
"WOEEE PARA CALON PENGHUNI NERAKAAA!! TURUN SINIII, MAU SARAPANN KAGAK!! KALO KAGAK, MAKANANNYA MAMA BUANG!" Teriak wanita dari meja makan dengan suara yang mungkin langsung bisa bikin telinga budeg seketika.
"Kalem yank.. Jangan teriak-teriakk napaa." ucap lelaki yang yang sedari tadi udah duduk di kursi meja makan sembari mengorek kupingnya yang ampir pecah.
Ya! Mereka adalah Bagaskara Renaldi dan Olivkya Renaldi!
Siapa sih yang gak kenal Mereka?? Pengusaha tersukses no 1 di Indonesia. Punya bisnis dimana-mana. Dalam maupun luar negeri ada. Usahanya juga dalam bidang apapun ada. Properti, pendidikan, kuliner dan banyak lagi lah pokoknya. Gak hayal kalo banyak sekolah, universitas, resto, cafe, dan panti adalah milik mereka alias kepunyaan keluarga Renaldi. Bahkan mungkin seluruh perusahaan di negara itu ada dibawah naungan keluarga tersebut. Kebayang seberapa kayanya mereka??
Dari arah tangga, turunlah seorang gadis sekitar umur 16 tahun bak puteri turun dari kerajaannya, terus di sambut oleh pangeran tampan habis itu mereka pacaran lalu menikah, punya anak dan heppy ending,
Prett
Halu aja teross!!
Gadis itu turun dengan tergesa takut makanan tadi beneran dibuang oleh sang mama. Disusul cowok tampan dibelakangnya, turun dengan santaynya merosotkan badannya lewat pembatas tangga. Gabut parah!! Gak takut jatoh apa?!
"Jangan dibuang mamamnya mamaa!" teriak gadis itu sembari berlari menuju meja makan. Sampe kesandung kakinya sendiri trus kepalanya kejedot lantai,idungnya udah stay nyium kramik, tangannya kepentok kursi abis itu pingsan, dibawa dirumah sakit dan dinyatakan meninggal
Aaataapi boong!!
"Aelahh santay ae kale Ndin, gabakal dibuang juga kok, palingan cuma nggertak aja si mama." ucap santai seorang cowok di belakangnya lalu menyusul gadis itu yang udah duduk di kursi meja makan.
Ya! Merekalah Si twin's somplak itu. Diandra Azazkara Renaldi dan Diandini Azizkya Renaldi. Saudara kembar yang entah kapan akan bertoubat dari hasutan syaithon² laknat yang udah kek penyihir ngejampi-jampi.
"Siapa bilang mama cuma nge gertak?!" Oliv meletakkan kedua tangannya di pinggang dan menatap tajam Andra yg sekarang tengah cengangas cengenges kaya orgil kesemsem tukang jamu!
"Udah! Sekarang makan atau nih makanan ku buang beneran!" ucap oliv yang terdengar seperti perintah.
"JANGANN!" Teriak Bagas, Andra dan Andin menghentikan.
"Yaudah makanya makan!" titah Oliv lalu menyiapkan makanan untuk suaminya, Bagas.
Ketika mereka akan menyendok makanan mereka ke mulut,
"Eh bentar bentar!" Oliv tiba-tiba menghentikan mereka.
Dahi Bagas Andra dan Andin mengeryit.
"Kita belom berdoaa!!!" teriak Oliv mengejutkan mereka bertiga. Entahlah, kenapa wanita itu doyan banget tereak.
"Astaghfirulloh." Ucap mereka semua ketika tersadar atas kesalahannya yang hampir lupa tata cara sebelum makan.
Akhirnya Bagas pun memimpin doa. Selese doa, mereka pun bersiap untuk menyendokkan makanan mereka ke mulut, namun..
"Bentar deh bentar." ucap Oliv menghentikan. Bagas, Andra dan Andin kembali mengeryitkan dahinya.
