
"Kubiarkan jejak - jejak tanggal di matamu yang purnama. Lalu aku tak menemukan jalan keluar selain jatuh cinta"
mociie-
"oh Tuhan beginilah caramu membuatku jatuh cinta"
(sahutku dalam sunyi) sembari ku pandang langit Surabaya yang tak elok menampakan satu bintangpun, untuk diriku di malam ini.
"Aku mencintaimu dengan kebutaanku, dan ketulusan hatiku, tanpa aku pedulikan siapa dirimu"
( begitulah kalimat yang ku ucapkan pada langit malam )
setiap waktu ku timpakan sajakku untuknya .
Sebuah pesan dari hatiku , sebuah pesan dari segala rasaku untuknya.
tak bisa ku buatkan dia kalimat - kalimat gombalan mesra.
Iya.Aku hanyalah lelaki sendu yang rapuh.
Sadar aku hanya ingin dia tahu "betapa aku membutuhkannya,karena aku mencintainya"
tapi entah setiap semua apa yang kurasakan seolah patah dihadapannya.
apakah dia tak memiliki hati?
(begitulah tanyaku dalam hati)
"kamu akan menyesal, jika mencintaiku"
(begitulah ucapnya padaku)
"tak pernah peduli seperti apa dirimu dan sebagaimana wujudmu. Tapi inilah rasaku"
(sahutku padanya)
"aku cacat ulat, bibirku sumbing. kakiku kelainan, jalanku tak lancar . Apa kamu akan tetap mencintaiku??"
(timpanya padaku)
"selama ini ku cintaimu tanpa perduli wujudmu. Dan aku akan tetap sama"
( sahutku padanya, dengan segala kebutaanku )
tak pernah ku pedulikan apapun itu bagaimanapun keadaanmu dengan tegasku.
( seolah aku ingin menantang apapun yang menghalangiku )
iya, aku sedang di butakan cinta, sangat-sangat buta. Ketulusanku padanya bak aku ingin rela mati demi dia,rela kehilangan segala hal untuknya.
Tak pernah dia sadari itu
__ADS_1
"bagaimana bisa mencintai seseorang tanpa mengetahui wujud?"
( tanya dia dalam lirih hati )
apa yang ku tahu tentang cinta adalah satu :
" TANPA ALASAN "
cinta tak pernah tau dimana dia akan tinggal
dia tumbuh sesuai dengan apa yang dia mau,
dia ada karena karunia Tuhan.
pagi melambai menjelang siang
"Hai daunku sedang apa dirimu?"
( aku yang sedang rindu )
" aku lagi goreng ikan dengan rasa takut"
( sahutnya di ujung yang jauh )
" takut ?, kenapa bisa ?"
( dengan rasa penuh penasaran )
" iya aku takut sekali dengan minyak panas, dari penggorengan "
" astaga....."
( hal terkonyol yang pernah ku dengar dalam hidupku )
"setiap hari penuh, kami habiskan hanya untuk bertukar kabar melalui media sosial"
ya aku sadar dia tak akan mengenal rasaku. Dan tak akan pernah peduli.
Tapi aku, sadarku mulai sekarang tak peduli dengan apa yang ada di hatinya. Rasaku cuma satu. Aku tetap mencintainya setulus hatiku.
"eh ulat bentar deh suamiku pulang"
( sahutnya di telingaku )
" oke siap"
kehidupannya indah semuanya baik" saja tak pernah ada petaka.
jauh dariku yang segalanya terlihat sia"
sore hari ku pintanya memotret langit yang senja dengan foto tangannya yang berbentuk cinta
__ADS_1
" daun, aku punya satu permintaan "
( ucapku padanya )
" apa itu ?. Kalo bisa aku penuhi"
( sahutnya padaku )
" fotokan langit sore dengan jarimu memberi tanda sebuah hati"
( pintaku padanya )
" oke nanti aku fotokan "
( timpanya )
riangnya hatiku menunggu foto itu untuk dikirim . Menanti sebuah gambar tanda cinta darinya, anganku dia melakukan itu tanpa ku pinta
seolah dia mencintaiku , yang nyatanya tidak.
sebuah notif muncul di layar ponselku
oh ternyata daun sedang mengirim gambar untukku
" ini hutangku untukmu, sudah ku tepati ulat "
( ucapnya padaku )
" terima kasih daunku"
senyumku lebar melihat gambar jemari cintanya di langit senja,
tetes airmataku berharap dia benar - benar mencintaiku.
ku edit hasil gambar yang dia kirim padaku
ku tambahkan bayang tanganku di dekatnya,
dengan doa yang ku pintakan pada tuhan ku tulis indah diatasnya
" masya allah"
(begitulah ucapnya padaku)
ya inilah aku daun yang mencintaimu tanpa mengharap rasamu sama untukku.
(lirihku dalam hati)
Laut,
__ADS_1
inginku belajar tentangmu yang pasang pasang tiada kunjung surut, deru ombakmu dan harapku bertaut, agar kelak saat koyak layarnya sanggup kurajut, dan saat sesat mata anginnya labuhanku tabah menyambut.
Bersambung.......