
Malam itu aku menginap di Rumah Sakit,aku di minta untuk pulang oleh kakakku tapi aku tidak mau pulang,aku ingin menjaga mama.Aku tak henti-hentinya menelpon papa,tetapi papa tidak pernah bisa di hubungi.Aku sangat heran dengan papa,aku sangat heran dengan keluargaku.Kenapa keluargaku seperti ini? beberapa bulan terakhir mama sering tidak ada di rumah,papa semakin tidak pernah pulang,dulu papa sering pulang meskipun hanya beberapa menit di rumah,tapi sekarang jangankan ke rumah,di telpon saja tidak bisa.Kakak semakin sibuk dengan kuliahnya,adikku semakin tidak mendapat perhatian dari semua anggota keluarga termasuk aku,karena semakin lama semakin banyak sekali tugas dari sekolah.jadinya adikku hanya mendapat perhatian dari pembantu kami bi ijah.Rasanya cobaan itu sedang aku rasakan,aku tidak tahu apakah aku bisa melewatinya atau tidak,tapi aku selalu teguh pada pendirianku bahwa aku biaa melewati semua cobaan dan menghadapinya dengan senyuman.Malam telah berlalu, cahaya mentari telah menyingsing di ufuk timur,ini artinya hari baru, pengalaman baru.Hari itu aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah,aku khawatir mama kenapa napa.Tetapi kakakku melarangku,aku tetap di minta untuk pergi kesekolah. Sebagai gantinya kakakku yang menggantikan aku untuk menjaga mama,selain itu adikku juga tidak punya teman di rumah,hanya bibi Ijah saja. Bisa-bisa nanti Nuri menangis karena tidak tahu apa-apa dan tidak menemukan siapa-siapa di rumah. Akhirnya aku setuju dan aku pulang ke rumah untuk siap-siap pergi kesekolah dan memberitahukan pada Nuri apa yang terjadi.Aku meninggalkan Rumah Sakit pagi-pagi sekali setelah aku solat subuh. Saat di perjalanan pulang aku bertemu dengan kak Dino,kak Dino sepertinya akan pergi ke Rumah Sakit Jiwa itu lagi. Aku masih penasaran dengan dia,tapi sekarang aku tidak bisa menyelidikinya. Karena aku juga punya masalah yang harus aku selesaikan terlebih dahulu, setelah masalahku nanti terselesaikan aku akan mencoba mendekatinya untuk menanyakan kebenaran tentang dirinya. Saat sampai di rumah,aku pergi melihat adikku,biasanya dia belum bangun. Tahun depan adikku akan masuk ke Taman Kanak-Kanak,dia sangat bersemangat sekali untuk masuk ke sekolah.Karena,katanya dia tidak betah di rumah,soalnya kalau di rumah dia tidak punya teman.Dia selalu bermain sendiri,kadang-kadang kalau bi Ijah tidak sibuk,dia akan bermain dengan dengan bi Ijah.Aku langsung siap-siap untuk pergi sekolah,tidak lupa aku berpesan pada bi Ijah untuk menjaga Nuri baik-baik dan meminta bi Ijah untuk menyiapakan makanan untuk mama dan kakak.Saat berangkat sekolah aku pergi ke Rumah Sakit terlebih dahulu untuk mengantarkan makanan untuk kakak dan mama.Aku sangat senang saat melihat mama sudah siuman, aku ingin menanyakan kenapa mama bisa seperti ini.Tapi pasti waktunya tidak tepat,aku menahan diri untuk menanyakan hal itu pada mama.Setelah mengantarkan makanan aku berpamitan dan langsung berangkat ke sekolah,aku mencoba untuk menelpon papa lagi,tapi hasilnya sama saja,nihil.Aku sangat kesal dengan papa karena tidak bisa di hubungi,pikiranku sangat kacau sekali. Aku rasa banyak sekali setan pengganggu yang menghampiri otakku. Alhasil aku jadi banyak berpikir negatif, aku berpikir papa memang sudah mengabaikan kami, papa memang sudah tidak sayang lagi sama kami semua,dan hal paling buruk yang aku pikirkan adalah papa berselingkuh di belakang mama.Aku cepat-cepat menghilangkan pikiran kotor di kepalaku,tidak seharusnya aku berpikir seperti itu.Tetapi dengan sikap papa selama ini,apa aku salah karena aku berpikir papa seperti itu? Rasanya memikirkan hal-hal seperti itu,aku ngin pergi ke laut dan berteriak sekencang kencangnya agar beban yang ada dalam hati dan pikiranku terkeluarkan,meski hanya sementara.Aku sebenarnya memutuskan untuk tidak pergi sekolah hari ini,karena aku ingin pergi kekantor papa,tapi karena hari ini ada tugas kelompok aku jadi memutuskan untuk pergi ke sekolah.Aku tidak mau karena masalahku,aku jadi merugikan banyak pihak. Sepulang dari sekolah,aku ingin langsung pergi ke kantornya papa,tapi aku teringat adikku di rumah.Akhirnya aku pulang dulu untuk membawa adikku ke Rumah Sakit.
__ADS_1
Assalamu'alaikum..
__ADS_1
waalaikum salam...kakaaaaaak
__ADS_1
Setelah semuanya aku lakukan,kami pun pergi ke Rumah Sakit untuk menjenguk mama.Saat dalam perjalanan adekku mau belu ice cream, aku langsung membelikannya.Aku sangat terkejut saat aku pergi untuk membelikannya ice cream,bukan karena banyaknya ice cream yang dia minta, tapi aku melihat papa lagi-lagi bersama dengan wanita dan anak laki-laki waktu itu.Saat itu,aku merasa kalau papa memang berselingkuh dengan wanita itu.Aku ingin sekali menghampiri papa tapi adikku menangis karena ingin ice cream.Aku tidak jadi menghampirinya. Aku semakin yakin bahwa papa memang berselingkuh di belakang kami semua.Aku akan mencari tahu semua kebenarannya,aku tidak ingin melihat mama tersakiti lagi,aku juga bertambah yakin bahwa mama menangis karena papa.Saat itu aku sangat membenci papa,aku semakin membencinya.Aku tidak akan pernah membiarkannya menyakiti keluargaku lagi,apa lagi mama dan adikku.Aku tidak akan pernah membiarkannya,tidak akan.
__ADS_1