Ulat & Daun

Ulat & Daun
Remuk


__ADS_3

Kau adalah pulih,


atas segala luka yang enggan beralih.


Kau adalah teduh,


atas segala riuh hidupku yang gaduh.


malam sangat larut tak dapat ku istirahatkan jiwaku.


"baiklah mari kita lakukan apa yang kau mau, aku ikhlas, insyallah aku bisa, 5 hari kan ?"


( ucapku padanya )


" aku gak bisa ulat, sekarang aku yang gak akan bisa dan aku gak mau"


( ucapnya padaku )


" kenapa? bukankah itu maumu mari lakukan aku siap, insya allah aku bisa"


(ucapku padanya menegaskan yang dia ingin)


" aku yang gak mau sekarang, aku yang gak bisa. Aku gak bisa melihatmu menderita"


( pintanya padaku )


" semua ucapanmu sudah membuatku menderita"


(lirihku padanya, menyesak dadaku)


ku pandangi langit malam. hmmmm keluhku dalam hati, apa yang kulihat sama kah denganmu. Begitu berat rasa sayangku padamu begitu besar rasa cintaku padamu. Tak pernah kau sadari itu. (gumamku dalam hati)


entah apa yang ada di pikirannya saat ini aku tak mengerti aku tak tahu.


(Yang ku pikirkan hanyalah ketakutan, ketakutan kehilangannya)


"Aku, gak pernah ngerasain cinta itu apa,ulat..... Dan aku gak ngerti,rasamu ke aku itu seperti apa?"


(ucapnya menegaskan)


"Pulanglah, ayo istirahat. Sudah larut"

__ADS_1


(ucapnya padaku)


"Nanti sajalah, aku sedang ingin merasakan semua ini"


( rasanya aku telah putus asa dengan segalanya )


"Aku gak akan tidur, dan aku akan menunggumu sampai pulang"


( ucapnya padaku )


malam tlah larut ku, melangkah ke tempat dimana aku seharusnya berada.


Iya. aku tertidur dan aku tak tahu apa yang sedang aku rasakan semuanya sia-sia


Pagiku menyapa .....


hingga siangpun datang.


"Apa itu cinta?"


( tanyanya padaku)


"Apakah cinta punya alasan? Sedang aku sendiri tak bisa memberikan jawaban yang tepat"


"Sepertinya aku sedang merasakan itu kepadamu"


(ucapnya padaku)


"Apa ? Cinta ?"


(tanyaku jelas padanya)


"Iya. Mungkin seperti itu"


(dengan kaeraguannya berkata demikian)


"Setelah apa yang kamu katakan semua padaku, saat ini kamu jatuh cinta?"


( dengan tegasku beranggapan dia sedang membuat permainan )


"Tapi itu yang aku rasakan sekarang, aku takut kehilanganmu"

__ADS_1


(ucapnya padaku,berusaha meyakinkanku)


"Tolong bedakan cinta dan rasa kasihan,aku tak pernah berharap apapun saat ini,aku tak akan berharap kau mencintaiku, tapi ku mohon padamu. Jangan pernah mematahkan apapun semangatku,biarkan aku berusaha meskipun semua itu sia-sia"


( pintaku padanya )


"maafkan aku ulat. maaf,maaf,maaf,maaf"


(itulah yang dia ucapkan berkali)


"aku benar-benar takut kehilanganmu ulat, saat ini aku mencintaimu itu yang kurasa. Meskipun logikaku menolak, tapi hatiku memaksa"


( harapnya untuk aku mengerti )


Kini semua berbalik,dulu aku yang penuh rasa semangat berharap padanya. Dan kini aku yang merasa lelah, sedang dia yang berusaha.


Sebercanda inikah yang namanya rasa??


Aku tak pernah tahu bagaimana persaannya saat ini. Dan aku tak pernah mengerti bagaimana bisa dia berubah hanya dalam semalam??


Apa ini permainannya ??


Apa yang sedang dia inginkan ??


"Kamu yang sedang mengambil kuasa atas segalanya yang sedang terjadi,mainkan permainanmu"


(ucapku)


"Aku tidak sedang melakukan permainan,aku adalah makmummu, Dan kamu adalah Imamku"


(ucapnya memperjelas posisiku)


Lukamu adalah puspamala yang terus tumbuh namun menolak untuk di petik.


Aku tekun belajar membasuh,menyeka,memintal,menguntai,dan merawatnya.


Kemudian aku mengerti,seperti raksi sebagai hirup yang menjadi bagian dari hidup,


lalu tumbuh adalah bagian dari sembuh.


Meskipun yang kau pilih,bukanlah pulih.

__ADS_1


Melalui luka,kau menjadi anggun dalam tutur laku.


Bersambung....


__ADS_2