
بسم الله الرحمن الرحيم
Awali hari kita dengan basmallah, halo! Aku El, nggak usah dipanggil author hiyaa :v. Mohon dukungannya ya kakak - kakak tercinta♡.
Novel karya El ini masih seumur biji jagung, mohon bimbingannya, tengkiuww.
____________back to story :
Di dalam kamar Aloera terus kepikiran dengan Komandan Ashoka Ziu yang bersahabat dengan mafia kelas dunia. Tetapi bingungnya lagi kalau Komandan Ashoka Ziu itu orang kepercayaan Daddynya.
Sampai terus memikirkannya ia, teringat dengan sesuatu. Ia belum menghubungi keluarganya di Jerman, lalu ia mengambil handphone yang berada disebelah mejanya. Lalu menghubungi seseorang..
Panggilan Tersambung
" Halo kakak, maafkan aku karena baru mengubungi kakak.. " ucap Aloera
" Ya halo? Owhh, ternyata adik kesayanganku. Tak tau kah kami disini menghawatirkanmu Mani, kau selalu membuat kami selalu menghawatirkanmu saja. Sebentar aku turun dulu ya.. mau panggil Papi sama Mami. " ucap Erick, dengan sedikit berteriak. Soo, Mani itu nama kesayangan Erick untuk adik kesayangannya.
" Iya kakak, aku mau mandi ini. Disini sudah hampir pagi kakak. Disana malam ya? " ucap Aloera.
" Iya mani. Aku sangat merindukanmu Mani, kau sudah mencari tau tentang Komandan Ashoka Ziu? " tanya Erick, dengan wajah rindunya.
" Aku juga sangat merindukan kakak kesayanganku, kami masih menyelidiki Komandan Ashoka Ziu kakak.. " ucap Aloera.
" Sebenarnya kak.. Komandan Ashoka Ziu itu sahabat mafia kelas dunia kak. Aku jadi mengira kalau orang tua kandungku itu bukan orang biasa.. aku rasa orang tuaku adalah para mafia kakak.. " ucap Aloera, dengan wajah sendunya.
" Ma-mafia? " ucap Nyonya Vandeny, yang telah mendengar ucapan Aloera.
" Mami sejak kapan disana? " ucap Erick, yang shock karena Maminya ternyata di belakangnya.
" Aihh kau ini tak usah bertanya sekarang. Sekarang jawab pertanyaan Mami Al.. " ucap Nyonya Vandeny.
Lalu Aloera menceritakan apa yang sebenarnya didengar dari geng The Monster yang telah diceritakannya kemarin.
" Kau jangan bilang dulu gitu nak.. itu belum tentu kenyataanya. Selidikilah dulu.. supaya kau merasa tenang, berfikirlah positif terdahulu. " ucap Nyonya Vandeny.
" Iya mi, terima kasih mami.
Mami sehat kan? " tanya Aloera, dengan wajah rindunya.
" Ya tentu lah, Mami sehat. All, Mami mau ke Indonesia 1 minggu sayang.. kamu mau titip apa, karena mami berencana ke Jepang setelah itu.. " ucap Nyonya Vandeny.
" Wahh aku rindu Indonesia mi.. rindu orang - orang yang ramah disana, sangat - sangat rindu. Aku mau apa ya.. mm, makanan cepat saji aja deh mi terus aku mau snack yang banyak ya mi. Mami ke rumah Joglo apa ke The Brown House? " ucap Aloera.
" Oke siapp. Mami mau tinggal di Joglo dulu.. terus kalo udah bosen ya The Brown House. Kamu rindu rumah di Surabaya? " tanya Nyonya Vandeny.
" Banget mi, pengen cepat - cepat terbang ke Indonesia deh kalo udah selesai ngurusin misi di sini mi.. " ucap Aloera, dengan wajah sendunya.
" Haha, tenang sayang. Kalau udah selesai, kamu ke Jerman lagi ya.. Mami kangen banget sama kamu sayang.. " ucap Nyonya Vandeny.
" Iya mi, bulan depan aku ke Jerman buat kunjungin Mami.. " ucap Aloera
" Iya sayang, Black Mansion selalu terbuka untukmu sayang.. cepat pulang ya.. " ucap Nyonya Vandeny
" Siapp mami.. gimana kabar papi mi? udah minum vitamin belum mi? " ucap Aloera.
