
Asosiasi tinta emas adalah asosiasi yang bergerak dalam bidang ekonomi kekaisaran benua yuenjin selatan mereka berperan besar dalam distrik pengembangan pusat kota pemerintahan, mereka juga merekrut para pendekar kuat dari berbagai sekte-sekte besar di sekitarnya,keamanan mereka juga dijamin oleh keluarga kerajaan, hanya sedikit orang yang dapat berhubungan dengan mereka kebanyakan dari keluarga bangsawan dan keluarga berpengaruh lainnya,ada hal paling menariknya adalah pemimpin dari organisasi itu secara diam-diam tidak pernah menampakan wajahnya kepada publik bahkan saat dirinya memerintahkan bawahannya untuk melakukan sesuatu harus secara rahasia tidak boleh terbuka,menurut rumor yang beredar pemimpinnya mempunyai wajah yang cacat tapi ada juga yang mengatakan pemimpin yang seorang yang sangat tampan hingga harus menutupi wajahnya itu. semenjak asosiasi itu berdiri secara misterius selama 1 tahun menjadi perkembangan sangat pesat,puluhan gulir rumor terus berputar di masyarakat.
Ling tentunya heran akan hal itu "Untuk apa mereka mencari bekerja sama denganku, aku tidak pernah berhubungan dengan mereka tidak pernah saling menguntungkan secara langsung baik anggota atau pemimpinnya"
Ling tentunya tidak mau dirinya terikat pada suatu organisasi tertentu itu menyebabkan dirinya tidak merasa bebas hal yang paling merepotkan yang lagi jika dia nantinya akan memperoleh jabatan tinggi di organisasi itu malahan akan semakin merepotkannya .
Rong meng menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keadaan aman agar informasi disampaikan secara rahasia kepada ling "Tidak ada tujuan tertentu dari mereka organisasi itu sendiri adalah organisasi mata-mata kerajaan kami yang disembunyikan secara rahasia agar tidak diketahui publik ,tapi kinerja mereka juga lewat perputaran ekonomi disebut kaisaran ini"jelasnya Rong Meng.
Ling merenung sejenak"Apa mereka membutuhkan kekuatan ku atau semacamnya tapi biar ku jelaskan, aku tidak bisa terikat oleh sesuatu baik itu organisasi mana aku akan berbicara menemui pemimpin mereka, terima kasih atas infonya kaisar Rong Meng"ling berdiri .
Raut wajah kaisar Rong meng sedikit sedih "Baiklah aku mengerti senior jika anda menolaknya saya bisa mengirimkan orang untuk berbicara kepada wakil asosiasi mereka, anda tidak perlu berbicara langsung"saranya diberikan untuk tidak merepotkan.
Ling tersenyum tipis "Jadi kalau begitu Terima kasih sudah membantuku,aku akan pergi untuk memesan beberapa minuman dan makanan malam yang dingin membuatku cepat lapar"
Kaisar Rong Meng membalasnya seraya tersenyum "Malam ini cukup dingin pakailah pakaian yang cukup tebal untuk menjaga kesehatan anda"
"Tentu" ling tetap menggunakan pakaian biasanya cuma menambahi hiasan bulu putih melingkar di bahunya sampai dadanya.
Ling berdiri beranjak pergi meninggalkan ruang pertemuan.
Kaisar Rong Meng menatap ling pergi menjauh " Wajah dari senior masih sangat muda ternyata dan nampaknya senior ling adalah orang yang sangat berhati-hati, jika pangeran rongyu berhasil memikatnya jatuh cinta mungkin kaisar tua ini sangat bahagia tapi dirinya adalah wanita yang dingin ,teruslah menghayal rong Meng teruslah menghayal hahaha "kaisar Rong Meng juga meninggalkan tempat itu bersama pengawalnya.
***
Danze menatap kakek tua di pinggir jalan itu raut wajahnya benar-benar keriput ,bajunya juga terlihat tidak terawat penuh dengan sobekan dan lusuh,setelah mengamati cukup lama Danze berkata.
"Hei tua bangka siapa dirimu dan kenapa dirimu tau Ling Wei adalah tuanku?" nadanya sedikit emosi
__ADS_1
"Aku hanyalah petapa kecil yang kebetulan lewat hehehe" balesnya tertawa kecil
Danze tersulut emosinya"Ayolah aku sedang serius !"
kakek tua itu berkata dengan nada pelan"Jangan terburu-buru anak muda waktu masih panjang"
"Kau ingin kuhajar ya cepat katakan siapa dirimu!" emosinya semakin meluap.
kakek tua itu mengambil sebuah batu "Batu ini sangat bagus apa kau ingin membelinya?"
