
Ling menoleh asal suara melihat pangeran ke 3 sudah disampingnya,ling curiga kenapa orang ini selalu mengikutinya,apa yang diingkannya
Ling mengambil buah apel di depannya dengan pelan ."Katakan apa tujuanmu terus mencari tau tentangku " tanya ling curiga.
Sang pangeran tertawa kecil "Bagaimana mengatakannya ya, orang sepertimu seharusnya aku sudah mendengarnya "jawabnya sambil memainkan kipas kecil di tangannya.
Ling mendengus nafas pelan" Langsung intinya saja" ling merasa bosan dirinya diberi jawaban basa basi.
"Aku ingin senior membantu kami dalam perang "ucapnya seramah mungkin agar Ling menerima permohonannya.
Ling sudah menduga hal itu "Tidak" ling menjawab perkataanya.
"Aku mohon senior aku tau keinginanmu mencari senjata itu untuk menghentikan perang bukan,aku yakin anda juga bertindak lagian kamu bisa berubah menjadi naga hitam" lanjut perkataanya membuat ling terkejut.
Ling melirik tajam ke arah pangeran ini , curiga sampai ia tahu bahwa ling juga bisa berubah wujud.
Ling memegang bahu pangeran membisikkan kata ke telinga pangeran " Jika kau berkata lagi aku tidak menjamin mu utuh" ling melepas genggamannya.
Si pangeran tersenyum tipis '' Bukannya aku tahu tentangmu tapi sejak aku kecil aku bisa melihat potongan ingatan seseorang dalam waktu 2 detik,itu sebabnya aku bisa sedikit tau tentang hal yang kamu alami " ucapnya juga membisikkan menutupi sebagian wajahnya dengan kipas kecil.
Ling cukup tertarik akan hal ini ,ia melanjutkan makan apelnya .
"Apa mau mu"
Si pangeran menjawab" Sederhana, jika dirimu bertindak sendiri maka kemungkinan akan diincar kedua pihak terlebih lagi orang ranah saint 10 itu, lalu dirimu bisa melakukan ancaman palsu pada dua kekaisaran untuk mengecoh mata mata, kemudian aku akan berbicara bersama jendral dan kaisar untuk menyatakan aku mempunyai orang dalam di pihak kita yaitu kamu " jelasnya.
Ling tau hal ini bila dirinya berlawanan dengan orang di ranah saint 10 ia pasti akan mati tapi juga memberikan beberapa luka padanya mengunakan kekuatan penuh perbedaan antara keduanya terlalu jauh seperti jarak antar bintang , ling tidak mau raganya hancur sia-sia bagi orang biasa seorang raja 5 melawan saint 10 sungguh sangat mustahil tapi kemenangan ling 35%-75% .
Ling menyetujuinya "Baik aku menyetujuinya ,aku yakin orang ranah saint 10 itu tidak akan bertindak sebelum genting"
"Itu bagus , untuk ancaman kekaisaran ini akan kulakukan sendiri dan kekaisaran Tao Yang biar mata mata ,sebelumnya namaku Mo rongyu "rongyu memperkenalkan diri
Ling mengangguk paham " ,Kamu benar lebih baik aku berpihak dari pada aku nanti melawan kedua pihak ,apa ada hal lainnya lagi aku akan keluar sebentar"
"Sungguh wanita yang menarik " pangeran keluar aula menuju rapat.
Lalu menaiki atap istana ia mengunakan mata dimensi melihat jarak jauh di tanah lapang yang akan menjadi medan perang, terdapat danau yang memancarkan cahaya merah memancar keluar dari dalam danau sebuah kotak panjang kayu terkunci,ling melihat sebuah suling dari giok putih tersimpan didalamnya.
__ADS_1
"Inikah barang yang membuat orang melakukan pertumpahan darah"
"Aku memang bisa menghentikan perang ini tapi apa orang ranah saint itu juga ikut mengincar seruling ini,kalau aku tidak bisa mengalahkannya terpaksa akan mengunakan hukuman langit "
Ling terus menyapu pandangan ke semua arah luasnya jarak pandang sampai dirinya menemukan Feng yan bertarung kumpulan monster dan hewan beast.
Ling menatap langit pagi itu ia tersenyum senang .
