
ga-eun pun pergi ke kamar saat ga-eun ingin memejamkan mata tiba-tiba terdengar suara teriakan.
"Aaaahhh~" teriakan suara wanita ketakutan
ga-eun dan bibi pun langsung keluar rumah dan terkejut melihat kakek nya ingin memangsa seorang manusia.
"Kakek~" ucap ga-eun terkejut
ga-eun dan bibi Nana pun langsung berlari ke arah kakek
"kamu tenangkan wanita itu dan buatlah dia melupakan kejadian ini! biar bibi yang menenangkan kakek" ucap bi Nana
"Baik, bi!" ucap ga-eun
bi Nana pun menghentikan waktu dan membawa kakek untuk masuk ke dalam rumah sedangkan ga-eun langsung membuat wanita itu melupakan kejadian itu. ga-eun pun memegang kepala dan membenturkan kepalanya dan kepala wanita itu. setelah wanita itu lupa atas kejadian yang barusan. itu segera pergi meninggalkan ga-eun. ga-eun pun segera masuk ke dalam dan melihat kondisi kakeknya. bibi Nana yang terus mencoba membuat kakek sadar pun berhasil
"Loh, kenapa kakek ada disini?" ucap kakek
"kakek, baik-baik saja?" ucap ga-eun yang panik
"emangnya kakek kenapa?" ucap kakek kepada anak dan cucunya
"tadi ayah ingin memangsa seorang manusia dan untungnya kita langsung menghampirimu ayah!" ucap bi Nana
"serius? trus apa yang terjadi pada manusia itu?" ucap kakek yang panik
"tenang saja, ga-eun sudah membuat dia melupakan kejadian barusan!" ucap ga-eun sambil tersenyum
"ah, syukurlah! terimakasih ya kalian berdua" ucap kakek
"ya udah, sekarang kamu istirahat ga-eun biar bibi saja yang menjaga kakek" ucap bi Nana kepada ga-eun
ga-eun pun mengangguk dan masuk kedalam kamar lalu tertidur.
***
Keesokan hari nya di Pagi hari yang cerah. ga-eun yang masih tertidur pulas tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang sangat keras sehingga membuat ga-eun terbangun dari tidurnya
"TOK ,,, TOK ,, TOK " Suara ketukan pintu
"Hoamm.. siapa pagi-pagi ini sudah membangunkan ku" ga-eun menguap dan mengucek matanya
ga-eun pun segera berdiri dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu
"iya, sebentar " teriak ga-eun sambil jalan ke arah pintu
ga-eun pun membuka pintu dan melihat charattha ada di depannya. ga-eun pun terkejut dan langsung keluar kamar lalu menutup pintu kamarnya
"ah, kamu ada apa? " tanya ga-eun yang langsung keluar dan memegang gagang pintu
charattha pun bingung melihat tingkah ga-eun
"loh, kamu kenapa? kenapa kamu sepertinya panik saat melihatku? apa yang kamu sembunyikan di dalam kamarmu? " tanya charattha
ga-eun pun menggelengkan kepala
"tidak, menyembunyikan apa-apa hanya saja kamarku sangat berantakan jadi aku malu kalo kamu melihatnya " kata ga-eun sambil tersenyum canggung
"hmm ,kamu tidak usah malu . setiap orang juga pasti pernah merasakan punya kamar yang berantakan " kata charattha
ga-eun pun tersenyum
"oh ,ya kamu ada perlu apa kesini? " tanya ga-eun
"ini sudah siang dan cacing-cacingku sudah berantem di dalam perut " kata charattha sambil memegang perut yang lapar
"ah, kenapa kau tidak duluan saja? " kata ga-eun
"tidak enak inikan rumahmu! tidak sopan jika aku makan duluan" kata charattha
"baiklah , ayo kita makan " ajak ga-eun sambil menutup pintunya dengan erat
__ADS_1
ga-eun dan charattha pun turun tangga dan berjalan ke arah dapur. ga-eun melihat bibi nana dan paman hiroshi yang sedang menyiapkan makan
"Wah, wangi nya membuat perutku menjadi lapar " kata ga-eun
"ah, kalian . ayo makan! " ajak paman hiroshi
"baik, paman! " ucap ga-eun
charattha pun tersenyum. ga-eun dan charattha duduk di kursi sambil melihat menu masakan yang ada di meja
"banyak sekali makanannya ? " tanya ga-eun
"tentu saja , bibi mu yang membuatnya " kata paman hiroshi
mereka pun makan yang sudah di siapkan
"terimakasih atas hidangannya .. makanan yang sangat enak " pujian dari charattha
"iya ini sangat lezat .. bibi ku memang jago kalo masak makanan " kata ga-eun
"ah, kalian bisa saja. jangan bikin bibi tersipu malu" kata bi nana
"kami tidak berbohong" kata charattha dan ga-eun
bi nana pun membereskan piring yang ada di meja
"habis ini tolong kalian rapikan meja-meja dan ruangan tengah. bibi takut jika hari ini kita kedatangan banyak tamu!" ucap bi Nana
"baik, bi!" ucap ga-eun dan charattha
"oh , ya ga-eun tolong antarkan roti-roti itu ke cafe biasa" kata bi nana sambil mencuci piring
"Siap " kata ga-eun
ga-eun dan charattha pun membereskan meja-meja. saat mereka sedang membereskan barang ternyata paman Hiroshi memperhatikan charattha sambil tersenyum. bibi Nana yang melihat suaminya itupun menghampiri paman Hiroshi