" Owh iyaaaaa, mami lupa sayang. Aduh sama suami sendiri lupa sendiri Mami.. " ucap Aloera.
" Ahahaha.. gimana sih mami ini, eh btw nih mi. Kakak udah temuin cewek belum mi? Atau aku carikan cewek Jepang ya? Cantik - cantik orangnya mi.. " ucap Aloera.
" Wahh, ide brilian tuh sayang.. haha, mami ini pengen gendong cucu.. tapi kakakmu ini, masih aja belum pengen untuk kasih Mami calon menantu. Padahal 3 tahun lagi mau kepala 3 tuh." ucap Nyonya Vandeny.
" Kok jadi Erick mi? Erick nggak mau buru - buru." ucap Erick.
" Kak, kakak udah mau tua lo.. gimana sihh " ucap Aloera.
__ADS_1
" Yee, biarin aja. Wlekk.. " ucap Erick, sambil menjulurkan lidahnya.
" Kakak! " ucap Aloera, sambil cemberut.
" Ya udah. Udah malam nih.. Mani, mandi sana. Bau badanmu udah sampai sini nih.. " ucap Erick.
" Mami, kakak nyebelin mi.. Buruan jodohin ke temennya Mami aja, jangan anaknya. Biar nikah sama emak - emak. Yang pake make - up tebal itu loh mi.. " ucap Aloera, yang berhasil membuat Maminya tertawa terbahak - bahak.
" Buahaha, itu temen Mami yang paling cerewet loh Al.. Haha, kalau dia tau kita ngomongin, langsung dijitak kepala kita al.. hahaha." ucap Nyonya Vandeny.
" Siapa sih mi? " ucap Tuan Georg.
Sambil berjalan menuju ke ruang tamu.
" Halo papi.. " ucap Aloera,
sambil melambaikan tangan ke arah Papinya.
" All, Papi merindukan kamu nak. Cepetan pulang ya.. Mamimu udah merengek dari tadi, mau nyusulin kamu ke Jepang. Kalau Mamimu ke Jepang, siapa dong yang ngurusin Papi? " ucap Tuan Georg, dengan berwajah lesu.
" Wowowoww. Papi, cemburu kah dengan anak gadis mami? " ucap Nyonya Vandeny, yang mencoba menengahkan keadaan.
"Hahaha, aku mendapat kartu AS pi.." ucap Aloera.
" Kalau gitu udah ya.. bye all.. " ucap Nyonya Vandeny
" Okeyy siap. Bye Papi, Mami, Kakak.. " ucap Aloera.
Setelah mengakhiri panggilan, Aloera segera bangun dari tempat tidurnya. Karena, hampir jam 7 pagi. Karena itu lah ia segera bergegas mandi, setelah mandi ia menuruni tangga. Semua orang menyambutnya dengan ramah. Setelah selesai makan pagi, ia meminta Jack untuk masuk ke ruang kerja.
" Jack, bagaimana dengan hasil penyelidikan Komandan Ashoka Ziu? " tanya Aloera, dengan wajah penasaran.
" Masih saya selidiki lagi nona, mungkin sekitar 3 hari lagi semua akan beres. " ucap Jack, dengan mengangguk mantap.
" Segera pertemukan aku pada Komandan Ashoka Ziu.. Ini sangat penting sekali, aku tidak mau ini ditunda lagi.. kalau begitu aku ingin jalan - jalan Jack. " ucap Aloera.
" Baik nona, apakah nona butuh saya temani anda? " ucap Jack.
" Tidak, aku ingin sendirian saja." ucap Aloera, dengan sorotan tajam.
" Baik nona.." ucap Jack, sambil melihat punggung nonanya yang semakin menjauh dan berjalan keluar menuju ke pantai.
Sebuah pantai dengan hamparan lautan yang saling menerjang, ada banyak tumbuhan kelapa. Ada speedboat, panjat tebing, banana boat, single parasiling, jet ski, dan fly board. Ingin sekali ia bermain jet ski. Lalu diam - diam ia bermain jet ski, sekitar 1 jam ia bermain main.
Setelah merasa bosan, ia segera ke area pinggir pantai. Tetapi ia mendengar suara seperti meminta tolong tetapi ia masih ragu. Setelah lama di pantai, suara itu muncul lagi. Sambil mencoba mencari suara itu. Ia dikejutkan oleh seseorang yang dalam keadaan terluka parah berada di pulau kecil.
Setelah itu ia segera mendaratkan jet ski dan segera menolong orang tersebut..