"Andra, andin, kalian udah mandi belum ha?" tanya Oliv dengan nada mengintimidasi.
Andra dan Andin saling pandang.
"Udah lah maaa, tadi sebelum solat subuh Andra mandi, mama gak liat Anak mama yang satu ini udah ganteng melebihi justin beaber." ucap Andra percaya diri.
Andin memutar bola matanya,
"boong dia mah, tadi yang mandi Andin doang, abang nggak." ucap Andin santay.
Andra menginjak kaki adiknya itu pelan namun kuat.
__ADS_1
"Aw.. Apaan si Bang, saket taook." ringis Andin lalu mencebik kesal.
"Lu ngapain segala bilang kalo gue gamandi si mimi peri!" bisik Andra ditelinga Andin dengan penuh penekanan. Abis kesel!! Adiknya itu sama sekali gak bisa diajak kerja sama! Ngaib ini namanya.
" Andra.. Serius kamu belum mandi?" tanya Oliv terdengar seperti mengintrogasi. Andra langsung gugup namun mencoba untuk tetap santay karna raut wajah mamanya itu gabeda jauh sama singa betina yang siap ngamuk.
"Yaelahh maa, orang ganteng kaya Andra gini kalo gak mandi juga tetep ganteng kok maa, tinggal cuci muka semprot parfum, cuzz.. Ganteng maksimall." ucap Andra santay sambil menaik turunkan alisnya. Ia merasa bangga dengan kegantengannya sendiri yang katanya melebihi justin beaber itu.
Oliv geram. Pasalnya ia paling gak suka sama orang yang males mandi. Pokoknya mandi pagi itu harus! Kecuali kalo lagi sakit. Begitu katanya.
"Iya! Mama akui kamu ini ganteng, 11. 12 lah sama monyet nya pak japri! Tapi percuma kalo ganteng tapi gak mandi, jorok namanya!" ujar oliv terkesan seperti omelan.
"Aelah maa, masa anakmu yg ganteng ini disamain sama monyetnya pak japri yang kerjaannya nyuri pisang itu sih ma, hidayah apa yang kau berikan pada mamaku ini ya Allah." ucap Andra mendramatis.
"Lebay." cibir Andin yang dari tadi asik memakan makanannya sendiri. Begitu pula dengan Bagas.
"Tau tuh, kaya papa dong.. Meski papa bakal tetep ganteng walau gak mandi, papa gak pernah tuh, telat sama yang namanya mandi apalagi sampai gak mandi." ujar Bagas menyobongkan diri di sela-sela kegiatan makannya.
"Elehhh, palingan cuma nyiram doang." cibir Andin. Entahlah kawand-kawand, Andin ini kenapa mencibir mulu dari tadi sampe semua dicibirinn.
"Dih, jangan salahh para bawahan kecuali Ayang Olivku yang adalah istriku, (Bucenn!!) Seorang Bagaskara yang tajirnya gausah ditanya mandi cuma nyiram doang?? Sabun banyak dan pastinya mahal gitu kenape dianggurin, heloo.. Dunia ini masih berbutar kann??"
Wahh belagu ni orang. Batin Andin kesal.
"Woe, ini mau makan apa mau ribut?!" Yaelah Olivv, lu gak liat dari tadi udah pada makan, elu sendiri yang belum astagaa.
Singkat cerita, Mereka pun berhenti berdebat dan melanjutkan sarapan tanpa HHG, halangan, hambatan dan gangguan pastinya.
***
Selese akan sarapan mereka yang penuh akan drama keluarga dan tak ada habisnya itu pun saat ini mereka berempat tengah berada di ruang keluarga menonton TV sambil main kartu AS. Lebih tepatnya, TV yang menonton mereka bermain kartu AS.
"Yeee Andin menang, Andin menang." teriak Andin sambil tepuk tangan, karna ia yang pertama menang.
