The Story Of VAMPIRE

The Story Of VAMPIRE
03


__ADS_3

Aku sampai di istana yang indah dikelilingi oleh bunga - bunga mawar yang indah tapi juga sangat tajam aku masuk dan langsung menapakkan kakiku seketika pintu gerbang terbuka dan barisan para pengawal yang seperti patung berbaris rapi aku masuk dan memanggil seseorang dia adalah chae pelayan pribadiku di istana ini memang semua hidup disini aku seperti menjadi ratu semuanya menuruti perintahku tapi aku juga sering menjaili mereka dengan menyuruh mereka untuk mencari anting ku yang hilang padahal tidak hilang mereka semua bukan hanya dari golongan vampir tapi juga golongan troll , wizard, fairy , mermaid, dan lainnya kecuali manusia serigala.


Ketika aku memanggil chae dia langsung bergegas menghadap diriku aku sering menampakkan wajah datar nan dingin untuk mengerjainya karna dia itu sangat polos , setelah chae datang ke tempatku aku menyuruhnya membuatkan aku teh dari pohon Tal kenapa namanya pohon Tal? karena pohon itu sangat besar dan mempunyai 4 warna daun yang di sebelah utara berwarna perak, di sebelah timur berwarna hijau zamrud, di sebelah barat berwarna merah muda , sedangkan di sebelah selatan berwarna kuning keemasan aku menuju kesana dan duduk di meja dan kursi yang disiapkan khusus untuk aku bersantai.


Tidak lama kemudian chae langsung datang dan membawa minuman yang ku pesan dan cemilan yang biasa aku makan sambil minum teh, chae meletakkan teh dan makanan ringan di atas meja aku menyuruhnya untuk duduk bersama dia langsung menuruti apa yang ku suruh aku sering bercanda, bercerita tentang kehidupanku dengan chae dia selain pelayanan pribadi dia adalah temanku satu - satunya dia adalah orang yang ku temui saat pertama kali menemukan dunia ini ketika aku masuk dia langsung terkejut dan langsung bersujud dihadapan ku sambil menyebutkan "Yang Mulia aku telah menunggu begitu lama aku kira engkau sudah lenyap dihabisi oleh para breng*** itu " kata chae dengan nada antara bahagia, sedih , dan marah bercampur jadi satu aku masih ingat dengan jelas perkataan itu dia adalah kepala pelayan dari semua orang yang ada di istana ini hanya dia yang paling kupercaya .

__ADS_1


" Nona ada apa kenapa anda melamun? kata chae yang menyadarkan diriku dari ingatan itu


" Ah tidak ada apa-apa chae hanya aku mengigat sesuatu yang tidak penting" kataku " Lalu bagaimana keadaan kerajaan ini ketika aku pergi? " lanjutku " Tidak ada hal buruk nona hanya saja " chae menghentikan perkataannya dan terlihat jelas raut wajahnya ragu - ragu " hanya saja apa? " tanyaku pada chae , dia menunduk lalu menghela nafas dan bercerita ketika aku tidak ada para mentri mulai memberontak dan menagih pajak para masyarakat jika mereka tidak membayar maka akan diberikan hukuman yang berat para menteri juga bertindak semena - mena ketika aku tidak ada mereka menculik para gadis - gadis muda dan memperkosa mereka , mereka dibawa secara paksa kata chae seketika emosi ku memuncak aku sudah tidak tahan lagi aku langsung meminta chae memberitahu siapa saja orang - orang itu dan ingin segera membunuhnya tapi ada suara seseorang yang berbisik di telingaku


Aku tersadar dan langsung ber smirk aku langsung pergi menuju kamar ku yang besar .

__ADS_1


~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•


**Maaf aku nggak bisa update banyak karena tugas aku penuh tapi terimakasih bagi kalian yang udah sabar menunggu semoga Corona / Covid -19 cepat reda dan pergi dari dunia ini jangan lupa like komen dan klik favorit ( *jika nggak mau juga nggak apa-apa aku nggak maksa kok ) **sekali lagi aku ucapkan terima kasih banyak 😊😊


💖 SHEILA GRACIA KENANGGA 💖*****

__ADS_1


__ADS_2