
"ada apa dengan penglihatan ku?"tanya kania dalam hati
kania mencoba untuk mempertahankan kesadarannya,namun akhirnya rasa pusing mengalahkan semuanya
bruk,,
deg,,
"kania!!!"elzo langsung menghampiri kania"kania lo kenapa?"tanya elzo
yang lainnya juga bergegas menghampiri kania,elzo mengangkat kania dan membaringkan nya kania di atas tempat tidur
"nia! kania!"joe memanggil manggil nama kania namun tidak ada respon dari sang empunya nama
sudah satu jam lamanya kania belum juga sadarkan diri.elzo mengompres jidat kania menggunakan air hangat
"kenapa kania belum bangun bangun juga sih"joe bolak balik melihat kania
"em,,
kania mulai terbangun
"akhirnya!"seru joe
"pelan dikit!"gerutu aldo,ia sangat jengkel melihat joe
joe langsung nyengir
"apa yang lo rasakan?"tanya aldo kepada kania
"nggak ada"jawab kania lemah
"ini buat lo"elzo menyodorkan air putih kearah kania
"makasih"kania langsung mengambil dan menghabiskan air minum pemberian elzo
elzo kembali mengambil gelas dari tangan kania.tanpa sengaja tangan keduanya bersentuhan dan menimbulkan sensasi yang aneh bagi keduanya,terutama elzo yang sudah berkali kali melihat adegan dewasa di dalam penglihatan masa lalu nya
"sial!"umpat elzo dalam hati,sesuatu di bawah sana bergerak dengan cepat
elzo langsung menjauh kan tangannya.keduanya menjadi salah tingkah karna tidak sengaja saling sentuh
"bagaimana keadaan nak kania?"tanya andi
"sudah baikan"kania sendiri yang menjawabnya
"ya sudah,kalian bisa pulang sekarang"ucap andi tiba tiba
deg,,
mereka sangat terkejut mendengar nya
"saya tidak bisa mengambil resiko atas keselamatan kedua cucu saya,mereka berdua adalah pewaris saya.karna itu saya tidak mau ada kesalahan sekecil apapun yang bisa menghancurkan perusahaan dan nama baik keluarga ini"ujar andi
kania dan yang lainnya langsung pamit pergi
"tunggu bentar!"elzo menghampiri mereka
__ADS_1
"elzo masuk!!"teriak andi marah
"pulang sana,kakek lo marah tu"ucap kania
andi menyuruh para pengawalnya menyeret elzo masuk ke dalam rumah
"elza tolong jaga mereka"elzo meminta jin elza menjaga kania dan yang lainnya
"saya tidak akan mengecewakan tuan ku"jawab elza.elza langsung mengikuti kania dkk pergi
elzo kembali dengan perasaan hati yang sangat kacau
"mau di bunuh tapi dia kakek ku"rutuk elzo dalam hati
saat ini elzo dan elzi sedang termenung di dalam kamar meratapi nasib mereka yang mulai di kekang oleh sang kakek
"pewaris??"elzo terkekeh mengingat nya
"dek"elzi memegang pundak elzo
elzo langsung menoleh"kenapa?"tanya nya
"kita harus banyak banyak bersabar"jawab elzi
elzo mengerlingkan mata mendengar ucapan elzi
keesokan harinya elzo mencoba keluar dari rumah dengan cara melompati pagar namun tubuhnya seperti tertahan oleh sesuatu
"apa yang terjadi?"tanya elzo
"kamu tidak akan bisa keluar dari sini tanpa seizin saya elzo,kakek sudah memagari sekeliling rumah ini menggunakan pagar gaib"ujar andi
"kenapa?"tanya elzi
elzo menggeleng
keduanya kembali melamun
sebenarnya elzo bisa dengan mudah menghancurkan mantra yang di buat oleh dukun kepercayaan andi.hanya saja elzo tidak mau mereka mengetahui siapa dirinya sebenarnya karna elzo harus berubah menjadi vampire terlebih dahulu untuk melakukan nya
