
Amara menatap buku yang baru saja ia beli di salah satu toko buku terkenal di kota nya , harga nya cukup mahal, dan hanya demi buku itu sejak jam lima pagi ia sudah harus mengantri , ia mendengus kesal karena ternyata buku yang lama lama ia tunggu , dan di sanjung dengan buku yang memiliki banyak keajaiban ternyata hanyalah sebuah buku yang cukup membosan kan ,
ia berjalan meninggal kan bangku yang tadi ia duduki , Amara menelusuri trotoar yang ramai dengan para pejalan kaki, tanaman tanaman hias sebagai penambah keindahan jalan , bangku bangku yang di tata sedemikian rupa agar membuat nyaman dan cantik, para pesepeda yang menikmati pemandangan sore juga menambah ramai jalan,
untuk di jam jam tertentu jalan ini tidok boleh di lewati oleh sepeda motor dan mobil , biasa nya orang orang yang datang dengan sepeda motor dan mobil akan memarkir kan nya di tempat parkiran yang sudah di sedia kan
sungguh pemandangan yang indah tak hayal, kalau jalan ini sering jadi spot foto
Amara menatap sekeliling menikmati semua pemandangan yang tersaji
namun..... ia menatap seorang gadis yang sedang kesusahan untuk menyebrang jalan
Amara menghampiri gadis itu , sebenar nya banyak yang sedang mengerang hanya saja gadis itu selalulah telat , seperti seseorang yang baru belajar menyebrang
" maaf kak apakah boleh saya bantu menyebrang?" tawar Amara
" oh tentu saja boleh" jawab gadis itu
Amara pun menyuruh gadis itu untuk memegang tangan Amara agar gadis itu tidak telat lagi
saat sudah selesai menyebrang gadis itu tersenyum manis pada Amara
" Terima kasih" ucap gadis itu
" sama sama" jawab Amara akan melangkah pergi
" maaf, aku ingin memberi sesuatu " ucap gadis itu
Amara pun berbalik dan menatap gadis yang tadi telah ia bantu, gadis itu sudah memegang buku bersampul merah tua, yang entah dari mana asal nya
yang pasti bukan dari kantong nya , karena dia tidak membawa apa apa sebelum nya, gadis itu juga memakai gaun bukan baju yang bisa menyimpan buku merah itu
" simpan lah, seperti nya kamu suka membaca buku " ucap gadis bergaun pink itu sambil menyodor kan buku bersampul merah tersebut
Amara pun mengambil buku itu dari genggaman gadis bergaun pink itu
" terimakasih, yasudah saya duluan , good bye" pamit Amara seraya meninggal kan gadis bergaun pink yang masih berdiri di tempat nya
saat Amara sudah menjauh dari gadis itu, perlahan gadis itu pun menghilang
Amara memberi kan buku yang baru saja ia beli ke orang penjual buku rosok, dan ia melangkah pergi lagi menuju ke parkiran, dia masuk ke dalam mobil nya menaruh buku merah tua di samping nya, dia laju kan mobil nya ke rumah nya
_______
__ADS_1
Amara berjalan keluar dari kamar mandi yang berada di dalam kamar nya , dia mengusap rambut nya yang masih basah dengan handuk, mata nya langsung teralih kan dengan buku bersampul merah yang ia taruh di atas meja kerja nya
dia membuang handuk nya ke atas kasur nya dan berjalan menuju ke meja kerja nya, dia menarik kursi putar nya dan duduk di atas nya
Amara mengamati buku yang baru saja ia dapat tadi , buku nya cukup aneh karena tidak ada judul nya, dan juga kertas nya masih kertas coklat kuno, di dalam nya tidak ada tulisan apa apa, alias kosong Amara pun menutup buku itu dia beralih meraih handpone nya
namun pandangan nya teralih kan lagi pada buku merah nya , buku nya bersinar kemerahan , Amara pun meraih nya dengan segala keberanian nya