Danze ingin meledak "Kau malah menawarkan sebongkah batu!"
Danze yang terbakar api emosi langsung mencekiknya sampai terbatuk-batuk "Mati sana!"
"T-u...ungu A-kan kujawab"wajahnya mulai membiru
"Baiklah anak muda aku akan mengatakannya ,aku sebenarnya adalah teman dekat dari kakek tuanmu,sudah itu saja oh ya aku mau batu ini?"kakek itu menyodorkan kembali batu itu
Danze menjadi bingung dari mana orangtua ini tahu bahwa ling adalah tuanya apakah dia adalah musuh yang menyamar atau bawahan dulu ketika tuanya hidup, saat mengetahui info tuanya memiliki kakek ia semangat.
Danze melebarkan matanya" Apa kamu adalah teman dari kakek tuanku,siapa namanya,berapa umurnya, apa ciri fisiknya, sebenarnya dirimu ini siapa, kamu tahu di mana tempat tinggalnya?" pertanyaan beruntun dari Danze membuat kakek itu bingung
"waduh anak muda jangan terlalu bersemangat, biar aku tunjukkan sesuatu padamu berikan ini kepada seseorang nantinya yang bersama tuan mu" kakek tua itu memberikan batu orange seukuran sekecil kacang kepada Danze.
"kakek tua apa ini" tanyanya sambil menatapi batu kecil itu
"Batu ini adalah pecahan terakhir dari sebuah kunci membuka mata air tak tersentuh oleh kenyataan di gurun darah iblis " jawab sang kakek berwajah serius.
__ADS_1
Danze menjadi bingung oleh perkataannya melanjutkan pembicaraan tentang kakeknya ling.
"Sudah cukup aku ingin tau saja tentang kakeknya" ucapnya menahan emosi
si Kakek menarik nafasnya untuk memulai berbicara "Pergilah ke utara dan tanyakan tentang letak tinggal keluarga ling dirimu pasti menemukannya"
Tanpa pikir panjang Danze pergi ke arah yang dituju meninggalkan kakek yang masih misterius identitasnya, si kakek hanya tersenyum "Awal dari sebuah akhir segera menghampiri mahluk immortal,para leluhur dewa "sang kakek tiba-tiba memudar menyatu dengan udara tanpa ada yang menyadari.
Setelah Danze sampai dia menanyakan tentang lokasinya dan berhasil mendapatkan info letaknya tak lama dia menghampiri kediaman keluarga Ling itu sudah kosong hanya ada perawat kebun dan orang-orang yang mencuri barang-barang di sana.
"kediaman ini sudah hancur siapa yang menghancurkannya"gumamya sambil langkah di setiap pinggir bangunan.
Merasa dirinya tidak menemukan sebuah jawaban yang pastinya dia berniat bertanya kepada semua orang yang ada di sana tapi semua orang di sana hanya menjawabnya tidak tahu karena keluarga ini sudah dihancurkan oleh seseorang anak muda karena pembalasan ,Danze yakin bahwa yang menghancurkan nya adalah ling.
Danze memasuki sebuah ruangan berisi kamar terdapat lukisan satu keluarga bersama dengan wajah tua di belakang seorang yang anak muda tidak lain adalah ling.
Danze menelaah semua sudut ruangan ia menemukan sebuah catatan usang disebuah atas rak buku di samping lukisan.
"Catatan apa ini " mengambil catatan itu
Danze membaca setiap detail catatan yang ada dan menemukan catatan tentang kakek ling adalah seorang kaisar di suatu wilayah yang besar tidak dijelaskan di mana wilayah itu karena catatannya sudah termakan rayap di bagian itu.
"Aku tidak menemukan apapun disini sia-sia saja aku disini "dan dia berjalan keluar tapi dirinya menemukan kilauan di balik lukisan, ia menghampirinya dan mengambil benda berkilau itu.
"Plakat apa ini milik siapa, tunggu dulu bukankah ini plakat jendral pasukan kaum setengah dewa! " Danze terkejut karena menemukan benda milik seorang jenderal dari satu satunya kerajaan di alam half God.
continue>>>
__ADS_1