Ultimate System

Ultimate System
Seruling Daun Tengkorak


__ADS_3

Paginya tiba ketiganya menuju gurun darah iblis,melewati jalur teraman dari serbuan binatang buas maupun bandit, semakin mendekati keberadaan gurun suasana sekitar semakin lama semakin panas oleh terik-nya matahari, setiap kubik meter dapat menguapkan air sangking panasnya, merasa letih dan pegal di langkah kakinya terasa terbakar.


Ning mulai mengalami efek dehidrasi karena kenaikan suhu yang ekstrem.


"Hoa... Panas sekali aku sangat kehausan,ini namanya penyiksaan dasar langit " protesnya sembari mengusap peluh keringat yang memenuhi wajahnya.


Yin luan nampaknya tidak merasa panas karena elemen sejatinya adalah es , dirinya terus mengaliri tubuh kecilnya dengan udara dingin untuk menekan gelombang panas yang merusak rambut merah kesayangannya menjadi agak sedikit kering dia takut akan hal itu, meski pengendalian elemen tidak sehebat milik ling.


Yin luan melirik ke arah ning"Jangan terlalu mengeluh nikmati saja ,hal seperti ini tidak terlalu panas kok"


ucapnya sambil mainkan helai rambut.


Ning menjawabnya sedikit geram "Nikmati darimana elemen sejatiku adalah tanah mana bisa mendinginkan area sekitar seperti milikmu!"


"Mengapa dirimu kesal? ini namanya keberuntungan latihan sendiri elemen es dulu sana walaupun tidak akan sehebat diriku sih " kata yin luan merendahkan.


"Bilang saja elemen sejati es milikmu itu lebih lemah dari elemen tanah milikku!"


"Justru milikmu lah yang lemah dasar siluman!"


"Kamu juga siluman!"


"Ayo kita buktikan elemen siapa yang lebih kuat dan pengendaliannya"yin luan menantang.


"Siapa takut!"


Keduanya terus aja bertengkar sampai masuk telinga ling, membuatnya jenuh.


"Ck kedua siluman ini memang merepotkan" ujarnya dalam hati.


Ling menggunakan kemampuan penguasaan elemen es untuk dibuat bola yang ditempel di atas kepala atau di cairkan untuk minum saat haus sehingga tidak kehabisan.


Ling yang tengah asyik meminum minuman dingin di tengah terik-nya terganggu oleh tingkah mereka, dirinya memutuskan untuk memberikan beberapa potong es pada ning


"Ini ning aku beri sebongkah es "ling melemparkan es .


Ning tersenyum "Terimakasih "


Ling membalasnya mengangguk.Yin luan melihat entengnya ling membuat es seperti itu pastinya penguasaan elemen sejati sudah sangat tinggi dan semakin tinggi penguasaan maka akan lebih banyak membutuhkan Qi .


"Penguasaan elemen sejati yang sangat hebat aku saja hanya bisa merasakan energi dari pengendalian penguasaan elemen sejatiku ,sebenarnya siapa Ling penguasaan yang sangat hebat apa mungkin dia orang yang sudah melampaui Ranah nirwana? atau ranah saint yang sangat hebat dan dikagumi di wilayah kenaikan Dewa?" yin luan terus bertanya-tanya siapakah sebenarnya sosok ling.


Ling menambahi"Kalian ini baru tadi tidak bisa diam terus saja berkelahi seperti anak kecil".

__ADS_1


"Bukan urusanmu!" serentak keduanya


Ling memasang ekspresi datar"Abaikan saja aku "


Saat asik meminum air,ling membalikkan badan menghadap keduanya berekspresi serius.


"Aku ingin bertanya"mengalihkan pandangannya pada gurun.


Ning yang menyadari keseriusan ling bertanya"Ada apa ling kenapa mukamu terlihat serius"


"Iya ada apa ling"timpa yin luan.


Ling menatap sekitarnya"Aku tidak tau harus di mana buang air kecil di tempat seluas ini"ucapnya serius


Pernyataan ling membuat keduanya ingin memukul habis sampai tak tersisa,tapi mereka mengurungkan niatnya karena tidak mau menyakiti orang yang telah banyak membantu mereka dalam hal kultivasi maupun kehidupan ini.


"Sabarlah Ning"ning berusaha menenangkan dirinya.


"Tunggu di sini ya"Ling mencari tempat yang cocok.


"Cepatlah!" seru Ning pada ling


15 menit kemudian...


