Revisi]


__ADS_3

PERINGATAN!! NOVEL INI TIDAK SEBAIK SIKAP KALIAN PARA ONNIE CETAR!!


"Apaan sih lebay banget jadi cowok" ucap gue seraya menarik kembali tangan gue.


"Bodo yang penting lo maafin gue"


"Hmm"


"Pleaselah, gue tau gue salah"


"Emang salah lo di mana?"


"..." Fajar terdiam.


"Heh, salah sendiri aja gak tau, mau minta maaf?" gue menatap sinis Fajar.


"Diem Nih?" Tanya gue.


"Gue.." belum sempat menyelesaikan kalimatnya gue udah menyelanya.


"Maaf" ucap gue lirih.


"Gue yang salah" ucap gue lagi seraya menundukkan kepala dan hiks hiks gue menangis tersedu sedu.


Sontas Fajar yang kini terkejut melihat gue menangis pun langsung memeluk gue, deg deg deg jantung gue berdetak dengan cepat terciumlah bau farfum Fajar.


"Kok nangis sih" ucap Fajar seraya melepaskan pelukannya dan menyeka air mata di pipi gue.


"Cup cup cup nih bocah kok nangisnya kayak bocah sih" ujar Fajar.


"Ini anak minta pukul yah" batin gue.


"Iiihhh yebelin amat sih jadi orang, orang lagi nangis bukannya dihibur ini malah di ejek dasar bocah plastik"


"Hahahaha jangan ngambek, lihat noh muka lo kayak pantat monyet🐒" ucap Fajar sembaring tertawa terbahak bahak.


 Dengan geram, gue pun memukul lengan Fajar sekeras mungkin dan itu pun gak cuman sekali tetapi berkali kali.


"Auuu sakit ****" ucap Fajar sembaring mengelus elus lengannya karena kesakitan.


"Sialan , elo yang ****"


"Bangke" umatnya.


"HEY KALIAN BERDUA!! Bisa gak sih kalo pacaran jangan di depan gue, kasihan gue yang jomblo ini, udah dari gue dicuekin lagi nasip apa ini ya tuhan" ucap Lili tiba tiba nongol.


"Najis gue pacaran sama kakek cungkring" ucap gue dengan ekspresi jijik.


"Ih siapa juga yang mau pacaran sama nenek lampir iiiihh bisa bisa gue mati nantinya" ucap Fajar.


"Aduuuhhh kalian ini yah, pusing gue ngeliat lo pada" ucap Lili.


"Yaudah gak usah diliat, susah amat sih" ucap Fajar.


"Ho oh" sambung gue.


"Eh gue ini punya mata kale, kalian ini kelebihan pintar apa **** sih, dasar!" Ucap Lili.


"Yah pintarlah" ucap gue dan Fajar serempak.


"Auk ah gue cabut duluan bye" ucap Lili seraya meninggalkan gue dan Fajar.


"Yah ngambek deh dia"


"Lo sihhh"


"Loh kok gue sih?" Tanya gue heran.


"Au ah gelap" ucap Fajar.


"Dasar kakek cungkring"


"Lo nenek lampir"

__ADS_1


"Lo genderowo"


"Lo kuyang"


"Lo pocong"


"Lo kuntilanak"


"Sekalian aja semua hantu disebutin" ucap gue.


"Bomat, bodo amat gue ngambek" ucap Fajar kek bocah minta mainan.


"Ya ya ya mau lo ngambeklah, bahagialah, sedihlah gue kagak peduli, gue cabut dulu bye" ucap gue.


Pada saat gue beranjak pergi, tiba tiba Fajar memegang tangan gue dan berkata.


"Gak diajak nieh" tanya Fajar yang memasang muka kayak pantat monyet🐒.


(Boset dah thor kenapa pantat gue dicantumin terus sih thor thor) #monyet🐵😂.


Beberapa saat kemudian, di kelas, lebih tepatnya di luar kelas. Gue dihukum sama Pak Ahmad karena telat masuk ke kelas. Jadi yah gue sama Fajar dihukum deh.


Mana hukumannya berdiri diluar kelas sambil mengangkat kursi di kepala sampai jam pelajaran berakhir lagi haduh nasip nasip.


FLASBACK ON...


"Duh mati neh kite berdua, bapak Ahmad udah di kelas aduh" ucap gue cemas.


"Udahlah dibawa santuy aja beb" ujar Fajar santai.


"Lo gila?? Kita berdua bisa bisa kena hukuman begooooooo" ucap gue.


