USTADZ TAMPAN SUAMI IDAMAN

USTADZ TAMPAN SUAMI IDAMAN
USTADZ TAMPAN SUAMI IDAMAN


__ADS_3

BAB 13 MAKAN BERSAMA


Habib, Azkiya Umi dan Abi makan bersama dirumah nya melihat keluarga nya yang begitu lengkap dan harmonis setelah makan malam bersama mereka sudah bersiap - siap untuk tidur karena hari sudah malam.


" Mi, Bi, Abib udah selesai makan nih dan Abib izin yah buat masuk ke kamar untuk istirahat good night Mi, Bi, selamat malam ." ucap Habib kepada seluruh anggota keluarga nya.


" ia Bib silahkan istirahat karena hari sudah malam ." jawab Umi dan Abi nya serentak.


Habib pun segera masuk ke kamar untuk istirahat karena hari sudah larut malam setelah masuk ke kamar ia tertidur dengan sangat terlelap.


" Bib bangun ini udah jam 03.00 wib waktunya kita untuk melaksanakan sholat tahajjud secara bersama ." panggil Umi nya terhadap Habib .


" ia mi maafin Abib yah kalau telat bangun nya oke Mi Abib akan segera cepat-cepat buat mandi ambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajjud secara bersama ."


Habib pun bergegas dan cepat - cepat untuk masuk ke WC buat mandi dan ambil air wudhu setelah sholat tahajjud sampai tiba di waktu pagi Habib sudah tidak tidur lagi.


" Mi, Bi, hari ini sudah pagi dan Abib juga udah selesai makan sekarang Abib mau pergi ke sekolah dulu yah Mi, Bi, ."


" ia Bib hati - hati dijalan yah bawa motornya jangan ngebut nanti jatuh ."


" ia siap Mi oke Abib akan hati - hati ."


Habib pun segera pergi ke sekolah membawa motor dengan kecepatan yang paling kecil karena ia tidak ingin membuat Umi dan Abi nya khawatir dan Habib pun selamat sampai ke tujuan.


“ Bib kamu baru sampai yah kok kamu datang nya siang sekali yah .” tanya Ahmad kepada Habib.


“ ia Mad karena keselematan itu hal yang utama nggak papa telat sampai nya yang paling penting kita sampai ke tujuan dengan keadaan selamat ." nasehat Habib kepada Ahmad.


dan mereka semua pun sudah masuk ke kelas nya masing - masing karena lonceng nya sudah berbunyi.

__ADS_1


" hari ini kita akan belajar mata pelajaran biologi yah silahkan kalian keluarkan buku nya masing - masing yah ." ucap Pak Ridho.


dan anak - anak pun satu persatu sudah mengeluarkan buku biologi nya dan mencatat semua materi yang disampaikan oleh pak Ridho.


" anak - anak jangan lupa belajar yah karena senin depan kita udah mau ujian kenaikan kelas bapak harap kalian persiapkan dari sekarang yah ." pengumuman dari pak Ridho untuk anak kelas 11 SMA.


" ia pak terimakasih atas info nya kita akan mulai belajar dari sekarang untuk persiapan minggu depan nanti ."


dan anak - anak pun sudah mempersiapkan belajar dari sekarang untuk menghadapi ujian yang akan mendatang.


“ Bib gimana kalau kita membuat kelompok dan belajar dari sekarang yok .” saran Ahmad terhadap Habib agar mereka semua mempunyai kesiapan untuk belajar menghadapi ujian yang akan mendatang.


“ wah saya setuju sekali Mad sama keputusan nya kamu itu ide yang bagus .”


mereka pun membentuk kelompok agar bisa belajar bersama untuk menghadapi soal -soal ujian pada waktu yang akan mendatang.


“ ia kita semua setuju sekali Bib sama keputusan nya kamu apalagikan kamu siswa yang pintar dan berprestasi di sekolah ini .” puji teman nya terhadap Habib.


“ hm nggak kok saya biasa aja yang terpenting ketika ujian nanti kita harus tetap belajar cuman itu kuncinya dan jangan lupa berdoa sama allah ."


mereka semua sudah belajar dari sekarang untuk ujian pada hari senin depan sehingga mereka semua sudah siap untuk menghadapi soal - soal ujian nanti nya dan jam pun sudah menunjukkan pukul 13.00 waktu nya mereka pulang.


" hore ... hore ... hore ... hore .... hore waktunya kita pulang ." teriak Ahmad di dalam kelas .


" ih gila yah ini anak di kelas kok malah teriak - teriak gak jelas ." hina Nadhif terhadap Ahmad yang sangat berisik sekali suaranya.


semua orang pada aneh melihat Ahmad yang suka teriak sendiri disaat jam sekolah udah mau habis.


" kamu kenapa teriak - teriak gak jelas Mad dasar orang aneh ." ejek Tasya kepada Ahmad yang suka teriak - teriak gak jelas.

__ADS_1


“ saya nggak papa kok jadi kalian jangan mengatain saya orang aneh dan gila ya saya tidak suka ." kata Ahmad terhadap Tasya dan Nadhif.


banyak orang yang mengira ada hal yang aneh sedang menimpa Ahmad mereka semua pada soudzon dan berprasangka buruk terhadap Ahmad .


“ ia maafin saya ya yang suka teriak - teriak gak jelas sebenarnya nggak ada apa - apa kok sama saya .” tegas Ahmad kepada semua teman - teman nya.


“ ia lain kali jangan seperti itu lagi ya mad.” ucap semua teman - teman nya terhadap Ahmad.


sebagian orang ada yang percaya sama Ahmad dan yang sebagian juga ada yang tidak percaya terhadap Ahmad.


" kamu kenapa Mad kok bisa seperti ini dan kenapa juga kamu bisa teriak - teriak seperti itu ."


" saya nggak papa kok Bib jadi kamu tenang aja yah ."


Habib pun merasakan ada hal aneh yang terjadi pada dirinya Ahmad sehingga membuat ia teriak seperti orang yang kerasukan mereka pun pulang ke rumahnya masing - masing .


“ Bib kamu kenapa bengong seperti itu ada hal apa yang sedang kamu pikirkan Nak .” tanya Abi Pahri kepada Ahmad .


“ Abib ngak papa kok Bi mungkin cuman kurang enak badan aja .”


“ what emang nya kamu sakit apa Bib apakah kamu sudah periksa ke dokter untuk mengecek keadaan kamu .” perintah Abi Pahri terhadap Habib agar ia bisa langsung cepat pergi ke dokter untuk mengecek keadaan nya apakah sakit atau tidak.


Habib pun segera pergi menuju ke rumah sakit untuk mengecek keadaan nya karena ia tidak mau membuat keluarga nya pada khawatir ketika sampai di rumah sakit Habib nya malah pingsan dan di tabrak oleh sebuah motor.


" kamu kenapa Nak kok bisa pingsan disini dan kayak nya juga kamu kena tabrak oleh pengendara motor yang tidak bertanggung jawab ." tuduh Pak Rizky.


" tolong ... tolong ... tolong ... tolong .... tolong dok kasih perawatan yang terbaik buat dia yah ." perintah Pak Rizky kepada Dokter yang akan memeriksa keadaan nya Habib.


Pak Rizky pun menunggu Habib di ruang UGD karena ia belum sadarkan diri sampai sekarang dan Pak Rizky pun juga bingung harus gimana karena ia tidak mempunyai nomor keluarga nya Habib dan Pak Rizky pun mencoba buat menghubungi anak nya yang bernama Zerina.

__ADS_1


__ADS_2