
( POV : Rey )
Di dalam Mimpiku aku selalu mengalami beberapa hal yang tidak pernah ku alami dalam hidupku.
Terlintas sebuah kenangan dari seseorang dimana mereka berdua hidup sangat damai bagaikan sebuah kisah yang indah.
Seorang Anak laki-laki muda dengan Rambut berwarna Hitam dan mata Biru langitnya sedang bermain bersama dengan seorang wanita berambut putih pucat.
Mereka terlihat tidak begitu asing bagiku dengan sebuah ciri khas di punggung merekan yang merupakan Sepasang Sayap burung yang sangat unik.
Dapat dikatakan mereka adalah Ravenhills, tetapi berbedaan yang sangat jelas bahwa wanita berambut putih pucat itu memiliki sayap berwarna putih yang bersih.
Pertemanan merrka seharusnya menjadi sebuah pertemanan yang baik sampai sewaktu ketika Anak Laki-laki itu mulai berubah dan melakukan sesuatu diluar nalar.
Waktu telah berlalu sangat panjang, setiap kejadian demi kejadi telah dilalui hingga sebuah kesimpupan tercipta secara tidak disengaja.
Anak laki-laki itu telah melakukan banyak pertumpahan darah di Keluarganya sendiri. hingga pada sewaktu ketika ia menghabisi setiap Orang dengan sayap putih seperti wanita yang menjadi teman baiknya itu.
sejujurnya itu adalah pemandangan yang buruk, aku sangat tidak menyukai semua itu seakan-akan darah tersebut mengalir ke dalam tubuhku bagaikan aliran gelap yang sangat kotor.
Sangat menjijikan.
tetapi saat ini aku sedang tidak berada di tempat itu, karena saat ini gadis berambut putih itu dengan tatapan kosongnya kembali mendatangiku di dalam mimpi seakan ingin mengatakan sesuatu.
" Ursa, Ursa........Ursa sudah membuat semuanya menjadi seperti sekarang. " kata gadis itu dengan nada datarnya.
Aku selalu penasaran mengapa ia selalu mengatakan Ursa setiap kali bertemu denganku? tetapi pada mimpi kali ini, kalimatnya tidaklah terbata-bata dan ia memgatakan lebih banyak kalimat.
" Siapa kau sebenarnya!? Mengapa kau selalu hadir dalam Mimpiku dan mengatakan Ursa kepada diriku!? "
_Rey.
Disaat ini, aku mulai bertanya kepada gadis itu.
aku mulai mempertanyakan mengapa ia selalu datang dalam mimpiku dan selalu mengatakan ursa setiap kali kami bertemu?
" Labirin besar El-Myort, Bebaskan Tempat itu........... " kata gadis itu lagi.
setelah gadis itu mengatakan sedikit kalimat setelah perpisahan, perlahan pemandnagan di dalam mimpiku berubah menjadi putih seketika dalam waktu singkat.
Aku berusaha kembali meraih tangan gadis itu, tetapi bagaikan Sebuah kabut dipagi Yang buta. gadis igu kembali menghilang tanpa bisa aku sentuh bagian dirinya Yang terlihat sangat rapuh.
Hanya ada satu kalimat saat sebelum perpisahan dalam mimpi.
labirin besar El-Mayort, sebuah labirin Yang terletak di benua Euyradania!
...°°°...
...°°...
__ADS_1
...°°...
( POV : Author)
" Hah!? Sekali lagi ya "
_Rey.
terbangun dari mimpi anehnya, Rey dengan sedikit rasa penasaran mulai mempertanyakan kepada dirinya sendiri mengenai apa yang ia alami.
Ia kembali bertemu dengan gadis misterius tersebut di dalam mimpinya. gadis itu hanya mengatakan sebuah tempat bernama Labirin el-myort sebelum ia terbangun dari mimpi.
Rey kembali mulai menatap ke arah langit-langit, ia terlihat cukup kebingungan dengan sebuah mimpi dan juga sebuah ingatan dari seseorang Yang tidak pernah ia temui.
