
"Mau minta apa kamu?" tanya bagas pasrah. Dalam hati dia mengucap ribuan doa semoga putranya ini kagak minta hal yang akan menyentil mentalnya.
"An-" belum selesai Andra bicara,
"Cuma tiga loh wee, cuma tiga!"
Andra memutar bola mata malas.
"Kalo lebih gimana?" tanya Andra sembari menyeringai. Haha, senang sekali rasanya mengganggu Bagas itu.
"Jangan coba-coba kamu,"
"Haha, oke wolez wolez."
"Ck, cepet! Mau minta apaan?"
"Hmm, yang pertama.." Andra sengaja menggantung ucapannya.
Deg deg deg
Jantung Bagas berdetak cepat.
Yaolohh, jangan aneh aneh yaolohh. Batinnya memelas.
"Andra mintaa..." lagi lagi Andra menggantung ucapannya hingga membuat Bagas mendengus kesal.
"Mobil aja bang!" Celetuk Andin tiba-tiba.
Andra menengok ke arah Andin.
"Lu mau??"
Andin mengangguk antusias.
"Oke, Yang pertama Andra minta lambor gini keluaran terbaru warna.." Andra sengaja menggantung ucapannya,
"Hitam hitam navy!" sahut Andin, senang bukan maen!!
"Nahh itu, lambor gini warna hitam navy buat Andin," Andin berbinar-binar mendengar itu.
Hufft
Bagas menghela napas lega. Setidaknya anaknya kali Ini tidak meminta hal yang akan membuat mentalnya kesruduk.
"Itu baru yang pertama loh yaa,"
Bagas kembali gugup,
Apa lagi ini?? Batin Bagas menerka-nerka.
"Yang kedua..."
Deg deg deg
Nih anak mau bikin gue serangan jantung dadakan apa gimana sih! Untung anak gue! Umpat bagas dalam hati.
"Santai aja paa, yg kedua sama kok, Andra minta lambor gini keluaran terbaru warna hitam tapi kali ini buat Andra bukan buat Andin," ujar Andra santai diiriingi senyum miringnya.
Hufft
Setidaknya Bagas masih bisa menghirup napas lega.
"Yang ketiga.."
Bagas menengok, ditatapnya Andra yang tengah tertawa licik. Entahlah, Bagas merasakan firasat firasat pait alias gak enak di lubung hatinya yang paling dalam.
(Ceritanya utor pengen puitis tapi kagak bisa_-)
"Yang ketigaa.." Andra mengulangi ucapannya disertai seringai licik dari bibirnya,
__ADS_1
Tubuh Bagas menegang, rasanya ia amat sangat menyesal menyogok Andra dgn tawaran itu agar bisa memaafkannya,
"Yang ketiga.." Andra kembali menggantung ucapannya hingga membuat Bagas meradang,
"Wehh buruann, yang ketiga yang ketiga mulu!" ucap Andra agak tinggi.
"Ay.." suara Oliv akhirnya terdengar setelah sekian lama terdiam, bagas menengok.
"Sabarr,," ujarnya menangkan Bagas agar meredakan emosinya yang udah ampir meledakk.
"Ya abis dia nih yank.." rengek Bagas pada oliv hingga membuat Andra dan Andin begidik.
"Yang ketiga besok aja deh!" Celetuk Andra pada Akhirnya plus dengan tawa miring yang hinggap di bibirnya,
Haha liat aja besok! Pembalasann akan dimulai, hahaha!! Batin Andra tersenyum senang.
***
Setelah acara maap-maapan yang berujung drama yang membosankan tadi, saat ini Andra dan Andin lagi di pinggir kolam ikan. Ngapain?? Kita liat aja yok,,
Eh bntar! Ini ceritanya hari minggu ya, jadi Andra Andin libur sekolah. Anggap aja gitu:v
"Ehh ndin ndin," panggil Andra pada Andin yang tengah ngasih makan ikan.
"Hmm,"
"Ikan rajin ya?"
Dahi Andin mengeryit, hmm dia yakin kalo mode bego nya Andra ada dalam mode On!
Tatapan Andra beralih menatap Andin yang tengah merngeryit.
"Iya rajin, tiap hari mandi gitu tapi tanpa sabun,"
Nahh kann, tebakan andin super benar!! Kayanya ia musti ngegethokin kepala Andra ke ubin biar otak Andra kembali ketempatnya.
