
Ccehhhss, Suara siulan angin terdengar, anak panah yang sudah di tahan di tali terlepas, Anak panah itu dengan cepat membidik leher babi hutan tersebut, namun karena daun pohon yang jatuh, mengubah arahnya.
Yang terjadi, Anak Panah itu menusuk tepat di perut babi hutan, Babi hutan yang diserang itu mengamuk dan berlari tanpa arah untuk melarikan diri, namun dirinya sangat Sial karena arah dia berlari telah tersusun selusin jebakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
Shin yang sedang menunggu di balik pohon melihat babi hutan itu berlari kearah jebakannya dia tersenyum puas, walaupun jebakan pertama hingga ke lima rusak karena perlawanan babi hutan itu, Shin tetap menjalankan jebakan lainnya.
Setelah menurutnya aman dia datang ke sisi babi hutan dan membunuhnya dengan cara menebas Alteri yang ada di leher babi hutan tersebut, beberapa detik kemudian Gu Zhong menyusul dan langsung memeriksa keadaan Shin.
"Shin!! apa kamu tidak tahu tindakan kamu yang tadi itu sangat berbahaya!! bagaimana jika terjadi apa apa padamu" Gu Zhong memarahi Shin dengan keras sambil menggenggam lengannya.
"Maaf ayah, Tapi aku sudah memeriksa serangan jebakan itu melukai bagian otaknya yang membuatnya dia menjadi gagal otak dan dalam kondisi koma, jadi dengan kesempatan itu aku memotong alterinya" Shin meminta maaf dan menjelaskan mengapa dia melakukan hal itu. Gu Zhong seketika terdiam dan menatap Shin dengan mata aneh, karena penasaran Gu Zhong pun akhirnya bertanya.
"Darimana kamu mempelajarinya?" Seperti semula Shin menjawab dengan polosnya "Aku mempelajarinya dari yang ku baca ayah" tidak mungkin Shin menjawab yang sebenarnya karena, ingatannya di dunia sebelumnya sudah mulai muncul walaupun tidak sekaligus tapi secara perlahan.
__ADS_1
"Baiklah-baiklah! ayo kita pulang, Qingyu pasti sudah menunggu kedatangan kita" Gu Zhong menyeret tubuh babi hutan itu karena tidak terlalu besar tidak terlalu merepotkan untuk membawanya.
Sesampainya di rumah, Gu Zhong melihat Qingyu sedang menunggu mereka di depan rumah dengan kekhawatiran, Saat Qingyu melihat dari kejauhan kedua orang muncul satu besar dan satu kecil sedang berjalan ke arahnya.
Qingyu menghela nafas lega, dan datang menghampiri kedua orang tersebut dia langsung memeriksa Shin dan bertanya "Apakah kalian baik baik saja? tidak ada yang terluka kan?" Qingyu panik saat melihat darah di tangan Shin.
"Tenanglah Mama, ini hanya darah babi hutan! Aku dan Ayah baik-baik saja kok" Shin memegang tangan mamanya dan tersenyum hangat, dia mencoba menenangkan mamanya.
"hahaha betul itu, kita Baik baik saja" Gu Zhong hanya bisa tertawa dan membenarkan hal itu sambil mengusap kepala Shin.
Beberapa jam kemudian.
Shin yang sedang makan bertanya kepada ayahnya, "Ayah, Jika aku membangkitkan roh yang lemah, apakah hal itu akan mengecewakan ayah?" Shin melihat kearah mata ayahnya langsung.
__ADS_1
Ayahnya yang mendengar pertanyaan ini terdiam sejenak dan berkata, "Ayah tidak akan kecewa kok, soalnya Kebangkitan Martial Soul itu adalah sebuah takdir."
Shin: "Takdir apa itu yah?"
Gu Zhong: "Takdir adalah suatu rangkaian peristiwa yang terjadi di masa depan dan tidak akan bisa di rubah."
Shin: "Lalu jika ada seseorang mengubah takdir apa yang akan terjadi?"
Gu Zhong: "Tatanan Dunia akan rusak dan arah perkembangannya akan ke arah yang lain"
Shin: "Lalu jika seseorang membunuh orang lain demi kesenangan hati apakah itu juga takdir bagi mereka yang mati atau tersiksa yang tidak bisa di lepaskan oleh mereka?"
Mendengar pertanyaan ini seluruh ruangan menjadi sunyi bahkan jangkrik yang terus berbunyi terdiam. Kedua orang tuanya tertegun dan memandang Shin dengan terkejut. Namun Shin tidak melihat ke orang tuanya dan hanya duduk sambil memotong daging babi itu dengan rapi.
__ADS_1
Shin: "Takdir bukanlah sebuah peristiwa yang dirancang oleh Tatanan Dunia tapi, sebuah belenggu yang mengikat seseorang untuk kekuatan yang lebih kuat."
Setelah mengucapkan itu, Shin berkata lagi "Baiklah Ayah dan Mama aku ke kamar dulu, aku merasa sangat ngantuk"yang