Tirani Matahari Terbit

Tirani Matahari Terbit
Seperti Apa Sifatnya-2


__ADS_3

Aku jadi sering memikirkan kenapa aku sangat ingin mengetahui sikap kak Dino, apakah aku....Aaaaah tidak,aku tidak mungkin suka dengan orang seperti dia. Tir,Tirani! setiap istirahat kamu kemana sih Tir? aku dan teman-teman cari kamu tau enggak,kalian cari aku kenapa, ini ni, karena terlalu sibuk sama urusanmu cari tau kenapa sikapnya kak Dino berubah jadi lupa deh sama tugas kelompok. Ooooh iya aku lupa,maaf ya. Iya enggak apa-apa,tadi kata teman-teman untuk mempersiapkan alat dan bahan untuk praktek besok akan kita diskusikan saat pulang sekolah.Oooh begitu,baiklah.


Jam pelajaran telah berakhir,bel tanda pulang pun sudah di bunyikan.Aku dan teman kelompokku mendiskusikan masalah alat dah bahan yang harus kami bawa untuk praktek kimia kami besok pagi.Kami mendiskusikan masalah mulai dari dimana kami akan kumpul untuk mencari alat dan bahan untuk besok pagi,dimana kami akan mencari alat dan bahannya,sampai siapa yang nantinya akan membawa alat dan bahan itu untuk praktek besok. Akhirnya selama hampir 1 jam lamanya kami mendiskusikan itu semua,kami mendapat hasil dari musyawarah mufakat yang kami lakukan.Kami akan kumpul di rumahnya rudy,lalu alat dan bahannya akan kami cari di super market,dan terakhir yang bertanggung jawab untuk membawa alat dan bahan itu adalah aku.Setelah kami selesai diskusi,kami pun akhirnya pulang,ingat ya nanti kita kumpulnya jam 5 sore, iya sampai jumpa nanti teman-teman, sampai jumpaaaaaaaa. Tir,lo pulang sama siapa hari ini? aku di jemput sama pak Muh,oooh gue kira lo enggak ada teman pulang,karena kalau enggak ada kita bisa pulang bareng.Mmm enggk usah Dil,kayaknya aku juga udah di tungguin tuh sama pak Muh.Iya udah aku pulanh dulu ya,daaaaaaa.Iya,daaaa. Di dalam mobil pun aku selalu memikirkan tentang sikap kak Dino,aku semakin memikirkannya terlebih karena aku hanya mendapat sedikit informasi dari teman-teman.Saat dalam perjalanan pulang,aku melihat kak Dino, aku meminta supirku untuk mengikuti kemana kak Dino pergi.Aku mengikuti kak Dino,aku terkejut melihat kak Dino pergi ke Rumah Sakit Jiwa. Aku mengikutinya,aku sangat berhati-hati agar kak Dino tidak tahu bahwa aku mengikutinya.Aku heran kenapa kak Dino pergi ke RS jiwa,kak Dino mau menjenguk siapa disini.Aku melihat kak Dino menemui seorang wanita tua,dan wanita tua itu adalah nenek-nenek yang jalan-jalan di taman bersama kak Dino waktu itu.Aku semakin penasaran kenapa kak Dino menjenguk nenek itu, apakah nenek itu adalah neneknya Dino? atau kak Dino hanya kasihan melihat nenek itu.Pertanyaan demi pertanyaan semakin banyak memenuhi kepalaku,aku yakin bahwa nenek itu ada hubungannya dengan berubahnya sikap kak Dino.Aku semakin penasaran dengan kak Dino,rasanya aku ingn sekali menanyakan semua pertanyaan yang ada di kepalaku kepadanga.Tapi itu semua tidak mungkin,aku tidak dekat dengan kak Dino,malah aku selalu berantem kalau ketemu dia.Aku memimirkan bagaimana caranya agar aku bisa bertanya pada kak Dino,dan satu-satunya cara adalah dengan mendekati dia kemudian menjadi sahabatnya.Aku tau,kalau itu semua tidak akan mudah.Mendekati orang yang sedingin es itu akan banyak sekali rintangannya,tapi aku akan berusaha untuk merubah wajah yang selalu tampak datar itu,menjadi wajah yang dulu yang selalu tersenyum ceria. Beberapa saat aku di RS Jiwa itu, akhirnya aku memutuskan untuk pulang karena melihat orang yang sakit jiwa rasanya aku akan ikut menjadi gila.Misi aku untuk mencari bagaimana sifatnya dan apa yang membuat dia menjadi berubah akan berlanjut terus sampai aku bisa merubah dirinya menjadi kak Dino yang selalu ceria seperti dulu.


__ADS_2