
Val yang baru sampai rumah pun buru buru kembali lagi.
Dia membawa mobil kakeknya
"halo opa? Val pinjam mobil nya sebentar ya? ok siap!" Val mematikan panggilan
Val melajukan mobilnya .
Di sisi lain
"Jonathan!" panggil Nina
"iya sayang, kenapa?" balas Atha
Nina tiba tiba mencium Atha
"emph...mph.."
Atha membalas ciuman Nina .
ciuman tersebut mengarah lebih dalam
"emph...mph...mph..."
Atha menelusuri leher jenjang Nina
"ah.."
Satu kata keluar dari mulut Nina yang membuat Atha semakin tak terkendali
Val yang sampai mendengar suara desahan dari kamar belakang pun langsung kesana.
Saat Val membuka pintu kamar dia sangat terkejut dan tidak percaya apa yang dia lihat.
Val meneteskan air matanya , Atha yang melihat nya langsung melepas Nina.
Val yang tidak tahan melihatnya langsung lari keluar , dia menangis sejadi jadinya
Hancur sudah kepercayaan nya terhadap Atha .
Hatinya hancur berkeping keping bagai di sambar petir .
Dia lari membawa mobilnya
__ADS_1
"Tuhan, apa ini semua? aku lelah Tuhan. " dia menangis
mobil melaju sangat cepat . Val tidak menyadari di depan nya ada sebuah truk ,
BRAKKK......
Atha yang melihat Val langsung melepas Nina
"damn it! " umpatnya
"dasar pengganggu, kenapa dia ada di mana mana sih!"
Nina yang melihat Atha marah marah langsung menenangkan nya
"udah gak papa, mungkin hanya kebetulan .
coba kita tanya pada Vara dulu yuk buat memastikan nya"
" tapi aku belum dapat jatah sayang " rengek Atha
Nina yang mendengar rengekan Atha pun sangat gemas
" Aduh sayangku imut bngt si !
Nina menutup pintunya kali ini
" Mau aku yang buka , atau buka sendiri? " tanya Nina pada Atha
"Kamu dong sayang " Atha membalas
Nina langsung melucuti satu persatu pakaian yang dikenakan Atha
kini Atha polos tanpa sehelai benang pun.
kini mereka bercumbu mesra tanpa ada yang menggangu nya.
dalam ruangan itu hanya ada suara desahan desahan dan erangan mereka berdua.
Vara yang melewati pintu itu mendengar suara desahan seketika pipinya mulai panas .
Vara yang penasaran menguping desahan dari balik pintu.
__ADS_1
Dasarnya Vara sangat sensitif dengan hal hal seperti ini , dia juga ikut terangsang.
"ouh.. sial" umpat Vara
Vara yang menguping sambil meremas dua gunungnya pun sangat menikmati .
hingga dia tak tahan akhirnya berlari menuju kamar mandi .
sampainya di kamar mandi dia mulai berfantasi dengan fikiran nya
mulai dari meremas dua gunungnya hingga ke tempat tempat yang sensitif baginya .
"ahh..uhh ... ah... " erangan dan desahan dari mulut nya tak terkendali
"ouhb... yeah .... ahh...".
selang beberapa menit dia mulai bergejolak
"aaahhhhhhhhh.........aaaahhggg.....huh hah hah " cairan dari bawah keluar
Vara mengatur nafas nya
setelah selesai, Dia langsung membersihkan diri nya .
sedangkan Nina dan Atha masih menikmati permainan nya .
Vara langsung kedepan saat adik adik nya memanggil.
"kak aku lapar" ucap salah satu dari mereka
"iya kak, aku juga lapar " tambahnya
"baiklah , kalian mau makan apa Hem?" tanya nya
"aku mau telur mata sapi sama nasi goreng" balas adiknya
"kalo aku mau mie kuah sama bakso" balas lagi
"kakak liat dulu ya bahan nya ada nggak di kulkas" ucapnya
"ok, yuk kita lihat dan bantu kak Vara " ucap bocah itu
"ayok, nanti kalo kak Val datang kan kita bilang bantu kak Vara "
__ADS_1
"iya, biar kak Val tambah suka sama kita "
Vara yang mendengar hanya geleng geleng