" Tolongg, to - tolong.. " ucap pria, yang terluka parah.
" Mengapa kau ada disini? " ucap Aloera, yang sedang melihat luka tersebut yang dalam. Di area perut lelaki tersebut. Dan ada luka tembak di sebelah dada kirinya.
" Nanti akan aku ceritakan. Kumohon bawa aku pergi dari pulau kecil ini.. " ucap pria itu, sambil memegang tangan Aloera.
" Apakah kau bisa naik di jet ski? Kebetulan aku membawa jet ski, nanti kau duduk di belakangku saja. Bagaimana? " ucap Aloera.
" Hah.. hah.. Terserah kau saja.. " ucap pria itu, yang mulai kesakitan.
" Baik, mari kubantu untuk berdiri. " ucap Aloera, sambil mendekati pria tersebut, dan tangan kanan pria tersebut merangkul Aloera, tangan kiri Aloera meraih pinggang pria tersebut.
" Kenapa aku jadi deg - degan begini. Ada apa dengan jantungku? Ah tidak waras kau el! " ucap pria itu, di dalam hati.
Setelah sampai di jet ski, pria itu duduk dibelakang Aloera. Dan memeluk Aloera dari belakang. Setelah sampai di dekat pesisir pantai, ia segera membantu pria yang sedang terluka tersrbut. Baju Aloera pun nampak banyak darah, akibat pria tersebut memeluknya. Lalu mereka turun dari jet ski.
__ADS_1
" Ayo turun, aku akan membantumu ke dalam rumahku.. " ucap Aloera, sambil meraih pinggang pria tersebut untuk segera memapahnya ke dalam Gold Mansion.
Setelah hampir sampai di Gold Mansion, semua orang terkejut bukan kepalang karena nonanya itu membawa seorang pria yang terluka parah.
" Hei jangan bengong saja, Jack segera bantu aku untuk membawa pria ini masuk ke dalam mobil. Four, segera telephone dokter untuk segera menyiapkan ruangan di rumah sakit terdekat. Kalian berdua ikut aku ke rumah sakit. Selain Jack dan Four, segera mencari tau tentang Komandan" ucap Aloera.
" Yes, Mam! " ucap semua orang mengangguk mantap.
Setelah 45 menit berlalu akhirnya mereka tiba juga di rumah sakit, dikarenakan Gold Mansion memang jauh dari pemukiman warga sekitar. Setelah di rumah sakit, dokter segera melangsungkan operasi karena luka tembakan tersebut cukup dalam. Dan mendapatkan beberapa jahitan. Setelah kurang lebih 2 jam akhirnya, dokter pun keluar dari ruang operasi.
" Bagaimana dok, kondisi pria yang ada di dalam? " ucap Aloera.
" Kondisinya sudah stabil nona, luka tikamnya juga sudah dijahit. Luka tembakannya cukup dalam nona, kondisinya sudah lebih mendingan, tapi belum sadar juga nona.. " ucap dokter laki laki tersebut, yang terkesima dengan Aloera yang memakai dress hitam selutut yang basah dan ada bercak darah di daerah punggung..
" Owh, oke. Thanks dok! " ucap Aloera.
Jack yang menyadari baju nonanya yang tanpa lengan pun segera membeli pakaian yang cocok untuk Aloera. Setelah menemukan pakaiannya, Jack menyodorkan pakaian coklat muda polos tersebut pada Aloera.
" Ini pakaian ganti nona.. punggung nona ada bercak darah nona. " ucap Jack.
" Owh iya, lupa aku. Thank you Jack. " ucap Aloera, sambil mengambil pakaiannya dan segera berganti di kamar mandi. Ia bingung mengapa ada japitan rambut permata putih, alhasil merasa cocok untuk dipakai lalu memakainya.
Setelah merasa sudah cukup, Aloera segera menghampiri Jack dan Four. Four bertanya bagaimana bisa ia bertemu dengan pria yang ada didalam. Dan ia pun menceritakan segalanya tentang kejadian tersebut, mulai dari menemukannya di tepi pulau kecil yang sepertinya taj berpenghuni. Dan ia pun juga menceritakan kalau belum tau mengapa pria yang ada di dalam mengalami kejadian tersebut.
