
" siapa yang menemu kan aku pertama kali?" tanya Amara
" nona Melian Elora" jawab Aurola
tok
tok
tok
Amara dan Aurola menatap pintu yang di ketuk
klek
seorang pria dengan rambut hitam nya berdiri di ambang pintu
" kamu sudah baikan?" tanya pria itu
Amara mengangguk pelan , oh iya kalau tidak salah pria ini adalah Rigel Elora, kakak Ter tua di keluarga Elora
laki laki itu mengayun kan kaki nya melangkah menuju ke kasur Amara , Aurola pun melangkah pergi ke sudut ruangan tempat dia biasa di saat dia harus berdiri,
" apakah kamu ingat ,bagaimana kamu bisa pingsan di bukit wizen?" tanya Rigel, dengan senyum hangat yang merengkah di bibir nya
" aku tidak ingat kak" jawab Amara
bukan nya tidak ingat lebih tepat , aku tidak tahu apa apa,
Rigel tersenyum hangat sambil mengusap rambut Amara lembut, mata nya terlihat sendu , seperti ingin menangis
" apa ada yang salah dengan ucapan ku kak?" tanya Amara
" seperti nya kamu setelah pingsang mengalami perubahan sifat" jawab Rigel
Amara hanya tersenyum menanggapi perkataan kakak nya ini ,
Memang Amara Elora memanggil kakak nya ini dengan sebutan apa ? , atau jangan jangan.......
plak
" jangan banyak melamun" peringat Rigel
Amara hanya mengangguk kan kepala nya
Rigel mengusap pipi Amara lembut
"kakak tinggal dulu nya" pamit Rigel seraya meninggal kan Amara yang masih terdiam dalam lamunan nya
__ADS_1
" nona" panggil Aurola lirih berusaha memudar kan lamunan nona nya
" iya" jawab Amara terperajat
" nona air hangat nya sudah jadi " ucap Aurola
Amara pun menganggu kan kepala nya pelan dan berusaha turun dari atas kasur nya
Amara sudah selesai mandi dan sekarang sedang membenahi rambut nya , agar tertata rapi, sebenar nya tadi Aurola memaksa untuk mendadani Amara , namun itu di tolak oleh Amara dengan segala ancaman nya
Amara menatap cermin , dia menatap diri nya sendiri, jujur saja dia benar benar terpukau dengan kecantikan nya sendiri , kulit putih cerah, hidung mancung , mata lebar seperti Berbie , bibir kecil yang terlihat berwarna pink segar, rambut berwarna emas ,yang makin indah saat di tata rapi oleh Aurola, dan tubuh yang sangat indah
dia benar benar terpukau dengan penampilan nya sendiri
setelah di tata sedemikian rupa Amara menatap Aurola, dia ingin berjalan jalan agar bisa beradaptasi di dunia ini
" Aurola , aku ingin keluar" ujar Amara
" nona harus banyak istirahat dulu , namun apabila nona benar ingin keluar mungkin saya bisa menemani nona berjalan jalan di sekitar rumah " jawab Aurola
" baik lah tapi aku ingin bertemu dengan Melian dulu" ujar Amara
wajah Aurola terlihat kaget dengan apa yang di kata kan oleh nona nya ini, nona nya benar benar berubah setelah mati sebentar
yah ... itu semua karena Amara tidak pernah memperhatikan Melian, bah kan sejak kecil Amara terlihat tidak suka dengan Melian, mereka hanya berbicara penting nya saja
Amara pun berdiri dari bangku dandan nya dia berjalan keluar dari kamar nya dan di ikuti Aurola di belakang nya
Amara berjalan sesuai insting saja , namun saat dia akan melangkah kan kaki nya lagi dia merasa jalan yang dia pilih salah
Amara menatap Aurola yang berada di belakang nya
" lebih baik kamu jalan dulu saja, seperti aku masih sedikit pusing akibat kejadian di bukit wizen" ujar Amara asal