"Aku menerima dia karna adikku! kamu jangan macam-macam" ucap bi Nana
"tidak, aku tidak berani macam-macam" ucap paman Hiroshi
"dia cantik bukan?" ucap bi Nana
"iya" ucap paman Hiroshi sambil tersenyum
bi Nana pun membalik badan dan melihat suaminya tersenyum kepada charattha.. bi nana pun langsung mencubit tangan suaminya dan menarik baju suaminya sendiri
"Lihatlah tanda di lehermu tidak akan pernah bisa di hilangkan,kamu mengerti?" ucap bi Nana
"i..iya aku mengerti" ucap paman Hiroshi
setelah selesai membersihkan barang-barang ga-eun dan charattha pun jalan ke dapur lalu mengambil roti dan memasukan roti itu ke sebuah keranjang
"oh, ya kamu ikut ya!" ajak ga-eun
"bolehkah, aku ikut?" ucap charattha
"tentu saja" kata ga-eun yang tersenyum
"serius? ah, aku sangat senang" ucap charattha
setelah mereka selesai memasukan semua roti lalu mereka pun berangkat ke cafe dengan menaiki sepeda
"oh, ya apa setiap hari kamu melakukan seperti ini? mengantar kue ke pelanggan dengan menaiki sepeda?" tanya charattha
"iya , ini sangat menyenangkan bagiku" kata ga-eun
"memang nya kau tidak memiliki teman? kenapa tidak pergi main dengan mereka? " kata charattha
"teman? hmm,dari dulu aku tidak pernah ada waktu untuk berbicara banyak pada manusia " kata ga-eun sambil mengayuh sepedanya
"manusia? maksudmu apa? " tanya charattha
__ADS_1
ga-eun yang sadar kalo dia salah ucapan itu pun panik
"ah, maksudku itu manusia lain " kata ga-eun
charattha yang masih heran itu pun hanya terdiam. mereka pun sampai di cafe dan mereka masuk ke dalam cafe
"ah,, ga-eun akhirnya kau datang " kata pemilik cafe wanita
"ah, maaf jika aku terlambat . ini rotinya" kata ga-eun sambil memberikan keranjang roti
"oh , ya ini siapa? " tanya pemilik cafe wanita
"oh, ini teman baruku namanya charattha " kata ga-eun sambil memperkenalkan charattha
charattha pun tersenyum . dia pun melihat sekeliling tidak sengaja melihat mantan kekasih nya dan teman-teman mantannya masuk kedalam cafe dan duduk di salah satu bangku disana
"hari ini sangat melelahkan .. sekarang kau yang traktir kami daniel " kata rey
"oh , ya bagaimana hubungan mu dengan wanita thailand itu? " tanya franky
"tolong jangan membicarakan wanita yang membosankan itu " kata daniel
"uuhh, sepertinya kau sangat-sangat membencinya " tanya Edward
"Haha, sudahlah wanita itu sangat kaku dan sangat membosankan . lagian aku juga sudah memiliki kekasih " kata daniel
Charattha yang mendengarkan pembicaraan mereka itu pun matanya berkaca-kaca. ga-eun yang tidak sengaja melihat charattha bersedih itu pun menanyakan siapa lelaki itu.
"kamu mengenal pria itu?" ucap ga-eun
"iya, dia adalah mantan kekasih ku" kata charattha sambil menahan air mata nya
ga-eun pun merasa kesal dengan laki-laki itu. di saat itu juga daniel pun menerima telfon dari kekasihnya
"ah, dia menelfon ku?" ucap daniel
"wanita Thailand itu?" ucap Edward
"bukanlah, ini wanita yang sangat menggoda! oh, ya aku tinggal sebentar " kata daniel sambil jalan keluar cafe
"kau jangan kabur ya " kata rey
daniel pun hanya memberikan kode ok kepada rey. Daniel pun mengangkat telfon dari kekasihnya dan setelah daniel menutup telfon . daniel pun berbalik badan ingin kembali ke dalam namun saat dia berbalik dia terkejut melihat seorang wanita cantik yang sudah berdiri tepat di depannya
"Kau siapa? " tanya daniel
"Aku? tidak penting . aku hanya ingin menanyai tentang charattha " kata ga-eun yang sinis
"cih , wanita itu" Kata daniel yang merasa jijik dengan charattha
"kenapa kau tega menyakiti wanita " kata ga-eun yang jalan mendekati wajah daniel
"kau mau apa? " kata daniel yang mulai mundur
"aku ingin kau merasakan apa yang di rasakan charattha " kata ga-eun yang menggepal tangannya
"kau pikir aku takut? aku adalah raja kungfu di kuil ambarata " kata daniel
daniel pun maju untuk memukul ga-eun namun ga-eun menghindar dan daniel pun jatuh mengenai tong sampah. ga-eun pun tertawa
"apa yang lucu .. rasakan ini " kata daniel yang ingin memukul
namun saat daniel ingin memukul ga-eun tiba-tiba seseorang memukul daniel dengan kayu
~bersambung~
__ADS_1
siapakah orang yang telah memukul daniel dengan kayu? bagaimana perasaan charattha saat melihat mantannya membicarakan kejelekannya pada teman - teman mantan kekasihnya.. saksikan terus episode "Vampire jatuh cinta"
salam hangat dari author 💗