THIS IS MY LITTLE STORY

THIS IS MY LITTLE STORY
BAB IV MASIH DI SUASANA SMP


__ADS_3

MEDAN, 13 september 2009..


Dan kini usia ku sudah 12 tahun, di sinilah awal aku mengenal orang-orang dengan kontes secara luas yg berbeda jauh, ketika aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar..


Berbagai macam latar belakang dapat aku temukan di sini.


Sebelumnya, aku anak yg tidak terlalu aktif di sekolah, semenjak duduk di bangku SMP.


Aku lebih suka sendiri ketika jam istirahat, duduk di barisan belakang dan membaca buku sastra yg sering aku pinjam dari perpustakaan sekolah..


Hei, lagi baca buku apa??


suara yg mengejutkan ku, ketika sampai di pertengahan kata pada buku yg saat itu aku baca..


Vadilla Hanum, dialah asal dari suara tersebut, gadis yg turun dari sebuah mobil hitam yg pernah kulihat waktu itu..


Kini kami telah saling mengenal, dan berada di satu kelas yg sama..


"Si Cebol Rindukan Bulan" membalik sampul buku yg aku pegang ke arah Munah," karya Aman Datok Madjoindo " serta menyebutkan pengarangnya.


Munah, itulah panggilan aku terhadapnya. Biasanya dia di panggil Dilla oleh teman-teman yg lain bahkan para guru..


Dan ketika ku sebut nama itu, seketika tangan nya langsung melayang ke pundak ku:)).


Mungkin dia gk suka di panggil Munah oleh ku..


Bell tanda masuk kelas pun berbunyi, dan aku pergi ketempat duduk ku kembali.


Tak lama, guru Bahasa Indonesia pun kini telah memasuki kelas dan memulai pelajaran nya kembali..


Pelajaran pun kini berjalan dengan penjelasan-penjelas mengenai sebuah karya puisi sesuai kurikulum tahun pelajaran pada saat itu..


Satu persatu siswa di kelas kini di minta untuk mengarang sebuah puisi dengan tema bebas. Untuk meningkatkan kreatifitas anak didik pada saat itu..


Berbagai macam karangan puisi yg telah di bacakan oleh teman-teman di depan kelas, dan di presentasikan dengan rasa antusias mereka masing-masing, serta dengan berbagai macam gerakan tubuh yg mereka lakukan, seakan membuat gelak tawa pada seisi kelas dikala itu..

__ADS_1


Dan kini,tibalah giliran ku maju kedepan, untuk mereprentasikan puisi yg sudah aku buat..


Sebelumnya kami di beri tugas puisi ini, untuk tambahan nilai ujian semester yg sudah selesai seminggu yg lalu..


"*UNTUK KU DAN SEMUA"


GEMA SUARA KENDARAN LALU LALANG ITU KINI TERDENGAR JELAS DI TELINGA.


NAMUN TAK SATUPUN YG BISA MEMALINGKAN PANDANGAN INI DARINYA.


GEDUNG-GEDUNG TERSUSUN BERHIMPITAN SEAKAN INGIN MEREMUKA BADAN.


YANG MENAMBAH RASA MENCEKAM DI DALAM SATU JIWA YG MELIHATNYA.


AKU TAU, KAU INGIN BERLARI MENJAUH DARINYA.


NAMUN RASA TEKAT YG KUAT KINI TELAH TERTANAM BEGITU DALAM DI JIWA.


SEAKAN TELAH MEMBELENGGU KAKI AGAR TAK DAPAT BERLARI LAGI..


DENGAN TETAP DIAM DI DALAM SUASANA INI.


DAN, WAJAH ASING YG MUNCUL DI BOLA MATA INI MEMUDAR, SEIRING BERJALANNYA WAKTU YG TELAH AKU LALUI...


karya, Reno A..H*...


Sebuah suara tepuk tangan yg terdengar di telinga, seakan menambah kepercayaan diri ku, untuk dapat nilai tertinggi yg di berikan oleh guru saat itu..


Puisi yg ku bacakan itu pun sontak membuat suasana seketika hening, yg mana jantung ku seakan bertambah bebannya untuk memompa darah, yg menyebabkan air keluar dari pori-pori kulit yg tertutup oleh seragam sekolah yg saat itu aku kenalan..


Theeeeeeet...


Suara yg menandakan jam pulang pun kini telah berbunyi yg membuat riuh suara di ruangan kelas..


"PULAAAAANG" terdengar suara yg keluar dari mulut salah satu siswa nakal di ruang kelas yg aku pun berada di dalamnya..

__ADS_1


(" AULIANDRA ")..


Anak salah satu anggota dewan di kota itu yg masih aktif, yg membuat dia serasa memiliki semuanya..


Sikap arogansi nya pun muncul jika melihat hal yg sudah ia punya, tetapi orang-orang baru memilikinya..


" Kembalikan buku ku Ndraaa "suara munah yg kala itu buku tulisnya di ambil oleh andra dengan tertawa, tanpa rasa bersalah ia malah membuangnya ke tempat sampah sembari merobek tugas sekolah yg ingin di kumpulkan ke guru saat itu..


Air mata munah tampak telah mengalir di pipinya sambil berlari mengejar laki-laki itu, mereka pun saling kejar-mengejar. Kini Andra dan Munah sampai di meja yg mana aku duduk di bangku itu sambil membaca sebuah buku sastra yg selalu aku pinjam di perpustakaan..


Dreeeaaaaatttt..


Membuat meja tersebut bergeser dan buku ku terjatuh dari tangan ku, seketika aku langsung menatapnya dengan emosi yg tidak terkontrol lagi..


Terlihat air mata yg jatuh dari kelopak mata indah, dari seseorang yg tanpa sadar aku menyukainya.


kini membuat ku serasa ingin menghantam wajah lelaki itu ke atas meja yg telah bergeser karenanya dan membuat diriku menyesal telah melakukan hal bodoh seperti itu..


perkelahian kami pun berhenti ketika kepala sekolah datang melerai nya.


Dwuuuaaaaaar...


Suara yg menyebabkan aku di skorsing, dari sekolah karena telah membuat tulang hidung lelaki yg telah membuat seorang wanita yg pada saat itu aku telah menyukainya meneteskan air mata..


Semenjak aku duduk di bangku SMP dan sudah mendekati untuk kenaikan kelas. Aku merasa, kini aku telah jauh berbeda dari diriku sembelumnya ketika aku masih duduk di sekolah dasar dulu..


Ayah dan ibu kini terpecah perhatiannya oleh adik-adik ku, kini aku merasa kurangnya perhatian dari seseorang yg begitu aku banggakan untuk sebagai panutan di saat aku sedang menginjak masa remaja..


Bahkan saat ini ketika aku di skor's dan tidak masuk sekolah, mereka hanya menanyakan "Sudah libur sekolah??" dan meninggalkan ku.


Waktu itu ku jawab "iya" , aku tidak berani jujur pada mereka saat itu kerena takut. Aku tidak mau melihat wajah kecewa yg di tujukan ke diriku itu keluar dari wajah mereka berdua...


Dan kini beasiswa ku pun telah di cabut..


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2