
Bukan hal yang mudah melepaskan atau mempertahankan apa yang semula baik tiba-tiba berubah drastis menjadi amat buruk.
Pagi ini di rumah Ica sangat memburuk bagaimana bisa ibu tirinya Fauziah dan anak kandungnya Lala adik tirinya ica.
sejak 3 tahun yang lalu, ayah kandung Ica meninggal dunia akibat sakit jantung, dan Ica tinggal bersama 2 iblis yang sangat kejam.
Ica: "kenapa kamu terus memukul ku Bu, apa
salahku hiks...hiks!?" Tanya Ica yang
sangat kesakitan.
Fauziah: "anak sialan! kamu ingin tau
kesalahan kamu apa!!." Jawab
Ibu Fauziah yang sangat marah
sekali.
Ica: "Ibu terus memukuli ku tanpa sebab. aku
gatau kesalahanku pada ibu dimana
hiks..hiks!?" suara Ica yang masih
menangis dan menahan sakit.
Fauziah: "Kamu ingin tau kesalahan kamu itu
apa.? kamu itu anak pembawa sial!!"
kata Fauziah semakin marah.
dan *tiba-tiba saja mendengar suara pintu terbuka seperti ada yang masuk.
ya benar saja, Lala anak kandungnya Fauziah baru saja pulang dinner oleh pria lain*.
Lala: "Ibu aku pulang?" suara Lala yang baru
saja masuk ke rumah.
pulang, apakan makan malamnya
menyenangkan?" tanya Fauziah
dengan nada lembut.
Fauziah: "oh..anakku sayang, kau sudah pulang. bagaimana makan malamnya" tanya Fauziah yang sangat lembut.
Lala: "Tentu menyenangkan" jawab Lala.
Fauziah: "Bagus sekali kalau begitu nak"
jawab Fauziah yang sangat lembut
dan sambil memegang pundak lala.
Lala: "Ibu apakah kamu ingin membunuh
anak ini kenapa kamu terus menyiksa
dia hari harinya?" tanya Lala yang
sedang menatap Ica.
Fauziah: "Dia pantas mendapatkannya anakku
sayang." jawab Fauziah yang begitu
merasa tak bersalah.
Lala: "Baiklah Bu terserah kau saja. aku mau
istirahat dulu." kata Lala yang sedang
berjalan menuju kamarnya.
Fauziah: "Baiklah nak istirahat lah yang
tenang, ibu tidak akan menggangu.
mu" Jawab Fauziah yang begitu
perhatian.
Ica: "Ibu kenapa kamu sangat lembut dengan
adik, dan selalu kasar kepadaku apa
karena aku anak tirimu?" tanya Ica yang
sangat serius.
Fauziah: "Diam kamu anak sialan! aku lebih
suka anak kandungku di bandingkan
dengan mu!!" jawab Fauziah yang
sangat marah.
Ica: "Ibu begitu bencinya kah kamu sama
aku?" Tanya Ica yang begitu berani.
Fauziah: "Diam kamu!!" jawab Fauziah yang
begitu kesal.
Ica: "Ibu bisa kah kau lebih baik lagi terhadap
__ADS_1
ku!? selama kau menikah dengan ayahku
kau selalu memperlakukan ku dengan
buruk hiks..hiks" tanya Ica sambil tak
bisa menahan tangis.
Fauziah:" lebih baik kamu pergi dari hadapan mukaku!!" jawab Fauziah.
Ica pun meninggalkan ibunya sendirian di ruang tamu, karena Ica tidak mau ibunya semakin lama semakin membenci dirinya.
besok paginya, Ica menyiapkan makan pagi seperti biasanya dimana Ica di perlakukan seperti pembantu.
Ica: "Ibu makanannya sudah aku siapkan"
kata Ica yang berjalan sambil membawa
sup ayam ke arah meja makan.
Fauziah turun dari tanggan dengan lala, dan menuju ke meja makan.
Lala: "Ibu Hari ini aku akan pulang telat, aku
ingin main dengan teman-temanku" kata
Lala yang sambil memakan.
Fauziah: "baiklah nak. tapi apakah kamu tidak
ingin menikah ibu sudah
menyiapkan calon suaminya untuk
mu nak?" tanya Fauziah.
Lala: "Ibu biarkan aku menentukan calon
suamiku sendiri." jawab lala.
Fauziah: "Tapi nak orang ini sangat kaya dan
tampan dia bisa menafkahi keluarga
kita" kata Fauziah yang sambil
memegang pundak lala.
Lala: "Ibu aku bilang aku tidak mau! kenapa
kau tidak menyuruh Kaka ajah yang
menikah, diakan anak paling tua!!" jawab
Lala yang sambil menunjuk ke Ica.
