Ugly Hero

Ugly Hero
MANUSIA RAKSASA !


__ADS_3

Vex dan Zolaf telah menemukan harta karun tak terbatas dan sudah mengambil beberapa emas dan permata sebanyak masing-masing 1 ton.


Sekarang mereka sedang berjalan mencari misteri yang tersisa.


Misteri air suci keabadian dan benda-benda legendaris.


Mereka berpetualang sudah hampir 6 bulan , tiba-tiba Vex dan Zolaf terkejut melihat sesosok manusia berukuran tidak biasa.


Mereka adalah manusia raksasa dengan tinggi badan mencapai sekitar 20 meter dan ada juga yang 25 meter.


Vex dan Zolaf terkejut sambil melongo melihat sesosok manusia raksasa.


Manusia raksasa itu terlihat sedang mengobrol satu sama lain dan mereka berjumlah belasan raksasa.


"Apa kau ingin menghampiri mereka ?.." tanya Zolaf.


"Tentu saja! tapi walaupun mereka berusaha menyerang , kita tidak boleh membunuh mereka!" ucap Vex.


"Huuft ... kau ini benar-benar baik!" ujar Zolaf.


"Karena mereka itu langka! jadi jangan dibunuh oke??" ujar Vex.


"Iya iya aku mengerti tuan pahlawan.." ucap Zolaf sambil meledek.


Mereka sepakat untuk tidak membunuh para raksasa itu dan sedang menuju ke arah para manusia raksasa.


Sesampainya didekat para manusia raksasa itu Vex dan Zolaf akan mencoba berkomunikasi dengan mereka.


"Oiii ... Oiiii Halooo permisi ... !!" teriak Vex memanggil.


Para raksasa itu menoleh kearah Vex sambil berkata.


"Jangan teriak-teriak! aku tidak budek ..! , tapi kenapa ada manusia kecil disini ??" ujar manusia raksasa.


"Oh maaf aku berteriak tadi , kukira suara ku takkan terdengar!" ucap Vex.


"Sudah ribuan tahun lamanya , baru ada manusia kecil yang mampir ke sini , lalu ada perlu apa kalian kesini ?" tanya raksasa.


"Kami tidak mencari kalian , tapi kami sedang berpetualang dan menemukan kalian!" ujar Zolaf.


"Dan tujuan kami berpetualang untuk mencari misteri benda-benda legendaris dan air suci keabadian!" ucap Vex.


"Oh begitu ya , kalau begitu hati-hati! karena tempat yang kalian bicarakan itu di jaga oleh monster yang mengerikan!" ujar manusia raksasa.


"Itu tidak masalah bagi kami sebagai petualang!" ucap Zolaf.


"Lalu apa yang kalian lakukan disini ? apa kalian sedang berburu atau semacamnya ??" tanya Vex.


"Tidak.. kami hanya ditugaskan untuk menjaga perbatasan saja.." ujar manusia raksasa.


"Apa maksud kalian dari menjaga perbatasan ??" tanya Vex.


"Kami menjaga perbatasan yang menuju ke tempat kami yaitu desa Colossal Place!" ujar manusia raksasa.


"Apa desa itu di huni oleh semua manusia raksasa dan ada berapa banyak jumlah kalian ??" tanya Zolaf .


"Iya , Begitulah... hmm kira-kira kami berjumlah ratusan..." ujar manusia raksasa.


"Tapi kenapa kalian terlihat seperti kurang semangat begitu?" ucap Vex.


"Karena Ketua desa kami yang baru itu sangat keras pada kami dan tidak seperti ketua desa yang dulu..." ujar manusia raksasa.


"Jadi kalian terbiasa dimanjakan oleh ketua desa sebelumnya ya.." ujar Zolaf.


"Bukan seperti itu... tapi Ketua desa yang sekarang sangat serakah dan rakus yang memberikan pajak pada kami 3x lipat , itulah mengapa kami terlihat kurang semangat..." ujar manusia raksasa.


"Lalu kenapa kalian tidak memprotes nya ?" tanya Vex.


"Iya itu benar! tinggal lawan atau lakukan sesuatu pada ketua desa mu yang jahat itu!" ucap Zolaf.


"Tidak semudah itu... puluhan dari kami pernah memberontak dan hasilnya mereka dibunuh oleh ketua desa sendirian! dia itu sangat kuat!" ujar manusia raksasa.


"Hoh! jadi dia kuat ya ... apa kalian butuh bantuan??" ujar Zolaf.


"Kau ini! kalau urusan bertarung selalu semangat.." ucap Vex pada Zolaf.