buku yang sebelum nya tanpa judul sekarang sudah ada judul nya ' Unreal Word '
Amara mengkerut kan kening nya , dia buka di halaman pertama ada tulisan nya, ini seperti cerita dunia fantasi
dia baca setiap kalimat yang tersaji, namun di saat halaman ke 100 sudah tidak ada cerita lagi , Amara mendengus kesal, seperti nya hari ini ia benar benar sial
namun tiba tiba cahaya merah itu muncul lagi namun kali ini lebih terang , membuat silau mata Amara
_____
dia terbangun , Amara menatap sekeliling nya , dia merasa aneh dengan semua ini, Amara berusaha duduk dari dari tidur nya dia terpaku,
bukan kah ini kamar nya Amara Elora, dia menatap pakaian nya dia menggunakan gaun berwarna biru tua
Amara berusaha turun dari atas kasur yang sungguh luas
Ami berjalan menuju ke pintu kayu yang memiliki ukiran ukiran indah, kalau tidak salah itu adalah pintu keluar dari kamar ini
Amara memegang gagang pintu yang berwarna emas
cekelek
pintu pun terbuka, Amara menatap gadis yang berdiri di depan kamar nya
" apakah nona sudah sadar?" tanya gadis itu terlihat sangat senang
Amara mengkerut kan kening nya sebentar, lalu mengangguk lemah
" lebih baik sekarang nona istirahat dulu ucap gadis itu
gadis itu pun menuntun Amara untuk tidur di atas kasur
" nona harus banyak istirahat kata tabib , nona Amara tidak boleh kecapekan " ujar gadis itu sambil menarik selimut nuntuk menutupi tubuh Amara
Amara berusaha bangkit dari tidur nya dan terduduk di atas kasur
__ADS_1
kalau tidak salah ini adalah Aurola pelayan pribadi Amara
" Aurola " ujar Amara lirih bahkan lebih di bilang berbisik
" iya nona" jawab Aurola dengan mata berbinar binar
" kamu kenapa terlihat senang sekali?" tanya Amara
" itu karena nona memanggil nama asli saya " jawab Aurola
Amara mengkerut kan kening nya lagi seperti sedang mengingat ngingat sesuatu
hm ..... Amara asli memang selalu memanggil Aurola dengan sebutan ' pelayan ' saja
, sungguh tidak sopan Amara yang asli
" apakah nona sedang memikir kan sesuatu?" tanya Aurola yang melihat Nona nya sedang mengkerut kan kening nya
" oh tidak , apakah kamu mendengar kan cerita?" tanya Amara
" apakah nona akan bercerita untuk saya?" tanya Aurola memasti kan
" iya " jawab Amara sambil mengangguk angguk pelan
" tentu saja nona" jawab Aurola dengan antusias
" duduk sini" perintah Amara
Aurola pun mengikuti perintah dari nona nya yang berubah setelah tak sadar kan diri
" apakah kamu percaya tentang keajaiban?" tanya Amara
" tentu saja nona , bukan kah di negeri ini semua bersangkutan dengan ke ajaib an " jawab Aurola
Amara menganggu kan kepala nya lagi
" sebenar nya aku ingin cerita, namun tiba tiba aku ingin mengetes kamu sebagai pelayan pribadi ku" ucap Amara , yang sebenar nya ingin mengetahui detail kisah tentang Amara Elora yang asli
" tentu saja nona " jawab Aurola yang sudah memasang muka serius nya
" kamu ingat kenapa saya sampai tidak sadar kan diri ?" tanya Amara , karena di cerita kurang membasah tentang Amara
" semua juga kurang tahu nona , sebelum nya nona ditemukan tidak sadar kan diri di bukit wizen, nona di temu lan sudah tidak bernafas , namun saat beberapa jam saat nona akan di bawa pulang nona sudah bernafas lagi" jawab Aurola
__ADS_1
" siapa yang menemukan aku pertama kali?" tanya Amara
" nona Melian Elora " jawab Aurola