Ica pun kaget dengan perkataan adiknya itu. Ica langsung memberhentikan makanannya.
kamu untuk menikah. aku belum siap
menikah" jawab Ica yang sangat jujur.
Lala: "Aku belum siap menikah!!" jawab Lala
yang mulai memerah.
Ica: "aku pun juga belum siap untuk menikah."
jawab Lala dengan nada biasa
tiba-tiba Fauziah membanting gelas, karena dia pusing dengan keadaan rumah.
Fauziah: "adikmu masih muda dia memang
belum pantas menikah!! jadi kamu
harus mengantikannya!!" kata
Fauziah yang sangat marah.
Ica: "Tapi aku belum siap Bu?" jawab Ica
dengan nada rendah.
Fauziah: "siap ga siap kau harus tetap
menikah! besok prianya akan
datang kesini untuk menemui mu,
dan kau harus dandan cantik jangan
mempermalukan keluarga kita!!
jawab Fauziah.
Ica: "Baiklah Bu.." jawab Ica yang cukup putus
asa.
*keesokan harinya, Ica menyiapkan diri untuk bertemu dengan seorang pria pilihan ibunya itu.
Ica masih tidak menyangka ini pertama kalinya dia akan bertemu dengan seorang pria.
siang hari bel pun berbunyi. Ica dan ibu tirinya itu sudah menduga pasti prianya sudah datang, dan benar sekali pria itu datang dengan sekretaris nya.
pria tampan, dan tinggi banyak sekali wanita di luaran sana mengidolakannya, siapah lagi kalau bukan fadly*.
Fauziah: "Selamat datang nak fadly" kata Bu
Fauziah yang sangat lembut dan
__ADS_1
berhati-hati.
Fadly: "Senang bertemu denganmu nyonya"
jawab fadly yang begitu dingin.
Fauziah: "Silahkan masuk nak fadly" kata
Fauziah.
Fadly: "Baik." jawab fadly yang sangat dingin
dan tatapan yang menyeramkan.
Dan Fauziah menyuruh Ica menggambil kan minum dan makanan yang ada di dapur.
Fadly: "Mana anak kamu yang ingin di
jodohkan denganku." jawab fadly yang
masih dingin.
Tiba-tiba Ica datang dengan membawa minuman dan makanan yang sudah di siapkan.
Fauziah: "Ini dia anaknya nak fadly, namanya
icaa" jawab Fauziah yang begitu
lembut.
Ica: "aku ica, aku anak tertua di keluarga ini"
kata Ica yang percaya diri.
Namun Fadly tidak menjawab dia hanya menatap Ica dengan tatapan sinis.
Ica: "(kenapa dia begitu menyeramkan,
bahkan ibu ajah kalah seramnya.)" Tanya
hati ica.
Fadly: "Ibu Fauziah beri saya waktu selama 1
tahun untuk memperoses hubungan
ini" tanya fadly yang dingin
Fauziah: "Maaf nak fadly, jika sudah 1 tahun
apa yang akan kamu lakukan?" tanya
Fauziah yang serius.
Fadly: "Baik Ibu Fauziah selama 1 tahun
berjalan, jika saya jatuh cinta
dengannya saya akan menikahinya jika
saya tidak jatuh cinta dengannya, saya
akan melepaskannya." jawab fadly
yang begitu santai.
Fauziah: "Itu semua Ica yang nentuin" kata
Fauziah sambil tersenyum.
Fauziah: "Ica bagaimana menurutmu?" Jawab lembut dan mengelus kepala Ica.
Ica pun kaget dan dia tidak bisa berkata apa-apa.
Ica: "(Ibu aku ingin terus-terusan di
perlakukan seperti ini, tidak di perlakukan
kasar aku ingin merasakan rasa sayang
orang tua)" Dalam hati Ica.
Fauziah: "Ica kenapa kamu Diam sayang?"
tanya Fauziah yang sangat lembut.
Ica: "Ba..baik Bu, Ica setuju" jawab Ica yang
begitu yakin.
Fadly: "Tapi Bu Fauziah saya akan
memberikan syarat sebelum saya
menjalani hubungan dengan Ica." kata
Fadli yang begitu serius dengan
tatapan sangat tajam.
Fauziah sangat kebingungan syarat apa lagi yang akan dia berikan kepadanya.
Fauziah: " sya..syarat apa ya nak fadly?" tanya Fauziah yang begitu tegang.
........
***Jangan lupa follow @biw_1207 dan tunggu cerita selanjutnya yah..
Jangan lupa tersenyum hari ini, karena senyuman mu sangat manis dan berharga.
dan jangan lupa bahagia hari ini, karna semua orang ingin bahagia***.
__ADS_1