"Elehhh baru juga mulai, palingan cuma beruntung." cibir Andra menyayat hatinya hayati. Sakit hati hayati bang hiks..
"Iri bilang gann!" Andin membalas cibiran Andra dengan nada, asli! Ngajak orang ribut!
"Gitu yaa, udh mulai songong sama abang sendiri, okehh."
"Sayur pare buah tomat.." yee si Andin malah ngepantun.
"Kacepp!!"
"Cakep ege cakep!"
"Aelahh, oke replay replay!"
"Sayur pare buah tomat.."
"Cakep."
"Aidon ker bodoamat!"
Krik krik
Krik krik
__ADS_1
"BASII! HAHAHA!" Tawa Andra pecah gitu aja setelah seperkian detik diam mencerna pantun Andin barusan.
Andin melempar bantal ke arah Andra.
"Sialan lo!"
Buk
"Wahhh, mulai berani dia, nih makan tuh bantal! Dasar adek Durhakimsyah, laknadun!" ucap Andra lalu membalas lemparan Andin.
"Aaa, dasar Abang kafirudin!!" teriak Andin karena terkena lemparan Bantal.
"Haha rasain!"
Kita tinggal kan dua twin itu sejenak oke. Kita beralih ke Bagas dan Oliv yang tampak tak menghiraukan perdebatan Anak-anaknya dan tetap fokus pada kartu masing-masing.
Selidik punya selidik, ternyata sedari tadi mereka berdua bekerja sama supaya menang dan bisa mengalahkan Andra. Entah nasib dari mana kau Ndraa, dapet Bonyok macam mereka.
Dengan memanfaatkan perdebatan antara Andra dan Andin, mereka pun berdiskusi. Dengan berbisik pastinya.
"Tukar yank sama yang disitu, kita ambil yang nilainya gedhe, abis itu ntar kamu ngeluarin yang ini aja yank.. Yakin deh, pasti menang!" Bisik Bagas pada Oliv. Oliv mengangguk mengerti.
Sebenarnya Oliv gak mau main curang, tapi ya gimana lagi. Dia gak mau kena coreng bedak!
Apa jadinya muka encess ini kalo kena corengan bedak bayi?! Auto buriq seketika gue. Batin Oliv tak bisa membayangkan.
"Mau lanjut kaga nih?" tanya bagas menghentikan perdebatan antara lambe turah Andra dan kaleng rombeng Andin.
"Lanjut lahh." ucap Andra menghentikan perdebatannya dengan sang Adik.
tak lama setelah itu,
"Horeee, mama menang!" sorak oliv ketika memenangkan permainan itu.
Andra masih santai aja tuh. Ia yakin dia yang bakal menang. namun..
"Yess!" Bagas mengepalkan kedua tangannya diudara,
"Papa menang!" sambungnya.
Seketika raut wajah Andra berubah masam,
"Arghh mana mungkin?! Pasti klean curang kan?!" selidik Andra tak terima.
"Mana ada curang?" tanya Oliv pura pura.
"Aelah kalah ya kalah aja kalii." ucap Andin meledek Andra. Jangan lupakan kesongongannya yang udah setia mengalir di darahnya.
"He'em, lagian kamunya aja yang payah." tambah Bagas ngikut. Dengan nada meledek pastinya.
Andra mencebik kesal. Padahal kan ia udah yakin banget kalo bakalan menang! Taunya?
Taik ayam!
"Bodoamat lah, yang penting abang kalah, ayo serbu diaaa!!" teriak Andin lalu mengusapkan segenggam bedak ke wajah ganteng bin mulus kaya pantat ayam milik Andra.
Begitu juga dengan Bagas dan Andin. Mereka bertiga lalu tertawa terjungkal-jungkal melihat muka andra yang kaya muka mas pocong luluran tepung bwahahaha.
__ADS_1
Lain halnya Andra yang cuma bisa mengumpat kesal. Hmm.. mode ngambek ON!