bukan apa apa , itu hanya akal akal Amara yang sebenar nya dia tidak tahu apa apa di dunia ini, hm ... bukan tidak tahu apa apa , hanya sedikit tidak tahu seperti orang linglung
Aurola pun mengangguk dia berbalik arah ke arah kanan kamar Amara ,ya... berarti benar kalau insting Amara salah ,karena awal nya Amara melangkah ke sisi kiri dari kamar nya
Amara mengikuti Aurola yang berjalan di depan nya , lorong semakin panjang dan semakin gelap
kalau tiba tiba ada hantu gimana, atau jangan jangan yang di depan ku ini sudah bukan orang, terus Aurola yang asli di ambil sama hantu nya , terus nanti kalau sudah semakin. sepi aku di cekik -_-
Amara yang masih berbaur dengan lamunan nya menabrak punggung Aurola yang sudah berhenti
" aduh" rengek Amara pelan
" maaf nona" ujar Aurola yang langsung berpindah ke belakang Amara
__ADS_1
" ini nona, sekarang nona Melian sedang di kurung di dalam " jelas Aurola
Amara menatap Aurola bingung
" kenapa di kurung, memang hewan peliharaan ?" tanya Amara
" bukan gitu nona , nona Melian di tetap kan sebagai tersangka , karena telah membunuh nona saat di bukit wizen " jawab Aurola
Amara pun mengangguk angguk kan kepala nya pelan
" dengan alasan apa ?" tanya Amara
" karena nona Melian benci dengan nona Amara , dan yang ada di tempat kejadian hanya ada nona Melian " jelas Aurola
" cuma gara gara itu?" tanya amara gi Memasti kan
" iya nona " jawab aurola
sebenar nya Aurola dari nona nya ini bangun dia kaget atas perubahan sikap nona nya ini , nona nya yang tidak pernah peduli dengan Adek nya ini tiba tiba dia sangat peduli ,bahkan mau menghampiri Adek nya yang sedang di kurung , dan tadi dia juga memanggil tuan Rigel dengan sebutan kak, padahal biasa nya dia langsung memanggil pakai nama nya , bukan hanya itu, biasa nya nona nya ini selalu bersikap angkuh, dan sombong namun tadi malah mengajak aku yang hanya sebagai pelayan pribadi mengobrol
" Aurola lagi ngelamun apa an sih?" tanya amara
aurola pun tersadar dari lamunan nya karena teriakan dari nona nya
wah , sungguh keajaiban yang luar biasa, saat aku melamun dia tidak menghukum dan mencubit ku
" aurola " panggil amara lagi, pasal nya Aurola berkali kali melamun
" iya nona " jawab aurola
" aku minta tolong bukain pintu nya " titah Amara
" baik nona " aurola pun melangkah maju membuka kan pintu kamar.... bukan kamar tempat hukuman ..... Melian
yang pertama kali Amara lihat adalah ruangan serba putih, dan sangat bersih di dalam nya ada kursi kayu berwarna putih dan kasur yang tidak terlalu besar berwarna putih dan juga peralatan kebersihan, Amara menatap Melian yang sedang duduk sambil menatap nya tajam
" APAKAH KAMU KURANG PUAS MENYIKSA KU AMARA " teriak Melian sepontan Amara menutup telinga nya karena teriak kan Melian , setelah Melian berteriak ada 2 orang prajurit datang ke arah kamar Melian
" maaf nona Amara , anda tidak bisa bertemu dengan nona Melian dulu" ujar salah satu prajurit
" kenapa nggak , aku cuma mau menyapa , menanya kan kabar nya , dan berbincang sebentar dengan adik ku , kenapa tidak boleh?" tanya Amara
" maaf nona , namun nona Melian harus di kurung terlebih dahulu " jawab prajurit yang satu nya
" pokok nya aku ingin ketemu dengan adik ku , apabila kalian meragu kan keselamatan ku kenapa kalian tidak ikut masuk saja" ujar mara dan menyelonong masuk di ikuti oleh Aurola
ke dua prajurit itu saling bertatapan dan mengikuti Amara dan Aurola masuk
__ADS_1