Setelah itu Four yang akan menjaga pria yang masih dalam keadaan belum sadar karena efek obat bius. Dan Aloera pun pulang dengan Jack di dalam mobil jeep gunung tersebut. Mereka makan malam diluar karena Aloera menginginkannya. Setelah sesampainya di restoran ia pun memilih bangku yang tak jauh dari taman.
" Mau pesan apa nona, tuan? " ucap waiter, dengan sopan.
" Enn, apa ya.. steak, lemon tea, dan sushi. Kalau kamu Jack?" ucap Aloera.
" Sama aja seperti nona.. " ucap Jack.
" Baik tuan, nona. Mohon tunggu sebentar.. " ucap waiter, sambil berjalan lalu lalang.
" Apakah nona tidak ingin jalan - jalan? " ucap Jack.
" Boleh dong, oke kalau gitu. Jack kamu mau ceritain nggak tentang perjalanan kamu dari Amerika kok nyampe ke Jepang terus jadi ketua anggota The Monster. " ucap Aloera.
" Sebenarnya saya itu anak yatim piatu nona sejak umur saya masih berumur 16 tahun, karena orang tua saya dibantai oleh orang yang dendam oleh keluarga ayah saya nona. Saat itu saya masih berada di sekolah karena ada tugas kelompok jadi saya pulang terlambat. Setelah, saya pulang banyak sekali polisi dan tetangga yang berlalu lalang di rumah kami. Sesampainya di rumah saya mendapat kabar bahwa orang tua saya di bunuh, pembantu di rumah saya juga ikut dibunuh nona. Setelah kejadian itu saya diurus nenek saya yang berada di Amerika dan setelah kejadian itu nenek dan saya pindah ke Osaka, Jepang. Karena takut kalau orang yang membunuh orang tua saya datang juga untuk membunuh saya. Setelah itu saya sekolah seperti biasa, tetapi disaat umur saya 19 tahun. Nenek meninggal dikarenakan tumor otak stadium akhir. Dan Nenek pun tidak memberi tau saya kalau Nenek saya sakit, disaat saya sudah kembali dari TPU. Sesampainya saya dijalan hampir saja Tuan Georg menabrak saya. Dan saat itulah Tuan Georg mengetahui kalau saya ini sebatang kara, karena saat itu saya masih kuliah dan bingung harus bekerja apa. Tuan Georg menawari saya untuk menjadi sopir pribadi kalau saya lagi senggang. Dan setelah mengetahui kalau saya bisa bela diri, menembak, memanah, dll. Tuan Georg membentuk anggota The Monster yang anggotanya juga tak jauh dari saya karena mereka semua sebatang kara. Karena itulah kami The Monster akan selalu mengingat jasa Tuan Georg yang mulai membantu sekolah. Eight itu anggota paling termuda nona, karena ia masih kuliah saat ini. Karena ia dulu pernah merampok Tuan Georg, karena ayahnya mengakuinya. Eight jadi sering memalak orang - orang kaya, karena ibunya sudah meninggal. Dan dia masih umur 17 tahunan kira - kira nona.." ucap Jack, yang begitu panjang yang tak mengira kalau makanan sudah datang.
" Aku turut prihatin Jack, ceritamu sebegitu panjangnya sampai kita udah mau makan ini. Makan dulu Jack. " ucap Aloera, yang berkaca - kaca karena ia tak mengira kehidupan Jack sebegitu mirisnya. Ia merasa beruntung karena telah dirawat keluarga Georgio.
" Baik nona.. " ucap Jack, sambil memakan makanan yang tersedia.
Sesampainya di mobil mereka pergi ke gunung inasa karena penasaran bagaimana indahnya Nagasaki pada malam hari. sesampainya disana Aloera sangat senang karena bisa melihat betapa indahnya kota Nagasaki tersebut. Setelah itu mereka pulang karena sudah malam,
sesampainya di mansion Aloera merasa mengantuk berat. Karena jam menujukkan pukul 11 malam. Aloera langsung menuju ke kamarnya karena merasa letih.
- TAMAT -
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
Arigato gozaimas..
para readersku tersayang, makasi ya udah klik novel terbaruku.
Tolong tinggalkan jejak oke?
• Votenya yang buanyak ya, El doa'in semoga pembaca novel El lancar rezekinya, aamiin.
• Cuma Like, gratis kok tenang aja.
• Komen cuma "p" nggak papa yang penting itu udah komen, kwkw..
Kalau bisa follow IG aku ya @britsnifionaaa
__ADS_1
Makasi semua El sayang kalian ♡