
charattha menceritakan bahwa dirinya bertemu dengan pria yang sangat tampan. gaeun senang melihat sahabatnya senang namun keesokan harinya toko di datangi sekelompok orang yang tidak di kenal. mereka membawa banyak sekali hadiah. gaeun dan charattha turun dari kamar mereka hanya terkejut dan terheran. terlihat bibi dan pamannya juga hanya terkejut melihatnya.
"ada apa ini?" ucap gaeun kepada paman dan bibinya
"ah, gaeun sini-sini!" bisik bibi Nana
"dia siapa?"tanya gaeun yang bingung
"katanya sih pria itu adalah CEO dari perusahaan Taiwan! namanya kalo ga salah Dylan" ucap paman Hiroshi
charattha melihat pria itu sangat bahagia dan menceritakan pada gaeun jika pria itu adalah pria yang kemarin dia ceritakan.
"pria itu yang aku tulis di komik" ucap charattha dengan senang
gaeun pun tersenyum bahagia. pria itu pun menghampiri gaeun dan charattha.
"benarkah?"ucap gaeun dengan senang
"iya! tapi ada perlu apa dia kesini?"tanya charattha
"aku juga tidak tau, mungkin mau bertemu denganmu!" ucap gaeun sambil tersenyum
"tapi.. aku tidak pernah memberitahukan dia jika aku tinggal disini!" ucap charattha
gaeun pun tersenyum bahagia. pria itu pun menghampiri gaeun dan charattha.
"eh, dia menghampiri kita!" ucap gaeun
charattha menjadi salah tingkah. dia mengira jika pria itu ingin bertemu dengannya namun kenyataannya pria itu melamar gaeun di depan charattha, paman, dan bibinya.
"aku sudah jatuh cinta padamu saat aku melihat fotomu!" ucap Dylan
charattha mengira jika Dylan berbicara dengannya. charattha hanya tersenyum bahagia
"maukah kamu menikah denganku, gaeun?" ucap Dylan sambil mengeluarkan setangkai bunga mawar merah
charattha yang mendengar itu pun terkejut lalu melihat ke arah gaeun sedangkan gaeun hanya terkejut mendengar ucapan Dylan.
"Aku?" tanya gaeun yang terkejut
charattha pun dengan kecewa lalu berjalan mundur.
"apakah yang kamu maksud foto itu adalah foto perjodohan?" ucap gaeun
Dylan pun mengangguk kepalanya. gaeun melihat kearah charattha. charattha pun langsung pergi meninggalkan mereka semua. gaeun yang ingin mengejarnya di larang oleh Dylan
"Charattha~" panggil gaeun
"sudahlah, jangan kamu hiraukan dia?" ucap Dylan
"tapi~ dia adalah sahabatku!" ucap gaeun
"aku tidak perduli" ucap Dylan sambil menggenggam tangan Gaeun
Dylan pun menggenggam pundak gaeun dan melarangnya. Dylan pun menarik tangan gaeun sehingga menghadap kearah bibi dan pamannya
"maukah kamu menikahkan putri kalian kepadaku!" ucap Dylan
Gaeun yang masih tidak enak dengan charattha itu pun hanya terdiam. bibi dan paman juga hanya terdiam tidak menjawab apapun
__ADS_1
"kami terserah pada ponakan kami, apakah dia mau?" ucap bibi dan paman
Gaeun yang bingung harus melakukan apa-apa dan menyuruh Dylan untuk segera pulang
"lebih baik kamu pergi dari sini!" ucap Gaeun
"apa jawabanmu?" ucap Dylan kepada Gaeun
"maaf, aku tidak bisa!" ucap Gaeun
"Baiklah, meskipun begitu aku akan tetap mengejar mu dan aku pastikan kamu akan jatuh cinta padaku!" ucap Dylan
Gaeun tidak menjawab apapun. Dylan pun pergi meninggalkan toko. Gaeun hanya khawatir pada sahabatnya
"charattha! dimana dia?" ucap Gaeun yang panik
"sebenarnya apa yang terjadi, dan sepertinya charattha mengenal pria itu?" ucap Bi Nana
Gaeun pun menceritakan semuanya kepada Bi Nana.