"Gue mah B aja"


"Elo yang B aja, Gue?? Gue mah takut"


"Udah jangan banyak omong, cuy masuk" ucap Fajar sembaring menarik masuk gue.


Tok tok krik gue dan Fajar masuk perlahan ke dalam kelas semua mata tertuju terhadap kami.


"Fajar, Nabilah, kalian bapak hukum berdiri di luar kelas sambil mengkat kursi di atas kepala sempai jam pelajaran berakhir! CEPAT!!!" bentak Pak Ahmad.


Dengan cepat gue dan Fajar mengambil kursi lalu keluar kelas.


FLASBACK OFF...


"Semua ini salah lo" ucap gue seraya menatap sinis Fajar.


"Biasa aja napa mata lo itu" jawabnya.


"Huh?! Dasar cowok, gue udah capek nih mana haus lagi aduh" gumang gue.


Fajar yang mendengar gumangan gue pun berkata.


"Huh?? Gitu doang capek dasr lemah" ejek Fajar.


"Bayak bacot anda ini yah heh pengen kena tampar lo"


"Berani emang lo hah?!"


Tiba tiba Pak Ahmad menemui kami.


"Kalian berdua ikut saya" tintan pak Ahmad dan kami mengangguk tandanya mengerti.


"Buset ini pasti bakal masuk ruang BK anjay gue apes kali ini" batin gue.


Di dalam ruang BK.


"Kenapa kalian berdua telat masuk? Heh??!! Kalian tau peraturan sayakan!!" Bentak Pak Ahmad.


"Iya pak" sahut kami.


"Saya benar benar kecewa yah terutama kamu Incess kamu ini siswi yang disiplin setau saya tapi apa?? Kamu telat masuk kelas" auto ceramah guys.

__ADS_1


"Dan kamu Fajar udah berapa kali saya memperingati kamu??" Ucap pak Ahmad seraya menunjuk nunjuk Fajar.


"Maaf pak saya gak akan mengulanginya lagi pak" mohon gue. Fajar cuman diam membisu dia gak khawatir atau apalah dia malah B ajah.


"Sudahlah saya akan memanggil kedua orang tua kalian" ujar pak Ahmad.


"Yaudah silahkah aku gak peduli pak" ujar Fajar.


"Beraninya kamu ngomong begitu kepada saya"


"Fajar lo gak boleh gitu" bisik gue.


"Udah lo diem aja jangan banyak bacot" ucap Fajar sewot.


"Fajar kamu jangan mentang mentang orang kaya yah, liat aja saya akan laporin hal ini ke orang tua kamu" ancam pak Ahmad.


 "Yaudah terserah pak, yuk kita pergi" ucap Fajar seraya menarik gue ke luar ruang BK.


"Oy nape lo bawa bawa gue sih ****" ucap gue.


"Udah diem kuy kita pulang"


"Apaan sih"


Fajar menarik gue sampai ke mobil dia dan menyuruh gue duduk di kursi depan mobil..


"Oy kita mau ke mane" tanya gue.


"Ke rumah gue lah masak ke amajon" jawab Fajar.


"Ooooohhh.... eh kenapa harus ke rumah lo dah"


"Udah jangan banyak nanyak gue tabok nih"


"Wih serem amat dah"


"Makanya diem"


Skip aja yah guys...


Di rumah Fajar.......


Perlahan lahan Fajar dan gue masuk ke dalam. Dan disambut bi Indah (pembantunya Fajar).


"Udah pulang toh tuan?" Tanya bi Indah.


"Iyalah bik orang akunya udah ada di sini kalo masih di sekolah nah itu tandanya belom pulang haduuuh" ucap Fajar panjang lebar gue yang mendengar percakapan mereka pun jadi tertawa.


"Lo kenapa dah aneh, jangan jangan kerasukan" 


"Bibi cepetan ambilin kopi buat ngusir setan" suruh Fajar.


"Sialan lo" ucap gue seraya memukul kepala Fajar.


"Aduh! Sakit peak"


"Bodo"


Tiba tiba tante Sifa (bokapnya Fajar) nongol dan menyapa.


"Fajar kok cepet pulang eh ada Nabilah"


"Halo tante" sapa gue.


.


.


.


.


~bersambung...

__ADS_1


Dah yah gaes kayaknya otak aku udah gak kuat nih. Soalnya akhir akhir ini aku sibuk :(


And By The Way aku minta maaf karena episode kali ini banyak kata kata kasar.


__ADS_2