Andin mencoba menanggapi walau sebenarnya malas,
Ctakk
"Aw.."
Jitakan Andra sukses membuat Andin meringis.
"Lu pikir tuh ikan sekolah apa?"
"Yeee biasa aja kalee, gosh jitaak jitak segala." Ucap Andin menggerutu.
"Lagian lu yang bener aja, ikan tuh emang hidupnya di air ogebb!" sambungnya dengan muka dongkol.
"Gue becanda elahhh, serius amat,"
Huhh.
Andin tau itu, yakali Andra yang seorang anak kelas IPA gatau hal sekecil itu?? Mati aja lah tayi!
Inpo:
Andra anak kelas 11 IPA 1
Andin anak kelas 11 IPS 1
"Liat deh ndin, liat." jari Andra menunjuk salah satu ikan,
"Naon??" tanya andin heran sembari mengikuti atah telunjuk Andra.
"Itu.."
"Apa dah?" suer deh! Nih anak bikin penasaran. Pasalnya disana gak ada apa-apa, kecuali ikan yang lagi makan.
__ADS_1
"Itu loh," Andra gencar menunjuk hingga membuat Andin semakin penasaran.
"Apaan sih bang?"
"Pelet yang gue lempar dimakan ikan." jawab andra disertai senyum sok lugu tanpa dosa.
Tanpa dosa, taikk!!
Kepenuhan dosa baru iya!
Andin yang dari tadi penasaran mencari-cari yang ditunjuk Andra pun berhenti seketika lalu menatap Andra datar.
"Ogeb!" umpat Andin dengan muka dongkol, sedongkol-dongkolnya.
"Haha, pura-pura bego boleh juga, seru." celetuk Andra.
"Bego beneran syukurinn!"
"Boleh."
"Yaudah bego aja sono!"
"Oke."
Andin menatap andra datar,
Ngebunuh kakak kandung sendiri boleh gak sih, pengen rasanya gue tenggelemin abang gue di kolam penuh lumut ini. Batin Andin mengumpat.
"Ngapa lu?" tanya Andra heran karena melihat Andin menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Gue cekik mau gak bang?" Tanya balik andin dengan muka dongkol.
"Ambil golok aja gih." ujar Andra memerintah.
"Ohh lu gak mau decekik? Maunya di tebas??"
"boleh, tapi Lu ambil golok dulu, ntar gue duluan yang menggal kepala lu, baru lu nebas kepala gue, gimana??" ucap Andra santay.
"Mana ada ceritanya orang yang udah gapunya kepala trus mau nebas kepala orang lain ha?! Gak adaa!! Adanya mah orang itu udah koidin duluan!"
"Makanya MARKICOB! Mari kita coba! Yakin deh, kita bakal jadi orang pertama yang melakukan penilitian itu." ajak Andra sambil menaik turunkan alisnya bangga.
"Gendeng!!! Mati aja lu sono!" teriak Andin bersungut-sungut.
Dalam hati Andin mengumpat,
Abang gua macam tayi!!
"Matinya sama lo tapi ya."
Yaolohh abang gue napa jadi gini yaolohh.
"Bang, lu abis kesedak biji nangka apa gimana dah, ogeb bener perasaan." tanya andin dongkol.
"Tidak tidak!" Andra menggeleng cepat.
"Kan elu sendiri yang nyuruh gua bego, lu bilang gini 'yaudah bego aja sono!' ada yang salah?" lanjutnya dengan wajah sok polos sok lugu.
Andin mengaga, menjatuhkan rahangnya begitu saja. Kali ini hatinya benar benar dongkol. Kalo nyemplungin Abang sendiri ke sumur gak ada hukuman, 100% bakal Andin lakuin sekarang juga!
Byurr
Andin pun mencipratkan air kolam yang amizz naudzubillah ke wajah Andra saking geramnya.
"ANDIN!!!"
"Bwahahaha!! Sory bang sory, abis gua kezel banget serius Bwahahaha."
"Sialan! Sini lo woee!!" teriak Andra mengejar Andin yang udah ngibrit entah kemana.
__ADS_1
Tinggalkan jejak kawandd
jempolmu semangatku wkwk