"Itu mustahil , kalian manusia kecil takkan pernah bisa melawan manusia raksasa..." ucap manusia raksasa.


"Tunjukkan saja tempat nya! aku akan menghajarnya untuk kalian semua !!" ucap Zolaf.


"Kalian keras kepala sekali... tapi apa boleh buat" ucap manusia raksasa.

__ADS_1


Manusia raksasa itu menjelaskan dan memberikan informasi ciri-ciri fisik wajah ketua desa yang jahat itu.


Namanya Poux , rambutnya merah , tinggi nya 31 meter , rumahnya mewah.


"Yosh , sekarang antarkan kami ketempat nya !!!"


Vex dan Zolaf menaiki pundak manusia raksasa itu untuk mengantarkan nya.


Belasan raksasa bersama Vex dan Zolaf sedang berjalan menuju desa Colossal Place.


Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di gerbang desa Colossal Place.


"Maaf aku hanya bisa mengantarkan kalian sampai gerbang desa saja .. karena kami takut ketahuan memberontak..." ucap manusia raksasa.


"Tidak apa-apa! terimakasih sudah mengantarkan kami sejauh ini! dan kalian bisa menyaksikan pertarungan kami melawan ketua desa yang jahat itu dari kejauhan!" ujar Zolaf.


"Maafkan kami yang tidak mau menolong kalian !" ucap manusia raksasa itu.


Lalu para manusia raksasa itu menjauh dan bersembunyi , Vex dan Zolaf melihat rumah dan ciri-ciri wajah nya yang diberitahukan sebelumnya.


"Lihatlah rumah-rumah yang besar itu! ini benar-benar sangat menakjubkan!!" ucap Zolaf.


"Kita seperti seekor semut di desa ini ..." ujar Vex.


"Bukankah itu rumahnya ? dan itu terlihat seperti ciri-ciri yang disebutkan oleh mereka.." ucap Zolaf.


"Iya itu rumahnya! terlihat sangat mencolok! karena hanya rumah itu yang terlihat satu-satunya yang mewah!" ucap Vex.


Tiba-tiba pintu rumah raksasa itu mulai terbuka dan sepertinya Poux si ketua desa itu akan muncul.


Vex dan Zolaf sedang menunggu sesosok dari pintu rumah itu dan ingin memastikan bahwa dia adalah ketua desa yang jahat itu , dan terlihatlah seorang raksasa berambut merah.


"Tidak salah lagi! dia pasti si Poux !" ucap Vex.


"Yap , itu sudah jelas , ayo kita hajar !" Ujar Zolaf.


Vex dan Zolaf berlari dan sudah berada di hadapan Poux.


Poux melihat ada 2 manusia kecil di hadapan nya dan Poux merasa aneh karena tidak ada pengunjung dari manusia kecil sejak ribuan tahun yang lalu.


"Apakah kau yang bernama Poux ?!" tanya Zolaf.


Vex dan Zolaf melihat isi rumah nya yang serba ada dan terlihat mewah.


"Kenapa hanya rumah anda yang terlihat mewah dan megah? " tanya Vex.


"Pasti kau korupsi atau semacamnya pada wargamu kan ?!" ujar Zolaf.


"Brengsek!! sopan sedikit di tempat ku! dasar semut lemah!!" teriak Poux yang tersindir.


Tiba-tiba Poux mengarahkan tangan besarnya untuk menggencet tubuh Vex dan Zolaf yang kecil.


Zolaf menggunakan cincinnya untuk mengeluarkan laser putih dari telunjuknya yang didapatkan dari Hainz si tengkorak hidup sebelumnya.


Laser cincin itu berhasil melubangi tangan Poux dengan mudah.


Poux berteriak kesakitan sambil berguling-guling di lantai.


Lalu Zolaf menggunakan Outbreak Blow nya yang membuat kedua tangannya bercahaya dan akan memukul perut Poux yang besar.


"BAAMMM..." pukulan Outbreak Blow yang mengenai perut Poux.


Pukulan itu membuat Poux muntah darah dan membuat Poux kesakitan.


"Apanya yang kuat! dia itu lemah sekali.." ucap Zolaf.


Tiba-tiba Poux mengeluarkan aura merah yang panas dan membuat Zolaf dan Vex menjauh.


"Aura itu panas sekali ...!" ucap Zolaf.


"Sepertinya dia marah !" ujar Vex.


Poux mengeluarkan aura merah yang panas dan berteriak seperti akan menyerang.


Setelah itu Poux menghantam kan pukulan nya ke arah mereka , namun Vex dan Zolaf mudah menghindari serangannya dengan mudah.


