THIS IS MY LITTLE STORY

THIS IS MY LITTLE STORY
BAB V HILANG ARAH


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, ketika putusan kepala sekolah di jatuhkan ke pada ku..


Dan masa skorsing ini yg telah membuat ku terperosok ke jurang pergaulan. Aku tak tahu lagi harus mengutarakan nya seperti apa..


Selama masa skor's yg aku dapatkan pada saat itu, membuatku berbohong pada kedua orang tua ku.


Kala itu aku masih pergi ke sekolah. Tapi bukan untuk sekolah ,melainkan untuk mencari uang saku yg aku dapat kan ketika bekerja di bengkel sepeda motor yg kini menjadi tempat tongkrongan ku sampai aku lulus SMP hingga SMA..


Mulai dari ganti oli, nambal ban, hingga cuci motor yang datang dan berbaris di bengkel tersebut..


Aku gk menyangka akan sejauh ini roda kehidupan ku berjalan..


Soalnya dulu aku berfikir, bahwa setelah lulus Sekolah Dasar, aku akan menempuh pendidikan hingga kuliah seperti yg ku cita-citakan dahulu.


Sebenarnya aku takut, takuuut sekali, kalau kedua orang tuaku tahu bahwa beasiswa yg aku dapatkan ini telah di cabut..


Waktu pun berlalu, kini orang-orang yg aku kenal bukan hanya yg ada di bengkel tersebut. Melainkan dari tempat tongkrongan yg berbeda..


Kala itu aku tidak tahu dan ikut dengan mereka..


Aku yg polos tanpa sadar telah masuk di dunia drugs. Awalnya mereka memberi ku dangan iming-iming bahwa kalau aku memakainya akan serasa semua kehidupan yg aku rasakan akan terasa tidak terjadi apa-apa..


Aku yg kala itu tidak mengetahui bahaya yg akan mengancam di depan ku nanti, berharap bahwa aku akan terbebas dari masalah yg aku alami ini, kembali seperti semula. Beasiswa ku yg telah di cabut akan di berikan lagi, dan org tua ku akan memberikan perhatiannya ke pada ku seperti yg mereka berikan ketika aku duduk di bangku Sekolah Dasar dahulu..


Baaaammm


Ya aku telah memulai awal masa-masa sulit yg akan terjadi kepada ku nanti..


Seketika diriku di buat terbang bebas olehnya. Rasa senang yg berada di dalam tubuh ringki ini muncul dengan skala besar. Dan aku serasa meninggalkan masa depan ku jauh di atas sana, aku terjun bebas dari jurang masa depan yg talelah ku rencanakan sedari dulu, dan telah aku persiapkan untuk kedua orang tua ku..


Perlahan perasaan ini pun hilang dari ku, kini aku merasa ada yg hilang dari diriku. Perasaan ku serasa Hampa, kosong ,yg membuat rasa menyesal itu timbul terus menerus hingga membuat tubuh ku bergetar tak ada ujungnya..


Aku terkena ketergantungan dan ingin mengulang nya kembali untuk mendapatkan rasa yg aku dapatkan pertama kali aku menggunakannya..


Kini aku berfikir inilah jalan yg bisa menghilangkan semuanya. Aku terus mencarinya dangan secara sembunyi-sembunyi..


Uang yg aku dapat kan dari bekerja pun telah terkuras habis bahkan sampai berbohong kepada orang tua agar mendapatkannya..


Seketika aku terdiam melihat orang tuaku telah mengetahui bahwa aku telah di skorsing dari sekolah dan beasiswa ku telah di cabut..

__ADS_1


Ya aku melihat tatapan mereka kepadaku penuh dengan kekecewaan yg teramat besar..


("Ganta apa benar beasiswa kamu telah di cabut??)


Tanya ibu yg sontak membuat ku tertunduk..


Mereka mengetahui semua atas pemberitahuan DEWI. Teman SD ku, yg juga masuk ke SMP yg sama dengan ku.


(DEWI KINANTI), itulah namanya..


Rumah kami tidak begitu jauh, hanya jarak empat gang dari rumah ku..


Kala itu ia di suruh oleh wali kelas ku untuk menyampaikan pesan bahwa aku telah di skor's dari sekolah, dan meminta kehadiran orang tuaku untuk datang membicarakan masalah skorsing dan beasiswa ku yg telah di cabut..


Soalnya surat yg di berikan kepada ku agar di berikan ke orang tua telah ku sobek dan ku buang di tempat sampah. itu semua karena aku takut kalau org tuaku tahu..


("PERGI KAMU DAN JANGAN KEMBALI. DAN SEKOLAH KAMU SENDIRI")...


Kata yg sontak membuatku terbelalak ke bawah seakan di jatuhkan oleh orang tuaku sendiri yg pada saat itu aku sedang membutuhkan suport dan kasih sayang mereka..


