
Raja dan para general sedang mengintrogasi raja iblis yang sudah dilumpuhkan dan sedang memaksa untuk buka mulut tentang keberadaan raja iblis yang terakhir.
Beberapa hari kemudian raja iblis yang di interogasi itu mati dan tidak mengatakan apapun tentang lokasi raja iblis yang terakhir.
Vex dan yang lainya tidak mempunyai petunjuk lainnya dan hanya akan menunggu informasi selanjutnya dari pasukan pengintai atau pasukan mata-mata.
Akhir-akhir ini Vex selalu menghabiskan waktu untuk menyendiri dan terlihat merenung di setiap harinya selama 2 bulan.
Zolaf sudah kehabisan akal untuk menghibur nya dan Zolaf pun hanya bisa pasrah dan menunggu mood Vex kembali lagi.
"Vex! ayolah semangat , dan ayo kita mencari air suci keabadian itu atau kita mencari harta karun yang tak pernah habis itu!" ucap Zolaf.
"Aku sedang malas berpetualang sekarang , nanti saja lah..." ujar Vex sambil tiduran.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita menikahi wanita-wanita cantik di kota ini ? hehe..." ujar Zolaf.
"Memangnya ada yang mau menikah dengan wajah jelekku ini ?" ucap Vex sambil rebahan.
"aku yakin satu juta persen kalau di kota ini ada ribuan wanita yang mau menikah dengan mu!!" ujar Zolaf.
"Kau kira aku ini apaan !! sialan..." ucap Vex
"Ayolah kawan! aku bosan diam terus dirumah!" ujar Zolaf.
"Kalau begitu ayo kita ke bar untuk sarapan.." ucap Vex.
Mereka pun berjalan-jalan dan mencari tempat sarapan pagi yang enak.
Zolaf sekuat tenaga menghibur Vex yang sedang patah hati dan sedikit demi sedikit hatinya sudah mulai terobati dan terlihat sudah bisa tertawa lagi dengan candaan atau gurauan dari Zolaf.
"Jadi kapan kita akan mulai berpetualang di negeri yang besar ini ?" tanya Zolaf
"Besok atau lusa kita akan bersenang-senang sambil berpetualang mencari air suci keabadian!" ujar Vex.
"Akhirnya aku bisa berpetualang !!" ucap Zolaf.
"Apa kau ingin membeli sesuatu yang berguna sebelum kita berpetualang besok?" tanya Vex.
"Apa ya ? peralatan masak ? atau peralatan tidur?" ujar Zolaf.
"Terserah kau saja , kalau begitu aku sarankan untuk membeli tas sihir yang bisa memasukkan benda sebanyak apapun" ucap Vex.
Mereka pun pergi berbelanja untuk persiapan berpetualang.
Keesokan harinya Vex dan Zolaf sudah berada dalam perjalanan dan akan berpetualang di negeri yang sangat luas ini.
Di hari pertama perjalanan mereka terlihat menyenangkan dan monster-monster yang mereka lawan pun tidak ada apa-apanya karena mereka yang berlevel maximal dan berstatus maximal.
Hari kedua Vex dan Zolaf menemukan seekor monster besar yang bernama Diablos , monster itu terlihat seperti badak besar bertanduk tajam seperti tombak dan yang anehnya lagi monster itu bisa menyelam kedalam tanah seperti berenang.
Akan tetapi Vex dan Zolaf terlihat mempermainkan monster itu sambil berebut untuk menunggangi nya.
Begitulah keseharian mereka dalam petualangan nya , hanya bersenang-senang dan tidak ada kesulitan sama sekali.
1 Minggu perjalanan mereka dan sudah berada sangat jauh dari kota.
Lalu Vex melihat ada sebuah gua kecil dan tersembunyi di dekat air terjun.
"Apakah itu sebuah gua ? atau tempat tinggal monster ?" tanya Vex.
__ADS_1
"Entahlah , ayo kita selidiki!" ujar Zolaf.
Mereka pun memasuki gua kecil itu dan harus tiarap untuk memasuki nya.
"Sempit sekali gua ini !" ucap Vex.
"Tapi ini adalah sensasi berpetualang !" ujar Zolaf.
Mereka telah merangkak masuk kedalam mulut gua yang kecil itu selama 1 jam dan masih belum terlihat ujung nya.
"Menyebalkan sekali tempat ini !!" ujar Vex.
"Hahaha , berhenti mengeluh! ayo terus maju !" ucap Zolaf.
Tiba-tiba tanah itu longsor dan ambruk ke bawah tanah yang membawa mereka ke sebuah tempat yang aneh.
"Tempat apa ini ... ??" tanya Vex.
"Sepertinya ini tempat rahasia yang misterius.." ujar Zolaf.
"Kuharap begitu ..." ujar Vex.
Beberapa saat kemudian Vex melihat ada sebuah cahaya kelap kelip dari kejauhan.
Lalu mereka mulai mendekati sumber cahaya yang berkelap-kelip itu.
Tiba-tiba muncullah Sesosok Tengkorak hidup yang memakai mahkota raja dan memakai jubah sihir.