Setelah selesai menangani masalahnya,ling mencoba kemampuan mata dimensi untuk mencari sesuatu di luasnya padang gurun ini lewat retakkan di atas langit,dengan jarak jangkauan yang sangat jauh akhirnya mendapatkan hasil menemukan sebuah lembah yang didalamnya terdapat sebuah jurang , anehnya di tepi jurang malah banyak ditumbuhi tanaman .


"Apakah itu juraang yang dimaksud?"ingin mencoba memastikannya .


Ling menatap keduanya menunjukkan arah.


"Ikuti aku"Ling melengang pergi secepatnya.


Tak berselang lama ketiganya tiba di tepi jurang ling dapat melihat jelas ada sebuah tangga yang menuju ke bawah sana tersamarkan oleh ilusi batu yang tidak bisa dilihat orang lain selain dirinya.


Ling juga merasakan kehadiran monster besar di bawah sana ia berniat untukmu habisnya diatas saat ini juga karena di bawah maka akan kesulitan.


Entah dia seekor siluman atau monster yang sudah berevolusi menjadi kuat.


Ning sempat ragu oleh lokasi"Jurang ini dalam sekali bagaimana kita menuju ke bawah sana? apa kita tidak salah jalan?"


Ling mengerutkan keningnya"kita sudah dikepung ya"


Keduanya heran oleh perkataan ling.

__ADS_1


Ling mengeluarkan sebuah seruling merah dari inventorynya dilihatkan pada ning dan yin luan merasakan hawa kehadiran kekuatan mengerikan dari senjata tingkat kuno menengah itu menekannya, namun tidak ada reaksi saat dipegang ling dengan tenang tanpa ada tekanan sedikitpun.


Ning bertanya"Apa ada yang bahaya ling?!"keduanya bersiap menyerang juga mengambil ancang-ancang.


"Kita akan mengadakan pertunjukan tarian yang disertai hujan" Ling tersenyum lebar


Ketiganya sudah bersiap untuk menyerang,ling mendekatkan seruling itu ke bibirnya bersiap untuk bermain nada pencabut nyawa.


"Hei nona kecil selain kita bertiga semuanya di sini harus mati..."


Seruling itu bergetar seolah tau ucapnya.


Ling menempelkan bibirnya di seruling saat itu juga Qi dan energi kehidupan miliknya terhisap kedalamnya,aura kehijauan menyelimuti di seluruh seruling membuat siapapun merasa nyaman di balik kematian yang akan diterima


Ribuan kelabang-kelabang raksasa dari dalam pasir keluar secara paksaan saat mendengar bunyi dari suara kematian ,mata mereka langsung berdarah dan tulang-tulang para monster terkikis dari dalamnya menghancurkan setiap urat yang melekat,darah mulai menyembur dari sisik-sisik ibarat hujan di gurun yang gersang terbentuk genangan darah.


Nada yang indah dari ibarat suara kematian baginya,ling tak mengehentikan sampai semuanya mati tidak tersisa


Raungan dari mereka menyebabkan pasir di sekitarnya bertebaran, kekuatan mereka sendiri kebanyakan berada di ranah kaisar 3-5, Ning dan yin luan takjub melihat itu terlalu banyak kejutan yang telah mereka saksikan dari seorang anak manusia biasa .


Di dalam benaknya bertanya tanya tentang asal usul dari orang yang di temui-nya ini.


Yun luan terus mengamati setiap gerik permainan seruling"Benar benar manusia menarik'' gumamnya


Ling menghentikan permainan musiknya "Selesai,terimakasih mendengarkan"


Setelah pembasmian hama di gurun iblis selesai kembali seperti semula dan mayat-mayat di bakar ling supaya tidak menyebarkan penyakit.


"Ayo kita turun kebawah sana"ling melangkah duluan.


Ning menjadi ragu "Tapi kita belum bisa terbang dan jurang ini sangat curam,apa di sana letak air tak tersentuh"


Ling sudah menduganya "Jangan terlalu percaya pada apa yang kau lihat, terkadang mata bisa menipu kenyataan dari sudut lain"


Yin luan dan Ning hanya bisa mempercayai keadaan , ketiganya memasuki dasar jurang .


CONTINUE>>>


Ane agak sibuk akhir-akhir ini ,gw usahain up tiap hari,


like and vote ok jangan di baca doang.


ada yg mau odading mank:v

__ADS_1


__ADS_2