"pantas saja dia terlihat marah! bibi kasihan padanya... kamu pernah cerita kalau dia dulu sempat di khianati oleh pacarnya dan sekarang malah pria itu yang menghancurkan perasaannya!" ucap bi Nana
"terus aku harus bagaimana?" ucap Gaeun yang mengkhawatirkan sahabatnya
"sudahlah, mungkin charattha ingin menenangkan emosi nya dulu!" ucap bi Nana
Gaeun hanya mengangguk dan masuk kedalam kamar sambil menunggu charattha kembali. sepanjang malam charattha tidak kembali ke rumah
keesokan harinya Gaeun terbangun dari tidurnya. dia pun segera keluar kamar dan berjalan kearah kamar charattha untuk memastikan charattha kembali kerumah. saat di depan kamar charattha, Gaeun membuka pintu kamar namun tidak ada charattha. Gaeun semakin khawatir dia pun turun ke bawah dan melihat charattha sedang membersihkan barang-barang di meja. Gaeun senang, lalu dia berlari menghampiri Charattha dan memeluknya. charattha yang masih patah hati itu pun melepaskan pelukan Gaeun dan pergi ke dapur. Gaeun yang sadar jika charattha masih marah pun langsung memeluknya lagi
"aku mengerti jika kamu marah padaku! tapi aku benar-benar tidak tau jika itu akan terjadi" ucap Gaeun yang memeluk charattha
charattha menghela nafas.
"maafkan aku, charattha" ucap Gaeun
charattha menghiraukan Gaeun. Gaeun merasa sedih melihat sikap sahabatnya. tiba-tiba seseorang pria masuk ke dalam toko. pria itu adalah eunwoo
"Gaeun, ayo kita pergi!" ucap eunwoo
charattha hanya melihat kearah eunwoo. eunwoo pun menyapa charattha
"hai, charattha~ kau tampak cantik hari ini!" ucap eunwoo
charattha terdiam dan masuk kedalam kamar mandi. eunwoo yang heran melihat sikap charattha itu menanyakan kepada Gaeun. Mereka pun pergi keluar untuk berjalan-jalan
"charattha, kenapa?" ucap eunwoo pada Gaeun
Gaeun menceritakan tentang kejadian kemarin
"jadi begitu?" ucap eunwoo
"iya, begitulah!" ucap Gaeun
"jadi karna, itu dia marah padamu?" kata eunwoo
Gaeun pun mengangguk
"dia pasti sangat terkejut! kau pasti juga merasa tidak enak, kan?" ucap eunwoo
__ADS_1
"dia teman pertamaku yang paling berharga!" ucap Gaeun yang bersedih memikirkan sahabatnya
eunwoo pun berjalan di depan dan berbalik badan
"tenang saja, mungkin dia sedang emosional nanti juga akan baik-baik saja!" ucap eunwoo sambil tersenyum
"ayo masuk!" ucap eunwoo sambil mempersilahkan Gaeun masuk ke dalam toko pernak-pernik
tidak disangka Dylan ada di depan mereka bersembunyi di balik dinding sambil melihat foto Gaeun
"kamu pikir kamu akan bersamanya? hanya aku yang cocok denganmu!" ucap Dylan yang berbicara dengan foto Gaeun
saat Dylan berbalik badan terlihat anak-anak di depannya. dengan malu-malu Dylan menyapa anak-anak itu
"hai, kalian sedang apa disini!" ucap Dylan
"hai, om! kami ingin pergi kesana namun jalannya terhalang oleh om!" ucap anak-anak itu
"oh, maaf!" ucap Dylan sambil menggeser kan tubuhnya
sementara itu di dalam toko pernak-pernik
*di toko
Gaeun dan eunwoo pun melihat-lihat koleksi pernak-pernik disana.
"Gaeun~" ucap eunwoo
"iya?" ucap Gaeun melihat kearah eunwoo
eunwoo menutup matanya dengan kacamata bajak laut dan menggoda Gaeun
"disana tidak ada , di situ tidak ada , di sana ada" ucap eunwoo sambil menunjuk Gaeun
"aku menemukanmu" ucap eunwoo sambil tersenyum
Gaeun pun tertawa melihat tingkah laku eunwoo. eunwoo dan Gaeun pun berjalan-jalan di dalam toko
"kemarilah!" ucap eunwoo
"ah, iya tunggu sebentar!" ucap Gaeun lalu menghampiri eunwoo
Gaeun yang melihat kalung perak itu pun langsung sedikit menjauh
"ini sangat modern!" ucap eunwoo sambil memegang kalung
"ah, itu aku sedikit alergi dengan barang-barang dari perak!" ucap Gaeun yang panik
eunwoo memaksa untuk memakaikan kalung itu ke leher Gaeun
"pakailah pasti sangat cantik" ucap eunwoo berjalan menghampiri Gaeun
Gaeun yang takut itu pun mundur dan tidak sengaja mendorong pelan pada eunwoo dan menabrak sebuah meja. eunwoo merasa heran dengan sikap Gaeun
"aku lebih suka kalung ini!" ucap Gaeun sambil memperlihatkan
"dan ini juga pemberian darimu!" lanjut Gaeun sambil tersenyum
eunwoo yang melihat tingkah Gaeun mulai curiga
__ADS_1
~Bersambung~
apakah eunwoo akan mengetahui identitas Gaeun sebagai vampire?