di tempat lain kania dkk bingung harus pergi kemana lagi,mereka tidak memiliki cukup uang untuk menetap di kota itu lagi.terpaksa kania dkk kembali pulang ke kota mereka yang dulu
saat sampai di rumahnya kania sangat terkejut melihat ayahnya sedang sakit parah
"buk kenapa bapak bisa sakit kayak gini?"tanya kania sambil terisak
melinda langsung menarik kania masuk kedalam kamar
"nak,bapak kamu sakit karna juragan usin memaksa bapak kamu agar menyerahkan kamu untuk di jadikan istri kelima nya"ujar melinda sambil menahan sesak di dada saat memberitahu kania tentang hal itu
kania langsung terduduk dilantai
sebelum nya kania sudah tahu kalau orang tua nya terlilit hutang dengan rentenir bernama usin
"apa yang harus aku lakukan?"kania sangat pusing memikirkan nya
bersamaan dengan itu di televisi andi mempublikasikan elzo dan elzi sebagai pewaris nya
__ADS_1
kania tersenyum miris melihat nya"kita memang berbeda,harus nya dari dulu aku sadar kalau selama nya aku nggak pantas buat jadi pendamping kamu"gumam kania.tanpa sadar air mata langsung menganak membanjiri pipi gemoy gadis itu
di sebuah gedung yang penuh dengan para wartawan dan kamera,elzo dan elzi terkurung di tengah tengah mereka
kedua nya terpaksa tersenyum di didepan kamera karna di paksa oleh sang kakek
"sangat menyebalkan,kapan acara ini akan berakhir!"jerit elzi dalam hati
"apa aku bunuh saja mereka?"pikir elzo
semua televisi dan koran menerbitkan berita tentang pewaris perusahaan GM grup
saat ini elzo sedang melepaskan pakaian yang menurutnya sangat menyiksa orang yang memakai nya
selepas acara andi langsung mengajak elzo dan elzi keperusahaan
semua karyawan memberikan selamat kepada elzo dan elzi
untuk menuju ke ruangan andi mereka harus menaiki lima lantai lagi karna ruangan andi berada di lantai enam
namun tiba tiba elzo tersenyum aneh di belakang andi
elzi langsung melotot menatap elzo
"bye bye!"ucap elzo,lalu menarik tangan elzi kemudian berlari menuju balkon yang langsung tembus ke lantai dasar
"elzo elzi!!"teriak andi
semua orang langsung melihat keatas
deg,,
mereka langsung berteriak histeris karna mengira saudara kembar tersebut mau bunuh diri
"percaya aja,aku nggak akan membiarkan sesuatu terjadi kepada mu"ucap elzo,elzo berkata seperti itu karna melihat wajah elzi yang memucat
elzi mengangguk,kedua nya langsung melompat lalu mendarat dengan keren nya
deg,,
jantung semua orang seolah olah berhenti karna ulah kedua nya
"tangkap mereka!!"teriak andi dari atas
elzo dan elzi bergegas lari keluar dari pintu,sangat tidak mungkin bagi para penjaga itu untuk bisa menangkap mereka karna lari mereka sangat kencang
di perusahaan..
para karyawan di sana langsung terduduk lemas,bayangan elzo dan elzi terjun tadi masih masih terbayang di benak mereka
keduanya bersembunyi di sebuah cafe,senyum terbit di bibir kedua pria tampan itu saat melihat para penjaga dan pengawal yang dikirim oleh andi melewati cafe
"untung sebelum keluar rumah tadi gue ngambil ini"elzo membeberkan lima gepok uang pecahan seratus ribu di hadapan elzi
elzi menggeleng kepala melihat kecerdikan sang adik
untuk menghilangkan jejak mereka sengaja mengganti baju dan menutupi wajah mereka menggunakan masker
__ADS_1
kedua nya pulang ke rumah lama yang pernah mereka tempati bersama narti,meskipun rumah itu sangat sederhana tapi itu jauh lebih nyaman dari pada tinggal di kediaman andi