
Senin, 15 Nov 2045.Aaaahh.. Pagi yang sangat cerah, dan udara khas pagi yang segar.
Jam menunjukkan pukul 09.12 pagi, maline dan morgan sudah bangun, sedangkan mami, dan abi masih tidur, yaa.. Biasa weekend, dimana semua orang yang libur kerja, tidur sepuasnya. Maline dan morgan, sedang mengumpulkan dikamarnya maline, maline sedang membaca buku bersama morgan, morgan mulai sedikit bosan, akhirnya ia memutuskan untuk melihat-lihat buku maline, yang ada diatas meja belajarnya.
"Mel, boleh gak, kakak lihat buku gambarmu? ".
"Boleh".
Morgan pun mulai membuka dan melihat², gambaran² maline, dan di setiap gambaran itu, ada nama hari, tanggal, bulan, dan tahun. Morgan yang menyadari nama hari, tanggal, bulan, dan tahun yang sama dengan hari ini, langsung berniat mau menghampiri maline, dan berniat untuk menegurnya, tapi gadis itu tidak ada ditempat tidur, morgan mencarinya hingga kekamar mandi, tidak ada, ia memutuskan untuk mengecek kearah keluar, tiba-tiba...
" emmm..hmmmm... HMMMM!! ".
" YA ALLAH MALINE, APA YANG TERJADI! ".
Morgan menemukan maline dalam keadaan..duduk di kursi, tangan diikat kebelakang dengan sangat erat, hingga tangannya memerah, dan mulutnya diplester. Morgan langsung berlari menghampiri adiknya, dan melepaskannya dari tapi tangan, dan plester itu.
__ADS_1
" hah.. Hah... Hah.. Hah.. Tad.. I.. Ak.. U.. Bertemu.. Dengan.. Sos.. Ok.. Itu.. Lagi".
"Tarik nafas dulu, baru lanjutin".
~hpppp.. Fuuuhhh... Hppp.. Fuuuhhh.. ~.
" dan ia langsung menyeret ku kebawah dengan cara yang tidak manusiawi, lalu mendudukkan ku dengan kasar dikursi ini, dan menarik tanganku dengan kencang kebelakang dan menalinya dengan sangat kuat, dan memplester mulutku dengan kasar".
"Tapi sebelum ia memplester mulutku, ia berkata; kau pantas mendapatkan ini, karena kau berani membohongi keluargamu sendiri!. Begitu, aku tidak bisa berkata apapun, hanya bisa ngomong didalam hati". Jelas, panjang lebar maline.
"Juga, kamu kok nekat banget sih, udah tau sosok itu sangat pandai dalam meneror kita, dan tidak suka ada anak yang mengulangi perbuatan yang ia benci, harusnya kamu sudah tidak melakukan perbuatan itu lagi".
"Terus gimana ini kak? ".
" yaa..mau gimana lagi, kan sudah terjadi, dan kau yang bikin dia marah besar, jadi kau yang bertanggung jawab".
__ADS_1
"Tapi, gimana caranya? ".
" yasudah, minta maaf ke orang yang kau bohongin soal hobi menggambarmu itu, dan tidak melakukannya lagi".
"Haaah..ok".
Setelah beberapa saat mereka berbincang mengenai hal yang terjadi tadi, mami dan abi pun bangun, Lalu, maline dan mami, menyiapkan sarapan, sarapan sudah siap, sudah diantar kemeja makan juga, dan mulai sarapan bareng. Ditengah-tengah mereka sarapan, maline masih ingat dengan kejadian yang ia alami tadi, dan sangat menyesal, akhirnya ia memutuskan untuk meminta maaf ke kemami, abi, dan morgan, lau berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
" mami, abi, kakak..aku minta maaf karena kemarin sudah berbohong perihal menggambar manusia, aku bohong soal janji yang aku ucapkan ke kalian kemarin, dan aku melakukannya secara diam², maafkan aku". Kemudian maline terisak.
Mami, dan abi, memeluknya sebentar, lalu dilanjut dengan morgan, memeluk adiknya, dan menenangkan nya.
"Oww..sayang, tidak apa apa, asal kau sudah menyadari perbuatanmu yang salah itu, dan berjanji tidak mengulanginya lagi".
" abi setuju sama mami, abi tau menggambar itu adalah hobimu yang sangat kamu gemari, tapi kau tidak harus menggambar manusia, bisa gambar pemandangan, hewan dan lain², itu lebih bagus dibanding gambaran manusia ".
__ADS_1
" kakak juga setuju tuh, sama idenya abi, juga kalau kau menggambar pemandangan dan hewan, apa lagi kamu lukis, kamu gambar sendiri, kamu warnai, kamu bisa bikin konten disosmet, dan kamuBakal dapet banyak subscriber, dan followers banyak, waah... Kakak jamin itu, kamu jadi pelukis junior terkenal didunia". Jelas morgan tak lepas dari pelukan adiknya, dan melepaskannya perlahan saat adiknya mulai tenang.