
di sebuah restoran mewah yang sangat mengah di salah satu ruangan VIP terlihat seorang pria paruh baya yang tengah duduk dan di samping terdapat wanita paruh baya yang bisa di tebak mungkin istrinya.
"apa benar dia akan datang pa" tanya wanita itu kepada suaminya
"iyaa mungkin sebentar lagi dia sudah sampai" kata suaminya dan melihat jam di ponselnya.
tiba² pintu ruang itu terbuka terlihat seorang pria paruh baya yang jalan memasuki ruangan itu dan di sampingnya terdapat wanita yang mungkin istrinya.
"halo Roy" sapa pria yang baru datang itu
"halo Bima, mari duduk" sahut pria paruh baya yang ternyata bernama Roy.
"halo bu Riska" sapa pria paruh baya yang bernama Bima
"halo Bima" sapa riska istri Roy
"kenali ini istri kedua ku namanya Siska" kata bima yang memperkenalkan istri kedua itu kepada roy dan istrinya
"haloo" sapa riska ka dengan senyum Rama
"halo nyonya" sapa siska dengan sopan
" tidak usah terlalu formal begitu panggil nama saja atau tidak panggil jeng aja biar lebih akrab gitu" kata riska
"baiklah jeng" kata Siska dengan senyum manisnya.
"pelayan saya ingin memesan makanan" panggil Roy kepada pelayan itu
setelah beberapa menit pesanan mereka akhirnya datang sebelum basa basi mereka memilih untuk makan terlebih dulu setelah itu akan berbincang bincang
selesai makan.
"oh iya bagaimana dengan keadaan mu sekarang Bima" tanya Roy
__ADS_1
"aku baik, aku bersyukur masih bisa hidup sampai sekarang" jawab Bima.
"kalau boleh tau apa pekerjaan mu" tanya Roy yang memang tidak tau temannya ini bekerja sebagai apa.
"aku bekerja sebagai juragan dan membangun sebuah restoran makanan" jawab bima
"ohh iyaa bagaimana dengan putri mu" tanya Roy karena dia dengar bahwa Bima memiliki seorang anak perempuan.
"dia sedang bekerja"jawab Bima yang memberi tau kalau putrinya itu sedang bekerja.
"ada yang ingin aku dan istriku sampaikan kepadamu dan istrimu" kata Roy sedikit kurang enak
"apa itu" tanya Bima dan istrinya
"sebelumnya kami minta maaf karena mungkin ini sangat tidak mudah untuk kau terima" kata Roy sambil mengusap mukanya
"aku tidak akan marah jadi katakan saja" jelas bima yang seperti mengetahui bahwa ini pasti penting.
akhirnya Roy memberanikan diri untuk memberi tau semuanya kepada Bima dan maksud untuk semua ini dia menjelaskan semuanya tidak ada sehelai satu pun yang tertinggi semua dia ceritakan. Riska hanya tersenyum sambil matanya berkaca-kaca.
"maaf jika aku lancang mengatakan ini" kata Roy dengan sendu
"aku mengerti yang kau rasakan tapi aku tidak bisa mengambil keputusan ini sendiri aku harus menanyakan hal ini kepada putriku dulu" jawab Bima. Saskia yang melihat kesedihan Riska hanya bisa mengusap punggung Riska dengan lembut.
skipp di sebuah mansion.
"kau saja yang membuka pintunya" kata tiga pria yang sedari tadi berdiri dan hanya menolak satu sama lain untuk membuka pintu
"sudah kalian memang pengecut biar aku saja" kata Alvaro yang langsung membuka pintu kamar mewah ituu
"AL" panggil Alvaro melihat kursi roda yang terlihat di dekat balkon kamar itu.
akhirnya mereka masuk dan berjalan mendekati pria yang kini duduk di kursi roda sambil membalikkan tubuhnya menghadap ke pemandangan lewat balkon.
__ADS_1
"Al maaf karena kita datang terlambat soalnya ada urusan yang harus kita lakukan" kata brian dengan sedikit gugup.
mendengar jawaban itu membuat kursi roda itu berputar kearah belakang dan melihat tiga pria yang sedang menunduk kepadanya.
"angkat muka kalian aku merasa jijik melihat muka sok manis kali" kata pria yang sedari tadi diam itu
"aku tau kau tidak akan memarahi diriku lama²" kata brian ingin berlari memeluk pria yang ada di kursi roda itu.
"jangan mendekat, aku akan mencekik leher mu itu jika kau mendekat" kata pria itu langsung menatap Brian dengan tajam.
"hahahaha selain Al kau juga kalah terhadap wanita itu hahahah" kata Jefry menertawakan temannya itu.
"wanita??" tanya ALFAREEZEL pria yang duduk di kursi roda itu
"kau mungkin tidak akan percaya seorang playboy seperti brian kalah dengan seorang wanita hahahah rasanya kau akan tertawa melihatnya" jelas Jefry sambil mengingat kejadian tadi
"ck lemah" kata Al sambil melihat temannya yang di kenal sebagai playboy.
"aku tidak lemah hanya saja aku malas berdebat dengan wanita itu" decak Brian
Skip rumah sakit 🏥
"uhh cape banget hari ini" kata vania yang sedang menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya.
"aku ingin pulang saja ini juga sudah tidak ada yang perlu di kerjakan jadi seperti aku sudah bisa pulang" kata vania sembari merapikan meja kerjanya sebelum pulang.
kini vania tengah berada di lobby rumah sakit dan menuju parkiran, setelah sampai di parkiran vania masuk ke dalam mobilnya dan bergegas untuk pulang....
"selamat malam ayah ibu" sapa vania yang baru memasuki rumah namun tidak mendapatkan sosok dua orang itu.
karena tidak mendapatkan kedua orang tuanya Vania bergegas ke dalam kamar dan membersihkan dirinya yang sudah lengket. setelah selesai mandi vania segera melakukan rutinitas sehari-hari sebelum tidur yaitu maskeran.
"apakah ayah dan ibu sudah tidur" tanya vania
__ADS_1
"lebih baik aku cuci muka lalu segera tidur" kata vania dan pergi ke kamar mandi dan mencuci muka setelah itu dia menggunakan handuk kecil untuk mengeringkan mukanya.
❤️❤️❤️❤️❤️