Analisis:
Nama : Hainz
"Woah! level nya tinggi loh ..." ujar Vex.
"Sepertinya dia penjaga di balik pintu yang berkelap-kelip itu !" ucap Zolaf.
"Kalau begitu siapa yang akan melawannya ?" tanya Vex.
"Aku akan melawan nya dan kau nonton saja ,ok?" ujar Zolaf.
"Okelah , aku akan duduk sambil menonton !" ucap Vex.
Zolaf akan melawan Hainz sang penjaga pintu misterius.
Zolaf memukul Hainz tepat di kepalanya dan langsung menghancurkan tulang tengkorak nya , namun Hainz kembali utuh seperti sedia kala , Zolaf sudah menghancurkan nya hampir ratusan kali dan tetap tidak ada hasilnya.
"Apa kau menyerah Zolaf ??" tanya Vex.
"Mana mungkin aku menyerah melawan tengkorak hidup ini !!" ujar Zolaf.
Setelah beberapa jam , serangan fisik Zolaf tidak berpengaruh sedikitpun , lalu akhirnya Zolaf memakai skill sihirnya yaitu Outbreak Blow yang mengeluarkan cahaya putih dan menyelimuti kedua tangan nya.
Outbreak Blow menguatkan serangan fisiknya menjadi 10x lipat lebih kuat dari sebelumnya.
"BAAMMM!!" suara pukulan Zolaf yang membuat Hainz bubuk dan tidak bisa meregenerasi kembali.
Setelah mengalahkan nya , Hainz si tengkorak hidup itu mengeluarkan sebuah item drop yang berupa cincin emas (Golden Ring +SSS) dan langsung memakai nya.
Tiba-tiba cincin yang sudah dipakai itu mengeluarkan cahaya putih seperti laser di telunjuk nya Zolaf dan memotong batu besar didekat nya.
__ADS_1
"Wow ini bahaya , tapi lumayan bagus , Haha!!" ucap Zolaf.
Setelah itu mereka membuat pintu yang berkelap-kelip itu.
Terlihatlah gundukan emas dan perhiasan yang begitu banyak.
Vex dan Zolaf memasukkan semua harta karun itu kedalam tas sihir mereka.
Namun Setelah emas dan perhiasan itu dikeruk habis oleh Vex dan Zolaf , tiba-tiba harta karun itu muncul kembali seperti semula.
"Oh jadi ini yang di sebut harta karun yang tak pernah habis itu ya...Haha!!" ucap Vex.
Vex dan Zolaf sudah memasukkan ke dalam tas sihir mereka sebanyak mungkin dan harta karun itu terus muncul kembali tak habis-habis .
"Ini tidak ada habisnya! ayo kita lanjutkan perjalanan kita!" ujar Vex.
"Tas sihir ini sangat membantu sekali , untungnya aku membeli ini!" ucap Zolaf.
Mereka kembali keluar dari gua itu dan akan melanjutkan perjalanannya mencari sesuatu yang aneh selanjutnya.
"Dengan emas dan permata sebanyak ini kita bisa membangun sebuah istana! Haha.." ucap Zolaf.
"Iya! kau benar , kalau aku mungkin akan membuat rumah makan gratis untuk orang-orang miskin !" ujar Vex.
"Kau benar-benar orang yang baik Vex !" ucap Zolaf.
"Lalu apa rencana mu dengan harta sebanyak itu ?.." tanya Vex.
"Sudah jelas! aku ingin menikahi 10 wanita dan membuat rumah seperti istana! Haha.." ujar Zolaf.
"Kau ini benar-benar aneh ..." ucap Vex.
Mereka berbincang-bincang tentang harta yang akan mereka gunakan nantinya.
Vex dan Zolaf mengambil harta karun sebanyak 2 ton lebih yang berarti masing-masing 1 ton harta karun emas dan permata.
"Satu misteri terpecahkan! .. sekarang tinggal 2 misteri lagi , yaitu air suci keabadian dan benda-benda legendaris!" ujar Vex.
"Vex apa kau berencana menjadi abadi setelah menemukan air suci keabadian itu ?.." tanya Zolaf.
"Aku tidak munafik , semua orang pasti menginginkan nya !" ujar Vex.
"Tapi yang aku tau , keabadian itu tetap bisa mati juga!" ucap Zolaf.
"Bisa mati ..? bagaimana bisa ??" tanya Vex.
"Yang abadi itu umurnya , tapi kalau kau di penggal atau di tusuk ,kau tetap akan mati!" ujar Zolaf.
"Oh begitu ya , aku baru mengerti..." ucap Vex.
"Terus aku masih bingung dengan benda-benda legendaris yang kau maksud itu..." ucap Zolaf.
"Aku juga hanya mendengar nya saja dan aku juga tidak tau pasti seperti apa bentuknya.." ujar Vex.
"Apa mungkin senjata atau armor ?.." ucap Zolaf sambil memegang dagunya.
"Aku juga penasaran dengan benda-benda legendaris itu! sekarang ayo kita cari semua misteri di negeri ini!" ujar Vex.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari misteri yang tersisa di negeri ini!
__ADS_1
To be continue !