Akan tetapi efek dari pukulan itu membuat kehancuran pada desanya.


"Ini bahaya! kalau dia terus mengamuk seperti itu, maka desa ini akan hancur olehnya!!" ucap Vex.


"Serangan ku juga hanya bisa sedikit melukai nya dan tidak bisa menghentikan amukannya... gunakanlah skill power absorber mu Vex!!!" ucap Zolaf.

__ADS_1


"Oke saatnya bagian ku beraksi..." ucap Vex sambil mengarahkan tangan nya pada Poux.


"Power absorber!.." ucap Vex ke arah Poux.


Dengan instan aura merah yang panas itu menghilang dan Poux langsung terkapar tak berdaya.


"Skill mu memang mengerikan ..." ucap Zolaf sambil merinding.


Setelah Vex menggunakan skill power absorber nya pada Poux si raksasa jahat itu tiba-tiba Vex mengeluarkan aura merah yang menyelimuti tubuh nya.


"Eeeh..!! kenapa aku mengeluarkan aura merah juga?!" ujar Vex.


Tiba-tiba Vex berguling-guling kepanasan dan kesakitan.


"Oi oi berhenti bercanda ...!!" ucap Zolaf sambil berkeringat dingin.


"Aku tidak bercanda!! ini benar-benar sakit!!.. Arg!" ujar Vex.


Tiba-tiba tinggi badan Vex yang tadinya hanya 163 Cm dan sekarang terlihat 203 Cm dan tumbuh otot-otot kekar!


Vex berhenti kesakitan dan aura merah yang panas itu sudah menghilang seluruhnya.


Vex lalu berdiri dan berpenampilan jadi tinggi dan berotot.


"Woah!! kau jadi terlihat tinggi dan berotot!!" ujar Zolaf.


"Apa maksud mu ?..." tanya Vex.


Lalu Zolaf membawa Vex ke genangan air dekat rumah raksasa itu.


"Lihatlah tubuh mu sekarang...!!" ucap Zolaf.


Vex terkejut dengan penampilan dan bentuk tubuhnya yang berubah.


"Ini keren!! aku jadi iri , sekarang kau lebih tinggi dariku!" ucap Zolaf.


Setelah itu Vex dan Zolaf memanggil semua warga desa Colossal Place untuk keluar.


Setelah para warga raksasa keluar dari rumah lalu mereka melihat Poux terkapar tak berdaya di tanah terkejut dan kaget.


Lalu para manusia raksasa yang mengantarkan Vex dan Zolaf itu berkata.


"Hey kalian semua warga desa!! .. aku sudah menyaksikan 2 orang kecil ini mengalahkan Poux dengan mata kepala ku sendiri !!"


Semua warga desa itu langsung percaya dengan perkataan si raksasa penjaga perbatasan itu.


Lalu ratusan warga raksasa itu menghampiri dan mengangkat tubuh Vex dan Zolaf sambil berkata:


"Terimakasih atas bantuan kalian!!"


"Berkat kalian kami semua sudah bebas dari pajak yang tidak masuk akal!!"


"Mereka adalah pahlawan!!"


"Kita harus merayakan ini!!!"


"Meskipun mereka manusia kecil , tapi mereka sangat kuat , ini adalah balasan dari tuhan!!!"


"Ayo semuanya kita beri 2 pahlawan kecil ini hadiah dan berpesta sepuasnya !!!"


Mereka semua berterima kasih atas bantuan Vex dan Zolaf yang telah mengalahkan Poux si ketua desa yang jahat dan serakah.


Vex dan Zolaf menganggukan kepala mereka dan tersenyum lebar.


Pesta manusia raksasa di desa Colossal Place berlangsung selama 10 hari tanpa henti.


Tubuh Poux si ketua desa yang jahat itu sekarang sudah dilumpuhkan oleh Vex dan sedang di penjara kan oleh warga desa.


Beberapa minggu kemudian , di desa Colossal Place terlihat wajah yang bahagia dan ceria.


Vex dan Zolaf memutuskan untuk berpamitan pada mereka dan menceritakan tentang tujuan mereka yang sebenarnya.


Sebelum mereka berpamitan Vex dan Zolaf mendapatkan informasi dan tempat yang akurat tentang benda-benda legendaris.


Lalu Vex dan Zolaf yang diberi lokasi itu akan melanjutkan perjalanan mereka.


Vex - Tinggi badan \= 203 Cm !


Zolaf - Tinggi badan \= 190 Cm !


To be continue !

__ADS_1


__ADS_2