"....Akan aku gunakan kau saat pihak tidak mundur ." ling menutup mata dimensi setelah puas melihat pemandangan melangkah pergi.
Pangeran menuju ruang rapat keadaan semua orang di sana serius terutama wajah kaisar, bawahannya, panglima dan jendral di sana .
"Kota bilah bambu memang memiliki banyak pandai besi pembuat senjata spritual untuk kekaisaran tapi lawan kita adalah orang ranah saint 10 tidak kualitas senjata saja" jelas seorang panglima.
Menyadari kedatangan pangeran jendral bertanya
"Pangeran ? apa ada kepentingan sampai dirimu masuk ke ruang rapat penting ini " tanyanya
"Aku punya pesan dari seorang " rongyu berbicara serius " Kedua belah pihak harus menghentikan perang jika tidak maka akan ada menghentikannya"
Kaisar terkejut "Jadi maksudnya ada orang yang mengancam kedua belah pihak untuk tidak melakukan penyerangan bila menyerang akan diratakan ?"
Rongyu mengangguk mantap "Benar" .
Kaisar berlanjut bertanya " Apa orang itu kaisar wilayah kenaikan dewa? "
Rongyu menggeleng " Bukan dia seorang senior ia seorang wanita,saat ini hanya kita yang di beritahu olehnya kekaisaran Tao Yang belum, karena memang dia orang ku "
Ling mengamati dari tadi di atas hanya terdiam sambil memakan apel.
"Kekaisaran Tao Yang tidak akan pernah mundur mereka punya orang ranah saint 10 tidak mungkin mereka takut" ucap seorang pejabat
Rong menjawab" Dan kita juga punya senior untuk apa takut dia juga akan bertindak malah pertama kali yang akan membawa senjata itu" jelasnya santai
Setelah kaisar mendengar itu dirinya agak senang " Baiklah selesai rapat dibubarkan " semua pejabat juga menteri pertahanan keluar termasuk pendamping kaisar.
Orang pendamping kaisar itu mengirimkan pesan lewat serangga kecil di tangannya terbang menjauh dari kekaisaran.
__ADS_1
Dalam aula kaisar dan jenderal , panglima juga pangeran keempatnya terdiam, kaisar memulai pembicaraan.
"Siapakah senior itu "
"Senior itu adalah temanku juga pacarku" perkataan rongyue membuat ling menyentil kan biji apel dari jarinya mengenai pipi ronyue hingga tergores.
"Hehehe aku hanya bercanda " kata rongyu mengangkat kepala keatas
Kaisar dan jendral menjadi terkesan mereka tidak merasakan kehadiran Ling dari tadi bahkan saat mengedarkan jaring spritual untuk merasakan keberadaan kehidupan.
Mereka nampak senang orang dibalik mereka kemampuannya tidak bisa diremehkan sangking baiknya menyembunyikan diri.
Mereka berfikir pasti senior ini sudah sepuh dan sangat kuat sudah hidup ratusan tahun di kota ini dan bersembunyi dalam ramainya orang.
Pasalnya untuk sampai ranah saint seorang jenius setidaknya butuh 700 tahun lebih untuk ke sana belum lagi menaiki tingkatannya bagai melangkah kaki sambil memikul batu raksasa.
Sang kaisar bertanya "Jendral Xu Bae apa kamu tau sosok senior itu,ranahku sudah di Raja 8 tapi tidak merasakannya "
Jendral hanya bisa menggelengkan kepalanya "Yang pasti sudah sepuh, memiliki ratusan murid dan melindungi kota bilah bambu dari dulu "jawabannya sebisa mungkin agar senior itu tidak marah.
"Mungkin dia pendahulu para raja sebelum yang mulia" ucap panglima
Suara ling terdengar dari langit langit
"Jika kalian tidak berhenti berbicara tentangku biji ini akan menembus kepala kalian "
Ketiga orang penting itu terkejut suaranya masih seorang gadis?,
Ini menghancurkan ekspetasi mereka
Ling muncul depan semua orang dengan mengenakan topeng setengah wajah dari emas pemberian rongyu untuk menutupi identitas.
"Diam "ucapnya seraya memakan habis apelnya
Ling menghampiri meja "Aku tidak suka membuang waktu , kita atur rencana besok " kata ling mengambil apel lagi di meja.
continue>>>
__ADS_1