" !!!!! "
" Ada Apa, Rey!? "
_Veronicia.
Tertidur lelap di Pelukan Rey, Veronicia Yang juga mulai terbangun mulai bertanya ada apa kepada rey?
Ia cukup penasaran apa Yang sedang dimimpikan oleh rey, meski hari masih pada tengah malam. rey terbangun bukan karena ia mengalami mimpi buruk.
" !!!!! "
Rey mulai kembali menenangkan dirinya, keringat dingin di tubuhnya perlahan mulai berkurang tatkala ia merasakan sebuah ketenangan.
" Tidak, Itu hanya sesuatu yang tidak berarti....... Aku hanya sedang kelelahan menghadapi ini.
Maaf sudah membuatmu merasa khawatir "
_Rey.
Reyham mulai meminta maaf kepada veronicia. ia tahu bahwa veronicia memiliki rasa khawatir berlebih kepada dirinya, meskipun itu di dalam mimpi. ia jelas adalah tidak bisa tidak khawatir.
" Itu bukanlah apa-apa.........
Aku hanya merasa bahwa, Aku mungkin Akan menghadapi sesuatu Yang sangat merepotkan kedepannya.
tapi tenang saja, semua baik-baik saja "
_Rey.
" Begitu ya........ Ku kira Rey hanya kelelahan setelah banyak mengeluarkan Energi.
aku mungkin tidak perlu khawatir "
_Veronicia.
__ADS_1
" Memangnya kau pikir siapa yang bisa mengatasi Binatang buas ini.
Berekat Vern, aku bisa kembali mendapatkan ketenanganku. jika vern masih tidak puas, maka aku akan melakukannya sesuai keinginanmu "
_Rey.
" Rey "
_Veronicia.
" !!!!!!!! " memberikan ciuman Yang cukup bergairah.
Rey hanya memerlukan ketenangan untuk menyetabilkan dirinya sendiri.
Ia kembali memberikan sebuah isyarat untuk memuaskan Veronicia ia ia masih belum puas dengan dirinya.
...( Bagian Ini di Cut karena terlalu Dewasa...... 🙏🙂 )...
...°°°°°°...
...- Skipp Scane -...
Ketika Pagi tiba, Rey dan Veronicia Yang sudah bersiap-siap kini mulai melanjutkan kembali perjalanan mereka.
Saat keluar dari Guild, entah apa Yang terjadi? tetapi orang-orang kembali menatap mereka dengan cukup tajam.
ini bukanlah tatapan aneh dimana mereka seperti didiskriminasi, tetapi tetapi tatapan kali ini merupakan sebuah tatapan aneh? dimana orang-orang mendengar kejadian pada malam Yang gelap.
Mereka semua berbisik dan mengatakan sesuatu Yang cukup mengejutkan.
" Apakah Anak-anak Zaman sekarang memang seperti itu?
Tetapi Seorang Ravenhills Muda Melakukan itu kepada Siren? bukankah dia lebih dewasa daripada kelihatannya "
" Hey Nak........ Jika kau menghabiskan malammu dengan baik, maka buatlah pasanganmu merasa nyaman. "
kata Para petualang itu kepada mereka berdua.
Meskipun mereka berdua tidak mempedulikan apa Yang dikatakan oleh para petualang itu, tetapi rey sepertinya menjadi memerah mendengarnya.
Sesuai dengan sebuah aturan bahwa Indra pendengaran Ras iblis jauh lebih kuat dari manusia. bahkan Hubungan Yang mereka lakukan bisa di dengar dengan mudah.
..." Ini memalukan! " ...
Rey harus meredam sedikit rasa malunya karena orang-orang mendengar hubungan tersebut..
Meskipun semuanya bukan Salah rey sepenuhnya, tetapi teriakan Veronicia tampaknya lebih kuat daripada Yang ia pikirkan.
Bersambung.........
__ADS_1