Dengan bermodal ransel yg biasa aku kenalan sekolah dan berisi beberapa potong baju aku melangkah keluar dengan penuh rasa bersalah. Dan kini membuat ku malah lebih jauh mengenal dunia" DRUGS "(NARKOBA)..


Akhirnya masa SKOR'S ku kini telah berakhir dan aku kembali bersekolah lagi. Tapi suasana sudah tidak seperti dulu lagi..


Tatapan mata itu, tatapan ketika orang tuaku menatap ku saat mereka mengusir ku dari rumah. Dan kini tatapan itu telah memenuhi seisi ruang kelas, yg membuat hati tidak ingin kembali lagi ke sekolah tersebut..


Bahkan tatapan dari seorang wanita yg aku kagumi pun kini telah berubah. wanita yg pernah ku lihat ketika aku mendaftar dahulu di sekolah ini, yg terlihat tidak begitu jelas wajahnya keluar dari mobil hitam dengan rambut terikat yg menambah rasa penasaran di waktu itu..


Hari demi hari berlalu dan aku masih menggunakan barang haram itu, hingga aku duduk di kelas (IX). Dan dosis yg aku pakai malah semakin lama bertambah dan membuatku melakukan kan hal yg merugikan banyak orang..


Aku mengambil yg bukan milik ku secara paksa agar candu yg melekat di badan terpenuhi..


Aku tidak tau harus gimana lagi, yg ada di kepalaku hanya ketenangan yg ku inginkan. Di bengkel tersebut aku dan satu tongkrongan ku pun mulai mengerjakan proyek yg lumayan besar. Kami ikut balapan bebas yg mana hadiahnya lumayan besar. Aku berfikir bisalah uang itu aku gunakan untuk stok dan tidak perlu mengambil barang-barang orang lagi untuk mendapatkannya..


Aku mengajukan diri untuk menjadi joki ketika balapan nanti.


Syukurnya meraka setuju dan aku pun mengasah kemampuan berkendara ku dengan motor yg sudah kami siapkan. Kini hari yg kami nanti-nantikan pun tiba..


Aku bersiap mengambil posisi untuk memulainya..

__ADS_1


motor ku pun kini telah ku hidupkan untuk memanaskan pembakaran pada mesin nya. Aku memberi tahu mekanik kami bahwa ada yg mesti di setel lagi agar nyaman ku kendarai.


Kini nampak ia sedang mengecek satu persatu rangkaian motor tersebut dengan membawa beberapa kunci.


Dan kini aku mendapatkan setelan yg pas untuk motor yg ku kendarai ini. Dan


Dreaaaangng.....


Aku melesat tanpa batas menuju garis yg telah di tentukan hingga mencapai kecepatan yg belum pernah aku dapatkan sebelumnya..


Aku tau kalau saat itu aku sadar tidak menggunakan "drugs" mungkin aku tidak akan berani memacu secepat itu..


Kami pun memenangkan balapan tersebut dan mendapatkan taruhannya yg berkisar sekitar 10j kurang lebih..


Tidak kusangka aku mendapat bagian yg sama kali aku tidak menyangka. Nominal yg di berikan cukup besar. Sejak saat itu lah aku mulai menyukai dunia JOKI untuk mendapatkan uang. Tanpa sadar aku berada tipis di ambang kehancuran.


Sekolah ku kini hanya sekedar formalitas saja. Aku menjalankannya agar mendapatkan Izasa nya saja, dan berharap aku masih di Terima lagi di keluarga ku..


Waktu pun kini berlalu, telah lama aku meninggalkan rumah sejak awal aku di hukum oleh orang tua ku..


Sebenarnya mereka mencari ku, tapi akunya yg tidak mau menemui mereka. Aku selalu lari di saat mereka mencari ku dan teman tongkrongan pun sadar akan sikap ku.


Mereka membantuku untuk menutupi bahwa aku ada di bengkel tersebut..


APENG nama panggilan mekanik kami di bengkel tersebut.


Kini sampai ia mendekat kearah ku yg saat itu lagi mengeksekusi Drugs yg ada di depan ku..


Saat itu ia langsung menghentikan tangan ku yg sedang membakar benda haram tersebut..


Ganta ibu mu tadi mencari engkau di luar, jangan kau terus seperti ini, Pulang lah jumpai ibu mu dulu. Apang yg kala itu menasehati yg mana aku tidak memperdulikan apa yg dia omongkan pada ku.


Yg tau aku bang, yg merasakan sakit ini aku bang. Abang tidak tahu bagaimana hancurnya aku dulu bang. ini jalan ku bang, stop jangan ikut campur lagi tentang hidup ku..


Kata itu terucap dari mulut ku sambil mengisap Drugs kembali..


Sambil menggelengkan kepala bang apeng pergi meninggal kan ku, yg kala itu sedang menggali lubang kehancuran secara perlahan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2